15 Maret 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Madinah Al-Munawwarah dikenal sebagai Kota Nabi yang penuh ketenangan dan keberkahan. Bagi jemaah umrah maupun haji, kota ini bukan hanya tempat untuk beribadah di Masjid Nabawi, tetapi juga menyimpan banyak situs sejarah penting dalam perjalanan dakwah Islam.
Selain memperbanyak ibadah di Raudhah dan Masjid Nabawi, banyak jemaah memanfaatkan waktu luang untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Madinah. Aktivitas ini bukan sekadar wisata biasa, melainkan bentuk napak tilas yang membantu kita memahami perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat.
Melalui kunjungan ke berbagai lokasi bersejarah tersebut, Anda dapat merasakan suasana yang lebih mendalam tentang perjalanan dakwah Islam di masa lalu. Yuk, simak berbagai destinasi wisata di Madinah yang bisa Anda kunjungi untuk memperkaya pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci.
Madinah memiliki banyak lokasi bersejarah yang menjadi saksi perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan ajaran Islam. Tempat-tempat ini sering menjadi tujuan ziarah jemaah dari berbagai negara.
Selain memberikan pengalaman spiritual, mengunjungi situs-situs ini juga menambah wawasan sejarah Islam secara langsung.
Berikut beberapa tempat wisata di Madinah yang sering masuk dalam agenda perjalanan jemaah umrah maupun haji.
Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah SAW ketika beliau tiba di Madinah setelah hijrah dari Makkah.
Lokasinya berada sekitar lima kilometer dari Masjid Nabawi, sehingga cukup mudah dijangkau menggunakan kendaraan.
Keutamaan berkunjung ke Masjid Quba sangat besar. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa siapa saja yang bersuci dari rumahnya kemudian datang ke Masjid Quba dan melaksanakan salat dua rakaat, maka ia akan mendapatkan pahala setara dengan satu kali ibadah umrah.
Gunung Uhud merupakan salah satu lokasi bersejarah paling penting di Madinah. Di tempat inilah terjadi Perang Uhud yang menjadi salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam.
Rasulullah SAW sangat mencintai Gunung Uhud dan bahkan pernah menyebut bahwa gunung tersebut akan menjadi salah satu gunung di surga.
Di kawasan ini terdapat kompleks pemakaman para syuhada Perang Uhud. Salah satu yang dimakamkan di sana adalah Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah SAW yang gugur sebagai syahid dalam pertempuran tersebut.
Suasana di area makam syuhada sangat khidmat dan sering membuat para pengunjung merenung tentang pengorbanan para sahabat dalam mempertahankan Islam.
Masjid Qiblatain memiliki sejarah penting dalam perubahan arah kiblat umat Islam. Di tempat inilah Rasulullah SAW menerima wahyu dari Allah SWT untuk mengubah arah kiblat salat dari Baitul Maqdis di Palestina menuju Ka’bah di Makkah.
Nama Qiblatain sendiri berarti “dua kiblat”. Dahulu masjid ini memiliki dua arah mihrab yang menandai peristiwa perubahan kiblat tersebut.
Saat ini masjid telah direnovasi sehingga hanya menggunakan satu arah kiblat menuju Ka’bah, namun nilai sejarahnya tetap menjadi daya tarik bagi para pengunjung.
Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd merupakan pabrik percetakan mushaf Al-Qur’an terbesar di dunia. Di tempat ini, jutaan mushaf Al-Qur’an dicetak setiap tahun dan didistribusikan ke berbagai negara.
Pengunjung dapat melihat langsung proses pencetakan Al-Qur’an dari balkon kaca yang disediakan. Proses produksi dilakukan dengan standar pengecekan yang sangat ketat untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam penulisan ayat.
Menariknya, banyak pengunjung yang mendapatkan souvenir berupa mushaf Al-Qur’an cetakan Madinah secara gratis setelah mengikuti tur.
Museum Dar Al Madinah menjadi salah satu tempat terbaik untuk mempelajari sejarah kota Madinah secara visual. Museum ini menampilkan berbagai maket dan miniatur yang menggambarkan perkembangan kota Madinah dari masa Rasulullah SAW hingga era modern.
Pengunjung dapat melihat replika rumah Rasulullah SAW, rute perjalanan hijrah, hingga gambaran formasi pasukan dalam Perang Khandaq. Beberapa pemandu di museum ini juga mampu berbahasa Indonesia, sehingga memudahkan jemaah dari Indonesia untuk memahami penjelasan sejarah yang disampaikan.
Harga tiket masuk museum ini sekitar 25 riyal Saudi atau sekitar Rp105.000 per orang, sementara anak-anak biasanya mendapatkan potongan harga atau bahkan gratis.
Kebun kurma menjadi destinasi favorit bagi jemaah yang ingin bersantai sekaligus membeli oleh-oleh. Di tempat ini, pengunjung bisa duduk santai di bawah pohon kurma sambil menikmati minuman khas seperti teh mint.
Berbagai jenis kurma juga tersedia dan biasanya pengunjung diperbolehkan mencicipinya terlebih dahulu sebelum membeli.
Harga kurma cukup bervariasi tergantung jenisnya. Kurma Sukari biasanya dijual sekitar 20 hingga 35 riyal (Rp84.000 - Rp147.000) per kilogram, sementara kurma Ajwa yang dikenal sebagai kurma Nabi dapat mencapai 50 hingga 100 riyal (Rp210.000 - Rp420.000) per kilogram.
Jika Anda tidak menyewa bus rombongan travel, cara paling praktis dan hemat untuk mengunjungi semua tempat di atas adalah dengan menaiki bus tingkat atap terbuka (Hop-On Hop-Off Bus) berwarna merah yang mangkal di sekitar pelataran Masjid Nabawi.
Anda cukup membeli satu tiket yang berlaku selama 24 jam penuh. Bus ini memiliki rute khusus yang berhenti di belasan titik bersejarah, termasuk Uhud, Quba, dan Qiblatain. Anda bisa turun di mana saja, mengeksplorasi tempat tersebut, lalu menunggu bus jadwal berikutnya datang untuk melanjutkan perjalanan ke titik lain.
Harga tiket bus sekitar 80 SAR (Rp336.000) per orang untuk akses 24 jam. Jauh lebih murah daripada menyewa taksi bolak-balik ke banyak tempat.
Mengunjungi berbagai tempat wisata di Madinah dapat memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi setiap jemaah. Selain memperkuat keimanan, perjalanan ini juga membantu kita memahami sejarah Islam secara lebih dekat.
Namun, perjalanan ibadah ke Tanah Suci tentu membutuhkan persiapan yang matang, termasuk dalam hal keuangan. Biaya umroh atau haji sebaiknya direncanakan sejak jauh hari agar tidak memberatkan kondisi finansial keluarga.
Mengingat panjangnya antrean haji, persiapan sejak dini menjadi langkah yang sangat bijak. Salah satu solusi yang dapat dipertimbangkan adalah memanfaatkan Tabungan Haji iB dari Bank Mega Syariah sebagai sarana pengelolaan dana sesuai prinsip syariah.
Bank Mega Syariah merupakan Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) yang terhubung langsung dengan Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) milik Kementerian Agama.
Menariknya, meski setoran awal haji tetap sekitar Rp25 juta, pembukaan Tabungan Haji Bank Mega Syariah dapat dimulai dengan:
Rp100 ribu untuk calon jamaah dewasa
Rp50 ribu untuk calon jamaah anak
Tabungan ini juga bebas biaya administrasi bulanan, sehingga dana haji dapat terkumpul secara optimal tanpa terpotong biaya tambahan.
Dengan perencanaan yang tepat dan tabungan haji yang sesuai, persiapan ibadah haji dapat dilakukan dengan lebih tenang dan terarah.
Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu Anda merencanakan perjalanan haji sejak dini!
Bagikan Berita