3 Mei 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Walimatus Safar haji merupakan salah satu tradisi yang sangat lekat dengan masyarakat muslim di Indonesia sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Acara ini menjadi momen penting untuk berbagi kebahagiaan dan memohon doa restu kepada keluarga, kerabat, serta masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan ini, calon jemaah haji tidak hanya bersilaturahmi tetapi juga menyucikan diri dengan saling memaafkan sebelum menunaikan ibadah panjang. Persiapan spiritual yang matang sangat diperlukan agar rangkaian ibadah haji dapat berjalan dengan lancar dan mendapatkan predikat haji mabrur.
Apakah Anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai tujuan, susunan acara, hingga doa-doa yang dianjurkan dalam acara pelepasan ini? Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini untuk menambah wawasan dan persiapan Anda.
Walimatus Safar Haji adalah sebuah acara syukuran atau doa bersama yang diselenggarakan oleh calon jemaah haji sebelum mereka resmi berangkat menuju Tanah Suci. Di Indonesia, tradisi ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari persiapan keberangkatan haji.
Kata "Walimah" sendiri berarti jamuan atau syukuran, sedangkan "Safar" berarti perjalanan. Oleh karena itu, acara ini pada dasarnya adalah bentuk rasa syukur atas panggilan Allah SWT untuk menunaikan rukun Islam kelima.
Selain sebagai bentuk ungkapan rasa syukur, acara ini juga menjadi wadah bagi calon jemaah untuk memohon maaf kepada keluarga, sahabat, dan tetangga atas segala kesalahan di masa lalu. Tradisi ini juga sarana untuk meminta doa restu agar seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci dapat berjalan dengan lancar, aman, dan akhirnya mendapatkan haji yang mabrur.
Dalam masyarakat yang komunal seperti di Indonesia, dukungan moral dan doa dari orang-orang terdekat sangat memberikan ketenangan batin bagi jemaah yang akan meninggalkan tanah air dalam waktu yang cukup lama.
Pelaksanaan Walimatus Safar tidak hanya sekadar acara kumpul-kumpul atau makan bersama, melainkan memiliki tujuan dan makna spiritual yang sangat mendalam. Berikut adalah beberapa tujuan utama yang terkandung dalam tradisi ini:
Acara Walimatus Safar Haji menjadi kesempatan emas bagi calon jemaah untuk mempererat tali persaudaraan sebelum meninggalkan tanah air. Momen ini mempertemukan kerabat, tetangga, dan sahabat dalam suasana yang penuh dengan kehangatan dan kebersamaan.
Kehangatan yang tercipta selama pertemuan ini diharapkan mampu menjaga kerukunan serta komunikasi meskipun jemaah berada jauh dari rumah. Hubungan yang terjalin erat ini juga menjadi bentuk dukungan moral yang sangat berharga bagi jemaah selama menjalankan ibadah.
Sebelum menunaikan ibadah haji, sangat penting bagi jemaah untuk menyucikan diri dari berbagai dosa, terutama kesalahan kepada sesama manusia. Tradisi saling memaafkan ini membuka pintu kebaikan serta membersihkan hati dari segala bentuk ganjalan sebelum memulai perjalanan suci.
Permintaan maaf yang dilakukan antara jemaah dan kerabat memastikan langkah menuju Tanah Suci bebas dari beban batin. Dengan hati yang bersih dan ikhlas, jemaah dapat lebih fokus dan khusyuk dalam melaksanakan setiap rangkaian ibadah.
Inti utama dari penyelenggaraan acara syukuran ini adalah memohon perlindungan dan kemudahan langsung dari Allah SWT. Seluruh tamu undangan yang hadir bersama-sama memanjatkan permohonan agar jemaah senantiasa diberikan keselamatan selama perjalanan.
Doa bersama ini juga ditujukan agar jemaah diberikan kesehatan dan kekuatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Harapan besar dari keluarga dan kerabat adalah agar jamaah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat.
Dalam praktiknya di masyarakat, rangkaian acara Walimatus Safar dapat bervariasi tergantung pada budaya lokal, namun umumnya memiliki susunan acara yang terstruktur. Berikut adalah tahapan acara yang sering kita jumpai:
Pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Acara biasanya dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, khususnya surat-surat pendek atau ayat yang berkaitan dengan ibadah haji. Dilanjutkan dengan lantunan selawat nabi untuk mendapatkan keberkahan.
Sambutan perwakilan. Sambutan disampaikan oleh perwakilan keluarga atau calon jemaah haji untuk menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih kepada para tamu yang telah hadir.
Tausiyah atau ceramah singkat. Tokoh agama atau ustaz memberikan tausiyah mengenai adab, hikmah, dan keutamaan ibadah haji. Tausiyah ini bertujuan untuk memberikan bekal spiritual kepada calon jemaah sebelum berangkat.
Pembacaan doa bersama. Ini merupakan puncak acara di mana para tamu dan tokoh agama mendoakan calon jemaah haji agar senantiasa diberikan kemudahan dalam menjalankan seluruh rukun haji.
Salaman dan berpamitan. Acara ditutup dengan bersalam-salaman di mana tamu undangan memberikan ucapan selamat jalan dan mendoakan keselamatan jemaah haji.
Doa adalah senjata utama seorang mukmin yang akan melakukan perjalanan jauh. Dalam acara Walimatus Safar, terdapat beberapa doa yang sangat dianjurkan untuk dibacakan oleh keluarga atau kerabat yang melepas jemaah.
Salah satu doa yang dianjurkan berdasarkan hadis riwayat Tirmidzi adalah:
Astawdi'ullaha dinaka wa amanataka wa khawatima 'amalik.
Artinya: "Aku titipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatanmu yang terakhir kepada Allah."
Selain itu, bagi calon jemaah haji sendiri, mereka dianjurkan untuk membaca doa safar ketika mulai berangkat meninggalkan rumah atau saat menaiki kendaraan. Berikut adalah lafal doa safar yang sangat dianjurkan untuk dibaca:
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Subhanalladzi sakhkhara lana hadza wa ma kunna lahu muqrinin, wa inna ila rabbina lamunqalibun. Allahumma inna nas'aluka fi safarina hadzal birra wat taqwa, wa minal 'amali ma tardha.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedangkan kami tidak mampu menguasainya. Dan kepada Allah lah kami kembali. Ya Allah, kami memohon kebaikan dan ketakwaan dalam perjalanan ini, serta perbuatan yang Engkau ridhai."
Dalam pelaksanaannya, Walimatus Safar umumnya diselenggarakan beberapa hari atau satu pekan sebelum keberangkatan calon jemaah menuju asrama haji atau embarkasi. Waktu ini dipilih agar jemaah memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum menempuh perjalanan panjang dan melelahkan.
Selain syukuran, sebagian besar masyarakat di Indonesia juga menjadikan momen Walimatus Safar sebagai sarana untuk bersedekah dan berbagi rezeki. Calon jemaah haji seringkali memberikan santunan kepada anak yatim, fakir miskin, dan tetangga sekitar sebagai wujud rasa syukur dan pembersih harta sebelum memulai ibadah.
Menyelenggarakan Walimatus Safar Haji adalah wujud syukur dan momen pelepasan yang penuh doa, namun perjalanan ibadah yang tenang juga memerlukan perencanaan finansial yang matang. Memiliki perencanaan keuangan yang terarah sejak awal akan membantu Anda menjalani prosedur keberangkatan hingga beribadah di Tanah Suci dengan lebih khusyuk, tanpa mengganggu stabilitas arus kas keluarga.
Mengingat panjangnya antrean haji saat ini, mempersiapkan dana haji sejak dini adalah langkah yang sangat bijak. Salah satu solusi terbaik yang dapat Anda pertimbangkan adalah memanfaatkan Tabungan Haji iB dari Bank Mega Syariah sebagai sarana pengelolaan dana yang aman dan sesuai prinsip syariah.
Bank Mega Syariah merupakan Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) yang telah terhubung langsung secara online dengan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) milik Kementerian Agama.
Menariknya, meski setoran awal untuk mendapatkan porsi haji adalah Rp25 juta, Anda tidak perlu menunggu dana besar untuk memulainya. Pembukaan Tabungan Haji di Bank Mega Syariah dapat dimulai dengan setoran yang sangat terjangkau:
Rp100 ribu untuk calon jemaah dewasa
Rp50 ribu untuk calon jemaah anak
Selain itu, tabungan ini juga bebas dari biaya administrasi bulanan, sehingga dana yang Anda siapkan dapat terkumpul secara optimal tanpa terpotong biaya tambahan.
Dengan perencanaan yang tepat dan dukungan layanan perbankan yang sesuai, impian untuk melangkah dari Walimatus Safar menuju Tanah Suci dapat terwujud dengan lebih tenang dan terarah.
Semoga informasi ini bermanfaat dan menginspirasi Anda serta keluarga untuk mulai merencanakan perjalanan ibadah haji sejak dini!
Bagikan Berita