16 Maret 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Mendapatkan notifikasi transfer Tunjangan Hari Raya (THR) dari kantor sering kali menjadi salah satu momen paling ditunggu dalam setahun. Rasanya menyenangkan ketika tiba-tiba saldo rekening bertambah cukup besar menjelang hari raya. Tidak heran jika banyak orang langsung membayangkan berbagai rencana belanja atau liburan.
Namun, euforia tersebut sering kali membuat seseorang lupa mengatur keuangan dengan bijak. Tanpa perencanaan yang matang, uang THR bisa habis dalam waktu singkat bahkan sebelum masa liburan berakhir. Akibatnya, banyak orang justru kesulitan mengatur pengeluaran hingga gajian berikutnya.
Agar hal tersebut tidak terjadi pada Anda, penting untuk memiliki strategi yang tepat dalam mengelola uang THR. Yuk, simak beberapa tips mengatur THR agar tetap bermanfaat dan tidak cepat habis setelah Lebaran.
Ketika THR sudah masuk ke rekening, jangan langsung tergoda membuka aplikasi belanja online atau pergi ke pusat perbelanjaan. Langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah menyelesaikan kewajiban yang bersifat penting, baik secara spiritual maupun finansial.
Salah satu kewajiban utama adalah menunaikan zakat dan sedekah. Anda dapat mengalokasikan sebagian THR untuk membayar zakat fitrah, zakat mal (jika sudah memenuhi syarat), serta memberikan sedekah kepada kerabat atau orang yang membutuhkan. Menyelesaikan kewajiban ini sejak awal akan membuat hati lebih tenang menyambut hari raya.
Selain itu, gunakan sebagian THR untuk melunasi atau mencicil utang konsumtif. Utang kartu kredit atau pinjaman berbunga tinggi sebaiknya segera diselesaikan agar tidak menjadi beban di masa depan. Meski terasa berat, melunasi utang adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan finansial.
Banyak orang merasa THR adalah uang bonus yang bebas digunakan untuk apa saja. Padahal, THR justru bisa menjadi kesempatan baik untuk memperbaiki kondisi keuangan.
Jika Anda memiliki cicilan atau utang dengan bunga tinggi, sebaiknya prioritaskan pembayaran tersebut. Dengan mengurangi beban utang sejak awal, Anda dapat menikmati hari raya tanpa tekanan finansial.
Selain itu, menyelesaikan kewajiban lebih dahulu juga membantu Anda mengontrol pengeluaran berikutnya. Setelah kewajiban terpenuhi, sisa dana THR bisa digunakan dengan lebih bijak.
Salah satu cara paling efektif untuk mengatur THR adalah dengan membuat pembagian dana yang jelas. Tanpa perencanaan, uang THR cenderung habis untuk berbagai pengeluaran kecil yang tidak terasa.
Anda bisa menggunakan formula pembagian sederhana seperti 10-20-40-30 untuk mengatur pengeluaran THR secara lebih terstruktur. Dengan metode ini, setiap rupiah memiliki tujuan yang jelas sehingga risiko pemborosan dapat dikurangi.
Pembagian anggaran ini juga membantu Anda tetap menikmati momen Lebaran tanpa mengorbankan kondisi keuangan setelahnya.
Agar lebih mudah diterapkan, berikut contoh pembagian dana THR yang bisa Anda gunakan:
10% untuk zakat dan kebaikan
Dana ini dapat digunakan untuk zakat fitrah, sedekah, atau membantu keluarga yang membutuhkan.
20% untuk tabungan dan investasi
Sebelum uang habis untuk belanja, sisihkan sebagian untuk masa depan. Anda bisa menambah dana darurat, membeli emas, atau menabung di instrumen yang al
40% untuk kebutuhan Lebaran
Gunakan bagian ini untuk berbagai kebutuhan hari raya seperti tiket mudik, baju baru, hampers, kue kering, hingga angpau untuk keluarga.
30% untuk kebutuhan setelah Lebaran
Dana ini sangat penting untuk menopang pengeluaran setelah libur panjang hingga waktu gajian berikutnya.
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah mencampur uang gaji dan THR dalam satu rekening. Ketika melihat saldo yang besar, banyak orang merasa memiliki dana berlimpah sehingga menjadi lebih impulsif dalam berbelanja.
Memisahkan rekening dapat membantu Anda mengontrol penggunaan dana dengan lebih disiplin. Rekening gaji digunakan untuk kebutuhan rutin bulanan, sedangkan rekening THR khusus untuk pengeluaran terkait hari raya.
Dengan cara ini, Anda akan lebih mudah memantau berapa dana yang masih tersedia dan tidak mencampur pengeluaran yang seharusnya berbeda.
Metode lain yang bisa digunakan adalah sistem kantong keuangan. Artinya, setiap tujuan pengeluaran memiliki alokasi dana tersendiri.
Misalnya, buat kategori seperti kebutuhan Lebaran, sedekah, tabungan, dan biaya pasca-Lebaran. Dengan pembagian yang jelas, Anda akan lebih mudah mengontrol pengeluaran.
Cara ini juga membantu Anda menghindari penggunaan dana yang seharusnya disimpan untuk kebutuhan lain.
Diskon besar menjelang Lebaran sering kali membuat banyak orang tergoda untuk berbelanja lebih dari kebutuhan. Padahal, tidak semua barang yang terlihat menarik benar-benar dibutuhkan.
Salah satu cara mengontrol pengeluaran adalah dengan mengevaluasi barang yang sudah dimiliki. Misalnya, Anda bisa memeriksa kembali isi lemari pakaian sebelum memutuskan membeli baju baru.
Sering kali, pakaian lama yang masih bagus dapat dipadukan kembali sehingga tetap terlihat menarik saat digunakan di hari raya.
Pembelian impulsif biasanya terjadi karena emosi sesaat. Misalnya tergoda promo flash sale atau diskon besar di pusat perbelanjaan.
Agar lebih bijak, buat daftar belanja sebelum pergi berbelanja. Dengan daftar tersebut, Anda akan lebih fokus membeli barang yang memang dibutuhkan.
Selain itu, sebaiknya tunda pembelian barang mahal seperti gadget baru jika tidak benar-benar diperlukan. Barang elektronik memiliki penyusutan nilai yang cukup cepat sehingga perlu dipertimbangkan dengan matang.
Tradisi membagikan uang angpao kepada keluarga atau keponakan memang menjadi bagian yang menyenangkan dari perayaan Lebaran. Namun, tetap penting untuk menyesuaikannya dengan kemampuan finansial.
Prioritaskan pemberian untuk orang tua sebagai bentuk bakti dan rasa terima kasih. Setelah itu, Anda dapat mengalokasikan dana untuk anggota keluarga lainnya sesuai dengan anggaran yang sudah ditentukan.
Tidak perlu merasa terbebani dengan nominal besar. Yang terpenting adalah niat berbagi kebahagiaan di hari yang suci.
Agar pengeluaran tetap terkendali, Anda bisa menukarkan uang dengan pecahan kecil seperti Rp5.000 atau Rp10.000. Anak-anak biasanya lebih senang menerima banyak lembar uang dibandingkan nominal besar.
Cara ini membantu Anda tetap bisa berbagi kebahagiaan tanpa harus mengeluarkan dana terlalu besar. Selain itu, anggaran THR pun tetap terjaga sesuai rencana.
Dengan pengaturan yang tepat, tradisi berbagi angpao tetap bisa dilakukan tanpa mengganggu kondisi keuangan setelah Lebaran.
Setelah kebutuhan Lebaran terpenuhi, langkah bijak berikutnya adalah menyimpan sebagian THR untuk masa depan. Menabung menjadi cara sederhana namun efektif untuk menjaga kestabilan keuangan dalam jangka panjang.
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Tabungan Berkah Rencana iB. Produk tabungan ini membantu Anda merencanakan keuangan secara lebih disiplin dengan sistem setoran rutin sesuai prinsip syariah.
Dengan menabung secara terencana, dana yang Anda miliki dapat digunakan untuk berbagai tujuan penting seperti pendidikan, kebutuhan keluarga, atau rencana masa depan lainnya. Mulailah mengelola THR dengan lebih bijak agar manfaatnya tidak hanya terasa saat Lebaran, tetapi juga untuk kehidupan finansial yang lebih sehat kedepannya.
Bagikan Berita