5 Mei 2025 | Tim Bank Mega Syariah

Menjelang hari raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah, terdapat amalan sunnah utama yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Amalan tersebut adalah menjalankan puasa Tarwiyah dan Arafah bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Pelaksanaan kedua puasa sunnah ini memiliki keutamaan yang luar biasa dan mampu menghapuskan dosa-dosa selama beberapa waktu. Selain itu, umat Islam juga harus mengetahui batasan waktu yang diharamkan untuk berpuasa setelahnya.
Jika Anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai jadwal, keutamaan, dan amalan tambahan di bulan Dzulhijjah, mari kita ulas selengkapnya bersama-sama. Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar ibadah Anda semakin sempurna dan bermakna.
Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dan dihormati di dalam ajaran agama Islam. Di dalamnya terdapat berbagai ibadah agung yang menjadi sarana bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Di antara sekian banyak ibadah yang disyariatkan, puasa sunnah memegang peranan penting dalam melatih kesabaran dan keimanan seorang muslim. Umat Islam yang tidak berkesempatan untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci tetap dapat meraih pahala yang setara melalui amalan-amalan sunnah di rumah.
Salah satu ibadah utama yang sangat dianjurkan adalah menjalankan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah yang dilaksanakan tepat sebelum hari raya kurban.
Puasa Tarwiyah adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah. Dinamakan Tarwiyah karena pada hari ini, jemaah haji mulai merenungkan dan mempersiapkan bekal air untuk perjalanan panjang menuju Padang Arafah.
Kata "Tarwiyah" sendiri berasal dari akar kata kerja rawiya yang berarti merenungkan atau berpikir. Pada hari kedelapan Dzulhijjah ini, jemaah haji yang berada di Mina biasanya mulai bersiap-siap untuk berangkat menuju Arafah.
Bagi umat Islam di seluruh dunia yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, melaksanakan puasa ini sangat dianjurkan. Ibadah tersebut diharapkan dapat membawa keberkahan serta ketenangan batin dalam menyambut hari raya kurban.
Puasa Arafah merupakan puasa sunnah muakkad (sangat dianjurkan) bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Pelaksanaannya bertepatan dengan tanggal 9 Dzulhijjah, di mana pada hari tersebut jemaah haji sedang melakukan wukuf di Padang Arafah.
Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang paling menentukan dan menjadi momen saat doa-doa sangat mustajab. Oleh karena itu, umat Islam di seluruh penjuru dunia dianjurkan untuk berpuasa agar mendapatkan bagian dari keberkahan dan rahmat yang Allah turunkan.
Keutamaan puasa ini sangat luar biasa dan disebutkan secara jelas dalam hadis riwayat Imam Muslim. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapuskan dosa selama satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.
Mengetahui jadwal yang tepat sangat penting agar kita dapat mempersiapkan diri, baik dari segi fisik maupun mental. Berdasarkan kalender Hijriah dan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional 2026, Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah 1447 H) diperkirakan jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026.
Dengan demikian, jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah pada tahun 2026 adalah sebagai berikut:
Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah 1447 H): Senin, 15 Juni 2026
Puasa Arafah (9 Dzulhijjah 1447 H): Selasa, 16 Juni 2026
Umat Islam dapat mempersiapkan diri, mulai dari makan sahur yang cukup hingga menjaga kesehatan agar ibadah puasa ini dapat diselesaikan dengan lancar.
Setelah menyelesaikan puasa Arafah, umat Islam dilarang keras untuk melanjutkan puasa pada hari-hari tertentu yang telah ditetapkan oleh syariat. Hari-hari tersebut adalah waktu di mana umat Islam diharamkan untuk berpuasa, baik puasa sunnah maupun puasa qadha. Ketentuan larangan ini bertujuan agar umat Islam dapat bergembira dan menikmati rezeki serta hidangan yang ada.
Berikut adalah hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa:
10 Dzulhijjah: Hari Raya Idul Adha.
11, 12, dan 13 Dzulhijjah: Hari Tasyrik (dikenal juga sebagai hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah SWT).
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa hari Tasyrik adalah hari untuk makan dan minum, sehingga tidak diperkenankan untuk berpuasa.
Menjalani puasa Tarwiyah dan Arafah bukan sekadar menahan lapar dan haus, melainkan juga waktu yang tepat untuk meningkatkan rasa syukur dan ketaatan kepada Allah SWT. Mengisi hari-hari istimewa jelang Idul Adha ini dengan ibadah sunnah dan doa akan memberikan kedekatan spiritual bagi setiap muslim yang ingin meraih rida serta ampunan-Nya.
Selain berpuasa, menyisihkan sebagian rezeki untuk bersedekah di sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah menjadi wujud syukur dan ikhtiar untuk melengkapi amalan. Kebaikan yang Anda tabung akan mendatangkan pertolongan Allah SWT serta pahala yang terus mengalir, melengkapi keberkahan ibadah puasa yang Anda dapatkan sebelum hari raya kurban.
Sebagai bentuk dukungan untuk memudahkan ibadah sosial Anda di mana saja, Bank Mega Syariah menyediakan fitur Donasi dan Amal yang dapat diakses melalui aplikasi M-Syariah. Melalui layanan ini, Anda dapat menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah secara praktis dan transparan langsung dari genggaman, sehingga ibadah Anda tetap produktif dalam mengumpulkan pahala.
Segera unduh aplikasi M-Syariah dan jadikan setiap momen ibadah serta berbagi Anda lebih bermakna dengan kemudahan yang sesuai prinsip syariah. Dengan M-Syariah, rutinitas berbagi menjadi lebih ringan dan tenang, memastikan langkah ibadah Anda senantiasa dipenuhi keberkahan serta rida dari Allah SWT.
Bagikan Berita