29 Maret 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Ibadah umrah merupakan impian setiap umat Islam. Namun, antrean haji yang panjang serta biaya paket travel umrah yang semakin meningkat sering kali menjadi kendala tersendiri. Apalagi jika Anda memiliki budget yang terbatas.
Atasi kekhawatiran tersebut dengan mempertimbangkan alternatif yang kini sedang tren, yakni umrah backpacker atau umrah mandiri.
Sejak pemerintah Arab Saudi melonggarkan aturan visa dan meluncurkan aplikasi digital, perjalanan ibadah tanpa melalui agen travel kini sangat mungkin dilakukan.
Untuk lebih lengkapnya, simak rincian biaya, risiko yang mungkin terjadi, hingga tips persiapan agar perjalanan umrah mandiri Anda tetap aman, nyaman, dan khusyuk!
Banyak calon jamaah yang ragu dan bertanya-tanya, apakah umrah secara mandiri atau backpacker ini legal dan diperbolehkan? Jawabannya boleh, namun ada ketentuan yang harus Anda pahami.
Dari sisi Pemerintah Arab Saudi, hal ini sangat diperbolehkan. Arab Saudi kini tengah gencar mempromosikan pariwisatanya dengan menerbitkan berbagai jenis visa baru, seperti Visa Turis (Tourist Visa) dan Visa Transit, yang secara resmi mengizinkan pemegangnya untuk melakukan ibadah umrah.
Arab Saudi juga menyediakan aplikasi Nusuk yang memfasilitasi turis perorangan untuk mendaftar umroh dan masuk ke Raudhah secara mandiri.
Namun, dari sisi Pemerintah Indonesia (Kementerian Agama/Kemenag), terdapat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 yang mengatur bahwa perjalanan ibadah umrah sejatinya diselenggarakan oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau travel resmi.
Aturan ini dibuat semata-mata demi perlindungan jamaah agar tidak terlantar di negeri orang.
Jadi, kesimpulannya, umroh backpacker sah dan boleh dilakukan dengan menggunakan visa turis.
Namun, status Anda di sana adalah sebagai wisatawan mandiri. Artinya, segala bentuk keselamatan, kesehatan, jadwal perjalanan, hingga risiko penipuan menjadi tanggung jawab Anda pribadi, bukan lagi tanggung jawab Kemenag atau biro travel.
Berbeda dengan umrah reguler yang mana Anda cukup membayar satu harga ke pihak travel, umrah backpacker menuntut Anda untuk merinci setiap pengeluaran sendiri. Jika paket travel rata-rata dibanderol mulai dari Rp25 juta hingga Rp35 juta, umrah mandiri bisa jauh lebih hemat.
Berikut perkiraan rincian biaya umrah backpacker (untuk durasi 9-12 hari) yang perlu Anda siapkan:
Komponen ini memakan porsi biaya paling besar. Untuk harga yang lebih miring, Anda bisa berburu tiket maskapai Low Cost Carrier (LCC) jauh-jauh hari atau memanfaatkan tiket promo transit.
Estimasinya berkisar antara Rp8.000.000 hingga Rp12.000.000.
2. Visa umrah dan Asuransi
Biaya lain yang tak kalah penting adalah Visa umrah. Anda bisa mengajukan e-Visa Turis (berlaku multiple entry selama 1 tahun) atau Visa umrah elektronik secara mandiri.
Biaya pembuatan visa dan asuransi perjalanan ini biasanya berkisar antara Rp1.500.000 hingga Rp2.500.000.
Untuk menekan biaya, pilihlah hotel bintang 2 atau 3 yang berjarak sekitar 1-2 km dari Masjidil Haram atau Masjid Nabawi, namun menyediakan fasilitas shuttle bus gratis.
Jika Anda patungan kamar (sharing room) dengan teman, biayanya sekitar Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per orang.
Untuk berpindah dari Mekkah ke Madinah atau sebaliknya, Anda bisa menggunakan Kereta Cepat Haramain (sekitar Rp600.000–Rp800.000) atau bus antar kota yang lebih murah (sekitar Rp250.000).
Siapkan total sekitar Rp1.000.000 hingga Rp1.500.000 untuk mobilitas Anda.
Harga makanan di Arab Saudi cukup terjangkau dan porsinya besar. Seporsi nasi briyani atau ayam goreng biasanya berkisar 15-20 Riyal (Rp65.000–Rp85.000) dan bisa dibagi berdua. Siapkan dana sekitar Rp1.500.000 hingga Rp2.000.000.
Jika ditotal, estimasi biaya umrah backpacker berkisar antara Rp15.000.000 hingga Rp23.000.000. Sangat hemat, bukan?
Memilih jalur backpacker berarti Anda menukar kenyamanan pelayanan travel dengan tenaga dan kemandirian ekstra. Berikut adalah beberapa risiko yang harus Anda antisipasi:
Tidak ada mutawwif (pembimbing) sehingga Anda harus sudah memahami tata cara, rukun, dan doa-doa umrah secara mandiri. Mulai dari titik miqat, tawaf, hingga sa'i.
Setibanya di bandara, tidak ada bus khusus yang menunggu Anda. Anda harus mandiri mencari taksi atau stasiun kereta sambil membawa koper Anda sendiri.
Risiko masalah penerbangan. Jika pesawat mengalami delay atau pembatalan, Anda harus mengurus kompensasi dan penjadwalan ulang sendiri ke pihak maskapai.
Kesehatan menjadi tanggung jawab pribadi. Jika jatuh sakit, Anda harus mengandalkan asuransi pribadi dan mencari rumah sakit terdekat sendiri, tanpa pendampingan tim medis dari pihak travel.
Agar perjalanan spiritual Anda tidak berubah menjadi kebingungan di negeri orang, terapkan beberapa tips esensial berikut ini:
Sangat tidak dianjurkan berangkat umrah backpacker sendirian, terutama jika ini pengalaman pertama Anda.
Pergilah dalam rombongan kecil beranggotakan 3-5 orang agar bisa saling menjaga barang, berbagi biaya hotel, dan saling mengingatkan tata cara ibadah.
Menguasai aplikasi Nusuk adalah kunci keberhasilan ibadah umrah mandiri Anda.
Pemerintah Arab Saudi mewajibkan penggunaan aplikasi Nusuk untuk memesan slot masuk ke Raudhah (Makam Nabi di Masjid Nabawi) dan mendapatkan izin pelaksanaan umrah. Unduh dan pelajari aplikasinya sejak di Tanah Air.
Karena tidak ada pembimbing, Anda wajib belajar tata cara umrah yang benar. Anda bisa mengikuti kajian, membaca buku manasik, atau menonton panduan umrah di internet agar ibadah Anda sah dan sesuai sunnah.
Karena Anda harus mengangkat koper sendiri saat naik turun kereta atau berpindah hotel, bawalah pakaian secukupnya. Anda bisa memanfaatkan jasa penatu (laundry) yang banyak tersedia di sekitar penginapan.
Sebagai informasi umumnya, perjalanan umrah dilaksanakan sekitar 7 sampai 20 hari. Walaupun umrah backpacker terbukti lebih murah, Anda tetap harus mempersiapkan rencana biayanya dengan matang dan tepat agar seluruh kebutuhan di sana tercukupi.
Bank Mega Syariah membantu umat Islam yang ingin berangkat ibadah umrah melalui Tabungan Berkah Rencana iB dengan tujuan umrah. Tabungan Rencana umrah ini menerapkan prinsip syariah dengan akad mudharabah mutaqah.
Tabungan Berkah Rencana iB menawarkan jangka waktu penempatan tabungan mulai dari 6 bulan sampai 216 bulan (sekitar 18 tahun). Setoran rutin Tabungan Rencana dari Bank Mega Syariah sangat ringan, yakni mulai dari Rp100 ribu saja.
Selain itu, sebagai salah satu Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Haji, Bank Mega Syariah juga memiliki produk tabungan haji yang akan memberikan kemudahan bagi Anda yang ingin merencanakan ibadah ke Tanah Suci.
Selama di Tanah Suci, Anda juga bisa memanfaatkan kartu pembiayaan atau Syariah Card, yang akan memberikan kemudahan dalam pembayaran transaksi di Tanah Suci. Dapatkan cashback hingga Rp1,5 juta khusus untuk bertransaksi di Arab Saudi, Turki (Istanbul), Uni Emirat Arab (Dubai), dan Qatar.
Yuk, mulai persiapkan ibadah haji dan umrah Anda bersama Bank Mega Syariah! Jangan lupa ajak keluarga, teman, dan kerabat untuk buka tabungan haji melalui M-Syariah.
Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!
Bagikan Berita