15 Januari 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Mobile banking telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari transfer dana, pembayaran tagihan, hingga pembelian berbagai kebutuhan, semuanya bisa dilakukan hanya melalui ponsel.
Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat risiko keamanan yang perlu diwaspadai. Maraknya kasus pembobolan rekening, penipuan online, hingga pencurian data pribadi menjadi pengingat bahwa keamanan digital tidak boleh dianggap sepele.
Salah satu celah paling umum yang sering dimanfaatkan pelaku kejahatan siber adalah password atau PIN mobile banking yang lemah. Nah, agar Anda dapat menikmati layanan perbankan digital dengan lebih aman dan tenang, simak tips menjaga keamanan password mobile banking berikut ini!
Password atau MPIN mobile banking merupakan lapisan pertahanan pertama dalam sistem keamanan perbankan digital. Jika lapisan ini lemah, maka risiko akses tidak sah ke rekening akan semakin besar.
Banyak kasus kejahatan siber terjadi bukan karena sistem bank yang kurang aman, melainkan karena kelalaian pengguna dalam menjaga kerahasiaan data akses.
Keamanan password juga berkaitan langsung dengan perlindungan data pribadi. Informasi finansial, identitas, hingga riwayat transaksi adalah data sensitif yang dapat disalahgunakan jika jatuh ke tangan yang salah.
Kerugian yang timbul bukan hanya bersifat finansial, tetapi juga dapat berdampak pada reputasi dan kenyamanan nasabah.
Oleh sebab itu, menjaga keamanan password mobile banking bukan sekadar kewajiban teknis, melainkan bentuk tanggung jawab pribadi dalam memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak dan aman.
Supaya Anda lebih aman dalam bertranski menggunakan m-banking, lakukan tips berikut ini:
Password atau MPIN yang kuat adalah fondasi utama keamanan mobile banking. Hindari penggunaan data pribadi seperti tanggal lahir, nomor ponsel, tanggal pernikahan, atau kombinasi angka yang mudah ditebak.
Informasi tersebut sering menjadi target pertama pelaku kejahatan melalui teknik social engineering.
Jika aplikasi mobile banking memungkinkan penggunaan password alfanumerik, manfaatkan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol unik. Misalnya, password seperti J@k4rt#2026! jauh lebih aman dibandingkan Jakarta123. Semakin kompleks password yang digunakan, semakin kecil kemungkinan peretas berhasil menebaknya.
Selain itu, hindari pola berurutan atau berulang seperti 123456, 112233, atau 121212. Meski terlihat praktis, pola tersebut sangat rentan dan sering kali menjadi sasaran utama serangan otomatis.
Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah menggunakan password yang sama untuk berbagai akun, mulai dari email, media sosial, hingga mobile banking. Padahal, jika salah satu akun berhasil diretas, akun lainnya juga berpotensi ikut terancam.
Mobile banking sebaiknya memiliki password yang benar-benar unik dan tidak digunakan di platform lain. Dengan demikian, meskipun terjadi kebocoran data pada layanan lain, akses ke rekening bank tetap aman.
Mengelola banyak password memang bisa terasa merepotkan. Namun, hal ini sebanding dengan tingkat keamanan yang Anda peroleh dalam melindungi dana dan data finansial.
Teknologi keamanan secanggih apa pun dapat menjadi tidak efektif jika pengguna tidak menerapkan kebiasaan yang aman. Salah satu kebiasaan penting adalah rutin mengganti PIN atau password mobile banking setiap 3–6 bulan sekali, meskipun tidak ada indikasi aktivitas mencurigakan.
Selain itu, aktifkan fitur biometrik seperti sidik jari atau Face ID jika tersedia. Fitur ini lebih aman dibandingkan mengetik PIN secara manual karena dapat menghindari risiko shoulder surfing atau pencurian data melalui malware perekam ketikan.
Pastikan juga selalu melakukan logout dengan benar setelah selesai bertransaksi. Jangan hanya menutup aplikasi atau kembali ke layar utama tanpa keluar dari akun.
Keamanan mobile banking sangat bergantung pada kondisi perangkat dan jaringan yang digunakan. Hindari mengakses aplikasi mobile banking saat terhubung ke Wi-Fi publik, seperti di kafe, bandara, atau hotel.
Jaringan publik rentan terhadap serangan Man-in-the-Middle yang memungkinkan peretas mencuri data yang dikirimkan.
Gunakan paket data seluler pribadi (4G atau 5G) yang lebih aman. Selain itu, pastikan sistem operasi ponsel dan aplikasi mobile banking selalu diperbarui ke versi terbaru. Pembaruan biasanya mencakup security patch untuk menutup celah keamanan yang baru ditemukan.
Hindari pula menggunakan ponsel yang sudah di-root atau jailbreak. Tindakan ini menonaktifkan sistem keamanan bawaan perangkat dan meningkatkan risiko serangan malware pencuri data.
Saat ini, banyak kejahatan siber tidak lagi mengandalkan peretasan teknis, melainkan manipulasi psikologis atau social engineering. Modusnya beragam, mulai dari pesan undangan palsu, file APK mencurigakan, hingga tautan yang mengaku berasal dari bank.
Jaga kerahasiaan kode OTP (One-Time Password) dalam kondisi apa pun. Pihak bank tidak pernah meminta PIN, password, CVV, maupun OTP melalui telepon, SMS, atau WhatsApp. Jika ada pihak yang meminta data tersebut, dapat dipastikan itu adalah penipuan.
Hindari mengklik tautan mencurigakan dan selalu periksa alamat situs sebelum memasukkan data pribadi. Aktifkan notifikasi transaksi agar Anda segera mengetahui jika terjadi aktivitas yang tidak Anda lakukan.
Jika ponsel hilang atau Anda merasa data mobile banking telah diketahui pihak lain, segera lakukan langkah darurat. Hubungi call center resmi bank untuk meminta pemblokiran akun mobile banking dan kartu ATM agar tidak disalahgunakan.
Selain itu, segera ganti password email yang terhubung dengan layanan perbankan, karena email sering digunakan sebagai sarana pemulihan akun. Jika ponsel hilang, hubungi operator seluler untuk memblokir nomor agar SIM card tidak digunakan menerima OTP.
Cybercrime merupakan ancaman serius dalam dunia digital yang dapat mengakibatkan kerugian finansial serta kehilangan informasi pribadi yang penting. Kejahatan siber terus berkembang seiring meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital.
Bank Mega Syariah senantiasa memastikan keamanan data nasabah melalui sistem dan teknologi yang andal. Namun, perlindungan data pribadi tetap memerlukan peran aktif dari setiap individu.
Untuk melindungi diri dari serangan siber, selalu waspada terhadap pesan mencurigakan dan lakukan verifikasi terhadap sumber informasi.
Perlu diingat, pihak bank tidak akan pernah meminta password, PIN, CVV, maupun kode OTP dalam bentuk apa pun. Jika terdapat hal mencurigakan yang mengatasnamakan Bank Mega Syariah, segera hubungi Mega Syariah Call di (021) 2985 2222 atau kirimkan email ke customercare@megasyariah.co.id
Dengan pengetahuan yang tepat dan sikap yang hati-hati, Anda dapat melindungi diri dari berbagai ancaman kejahatan siber. Jangan pernah meremehkan pentingnya keamanan online, karena kewaspadaan hari ini adalah kunci kenyamanan finansial di masa depan.
Bagikan Berita