5 Februari 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Melanjutkan studi S2 atau S3 dengan beasiswa penuh tentu menjadi impian banyak orang. Apalagi jika beasiswa tersebut menanggung biaya kuliah hingga kebutuhan hidup selama studi. Nah, salah satu program paling bergengsi di Indonesia adalah Beasiswa LPDP 2026.
Memasuki tahun 2026, LPDP menghadirkan sejumlah pembaruan kebijakan yang selaras dengan prioritas pembangunan nasional. Fokusnya kini semakin strategis, terutama pada bidang teknologi, kesehatan, hingga energi hijau. Artinya, peluang terbuka lebar bagi Anda yang ingin berkontribusi nyata bagi Indonesia.
Lalu, bagaimana jadwal pendaftarannya? Apa saja syarat terbaru Beasiswa LPDP 2026? Dan bagaimana tips agar lolos seleksi? Simak penjelasan lengkap berikut ini sampai tuntas!
Beasiswa LPDP adalah program pendanaan pendidikan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Program ini membiayai studi Magister (S2) dan Doktor (S3) bagi Warga Negara Indonesia di perguruan tinggi terbaik, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Pada 2026, LPDP menyelaraskan pendanaan dengan arah pembangunan nasional. Beberapa bidang prioritas meliputi:
Hilirisasi industri dan teknologi (STEM).
Ketahanan pangan dan energi hijau.
Kesehatan, khususnya dokter spesialis dan subspesialis.
Pariwisata dan ekonomi kreatif.
Jika bidang studi termasuk dalam sektor strategis tersebut, peluang bisa semakin besar.
LPDP membuka pendaftaran dalam dua tahap setiap tahun. Sebagai gambaran, berikut ini jadwal lengkap pendaftaraan beasiswa LPDP 2026:
Bagi yang ingin mulai kuliah paling cepat Juli 2026, berikut jadwal pentingnya:
Pendaftaran Online: 22 Januari – 23 Februari 2026
Seleksi Administrasi: 24 Februari – 12 Maret 2026
Pengumuman Administrasi: 13 Maret 2026
Seleksi Bakat Skolastik (SBS): 15 – 28 April 2026
Seleksi Substansi (Wawancara): 4 Mei – 12 Juni 2026
Pengumuman Akhir: 22 Juni 2026
Untuk tahap ke-2 kemungkinan jadwal seleksi baru keluar sekitar bulan Juni hingga Juli 2026. Anda bisa memanfaatkan untuk mempersiapkan syarat pendaftaran dari sekarang agar peluang lolos tembus LPDP bisa lebih matang.
Khusus tahap ke-2 ini, pengumuman akhir pada November 2026 dan mulai perkuliahan pada awal tahun depan atau sekitar Januari 2027.
Pastikan Anda menyesuaikan timeline kampus tujuan agar tidak terlambat mendaftar, ya!
Seleksi Beasiswa LPDP 2026 terdiri dari tiga tahap utama. Setiap tahap bersifat gugur, sehingga persiapan harus dilakukan secara serius dan menyeluruh.
Tahap pertama adalah seleksi administrasi. Proses ini dilakukan melalui verifikasi dokumen yang diunggah pada sistem pendaftaran. Jika terdapat kesalahan atau dokumen tidak sesuai ketentuan, pendaftar akan langsung dinyatakan tidak lolos.
Agar aman di tahap ini, pastikan:
Data diri konsisten dengan KTP, ijazah, dan dokumen lain.
Dokumen diunggah dalam format dan ukuran yang sesuai.
Scan dokumen jelas dan tidak terpotong.
Tidak ada kesalahan penulisan nama, tanggal lahir, atau nomor identitas.
Kesalahan kecil seperti salah unggah file atau sertifikat kedaluwarsa bisa berakibat fatal. Karena itu, lakukan pengecekan berulang sebelum menekan tombol submit.
Peserta yang lolos administrasi akan mengikuti Seleksi Bakat Skolastik (SBS). Tes ini bertujuan mengukur kemampuan berpikir kritis dan logis calon penerima beasiswa.
Materi yang diujikan meliputi:
Penalaran verbal
Penalaran kuantitatif
Pemecahan masalah
Nilai SBS menjadi salah satu komponen penting dalam penilaian akhir. Oleh karena itu, latihan soal dan manajemen waktu sangat disarankan.
Perlu diketahui, pendaftar yang telah memiliki LoA Unconditional dari perguruan tinggi yang termasuk daftar LPDP dapat langsung melanjutkan ke tahap wawancara tanpa mengikuti SBS.
Tahap terakhir adalah Seleksi Substansi atau wawancara. Inilah fase penentu kelulusan akhir.
Panel pewawancara biasanya terdiri atas akademisi, psikolog, dan tokoh profesional. Mereka akan menggali lebih dalam mengenai:
Konsistensi isi esai
Integritas dan kepribadian
Wawasan kebangsaan
Kematangan rencana studi
Rencana kontribusi nyata setelah lulus
Pada seleksi 2026, isu komitmen kembali ke Indonesia menjadi perhatian utama. Pewawancara akan menilai seberapa realistis dan terukur rencana kontribusi bagi bangsa.
Jawaban yang terlalu normatif tanpa strategi konkret berpotensi dinilai kurang kuat. Karena itu, siapkan rencana kontribusi yang spesifik, relevan dengan bidang studi, dan sesuai kebutuhan Indonesia.
LPDP membagi program beasiswa ke dalam empat kategori besar. Berikut ini penjelasannya agar bisa memilih jalur yang paling sesuai dengan latar belakang dan tujuan studi:
Program Umum merupakan kategori beasiswa yang dapat diikuti oleh masyarakat luas selama memenuhi persyaratan. Tujuannya adalah mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Terdapat tiga jenis dalam Program Umum:
Beasiswa Reguler: Jalur paling umum dan paling banyak diminati dalam seleksi LPDP.
Beasiswa PTUD (Perguruan Tinggi Utama Dunia): Ditujukan bagi pendaftar yang telah memiliki LoA Unconditional dari kampus top dunia yang masuk daftar LPDP.
Beasiswa Parsial (Co-Funding): Skema pendanaan bersama antara LPDP dan penerima atau pihak lain untuk meningkatkan peluang pembiayaan studi.
Program Afirmasi bertujuan untuk memperluas akses pendidikan tinggi dan menciptakan pemerataan kesempatan belajar bagi kelompok tertentu.
Program ini diperuntukkan bagi:
Putra-putri Papua
Pendaftar dari daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar)
Penerima bantuan sosial atau alumni program afirmasi pendidikan
Penyandang disabilitas
Melalui skema ini, LPDP berupaya memastikan bahwa kesempatan pendidikan berkualitas dapat dirasakan secara lebih merata.
Sesuai namanya, Program Targeted ditujukan untuk kelompok profesi atau bidang tertentu yang dianggap strategis bagi pembangunan nasional.
Beberapa di antaranya meliputi:
PNS, TNI, dan Polri
Program kewirausahaan
Pendidikan kader ulama
Dokter spesialis dan subspesialis (menjadi prioritas utama pada 2026)
Kategori ini biasanya memiliki ketentuan tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan instansi atau sektor terkait.
Program Double Degree dan Joint Degree adalah skema beasiswa LPDP yang memungkinkan penerima menempuh studi di dua perguruan tinggi berbeda dalam satu periode pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.
Double Degree adalah program yang menghasilkan dua gelar akademis sekaligus dari dua perguruan tinggi berbeda dalam satu masa studi. Sementara itu, Joint Degree merupakan kerja sama dua perguruan tinggi yang menerbitkan satu gelar bersama.
Durasi pendanaan maksimal adalah:
24 bulan untuk Magister (S2)
48 bulan untuk Doktor (S3)
Program ini umumnya ditujukan untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM, termasuk dosen dan tenaga kependidikan.
Untuk mengajukannya, pendaftar wajib melampirkan Letter of Acceptance (LoA) yang menyatakan bahwa program tersebut merupakan skema double atau joint degree.
Agar tidak gugur di tahap awal, perhatikan syarat berikut:
Berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
Tidak sedang menempuh studi pada jenjang yang sama.
Pendaftar S3 dari D4/S1 wajib memiliki LoA Unconditional.
Batas Usia (per 31 Desember 2026):
- S2 Reguler: maksimal 35 tahun
- S3 Reguler: maksimal 40 tahun
- PNS/TNI/Polri: S2 maksimal 37 tahun, S3 maksimal 42 tahun
- Disabilitas/3T: S2 maksimal 42 tahun, S3 maksimal 47 tahun
Syarat IPK:
- S2: minimal 3,00
- S3: minimal 3,25
Sertifikat bahasa Inggris maksimal berusia dua tahun dan masih berlaku dengan ketentuan sebagai berikut:
- Untuk Magister Luar Negeri: TOEFL iBT 80, IELTS 6,5, atau PTE 58
- Untuk Doktor Luar Negeri: TOEFL iBT 80, IELTS 6,5, atau PTE 58
Skor dalam negeri umumnya lebih rendah dibanding luar negeri.
Mengumpulkan dokumen, yang meliputi:
- LoA (Unconditional atau Conditional).
- Esai komitmen kembali dan rencana kontribusi.
- Surat rekomendasi akademisi atau tokoh masyarakat.
Salah satu alasan Beasiswa LPDP 2026 sangat diminati adalah karena sifatnya fully funded. Setelah diterima, Anda bisa mendapatkan manfaat sebagai berikut:
Dibayarkan langsung ke kampus, meliputi:
Biaya pendaftaran
SPP (tuition fee)
Tunjangan buku
Biaya penelitian tesis/disertasi
Seminar dan publikasi jurnal internasional
Komponen ini diberikan kepada penerima beasiswa, yang mencakup:
Tiket pesawat pulang-pergi
Biaya visa (luar negeri)
Asuransi kesehatan
Biaya hidup bulanan (disesuaikan kota tujuan)
Tunjangan kedatangan
Tunjangan keluarga (khusus S3)
Besaran living allowance berbeda-beda tergantung lokasi studi.
Menjadi penerima Beasiswa LPDP bukan hanya soal mendapatkan pendanaan, tetapi juga komitmen jangka panjang.
Beberapa ketentuan penting yang harus dipatuhi:
Alumni wajib kembali ke Indonesia dan mengabdi dengan ketentuan: 2 kali masa studi + 1 tahun. Misalnya, jika masa studi 2 tahun, maka kewajiban kembali adalah 5 tahun.
Apabila melanggar kewajiban kembali atau tidak memenuhi kontrak, penerima beasiswa wajib mengembalikan seluruh dana yang telah diterima beserta denda sesuai ketentuan.
Penerima tidak diperbolehkan menerima beasiswa lain untuk komponen yang sudah dibiayai LPDP, seperti SPP atau biaya hidup.
Perpanjangan masa studi semakin selektif dan umumnya hanya disetujui dalam kondisi tertentu, seperti keadaan darurat atau force majeure.
Sebaiknya, Anda pahami aturan ini sejak awal akan membantu mengambil keputusan dengan penuh tanggung jawab.
Agar peluang lolos semakin besar, berikut beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
Mulai persiapan dokumen jauh sebelum pendaftaran dibuka.
Ambil tes bahasa Inggris lebih awal untuk mengantisipasi skor yang belum memenuhi syarat.
Susun esai yang autentik, personal, dan memiliki rencana kontribusi terukur.
Latihan soal Seleksi Bakat Skolastik secara rutin.
Pelajari isu nasional yang relevan dengan bidang studi yang Anda pilih.
Pastikan memilih kampus dan program studi yang linear dengan latar belakang pendidikan.
Ingatlah bahwa konsistensi antara latar belakang, pilihan studi, dan rencana kontribusi adalah kunci utama. Jadi, pastikan Anda sudah memenuhi ketentuan ini sejak awal agar pendaftaran bisa lebih lancar, ya!
Beasiswa LPDP 2026 memang peluang emas untuk melanjutkan studi S2 atau S3 dengan dukungan penuh dari negara.
Namun, proses persiapan tetap membutuhkan perencanaan finansial yang matang, misalnya untuk tes bahasa, pengurusan dokumen, atau biaya pendaftaran kampus.
Agar rencana pendidikan lebih terarah, Anda dapat menyiapkan tabungan khusus melalui fasilitas perbankan seperti Tabungan Berkah Rencana iB dari Bank Mega Syariah. Produk simpanan ini menawarkan setoran awal dan setoran bulanan ringan mulai dari Rp100 ribu.
Menariknya, jangka waktu penempatan dana bisa diatur fleksibel, mulai dari 6 bulan hingga 18 tahun. Jadi, baik Anda menargetkan kuliah tahun depan maupun beberapa tahun ke depan, perencanaan tetap bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Untuk informasi lebih lengkap, silakan kunjungi website resmi Bank Mega Syariah atau langsung datang ke kantor cabang terdekat.
Semoga informasi ini membantu dan membuka jalan Anda meraih Beasiswa LPDP 2026. Persiapkan diri sejak sekarang, karena kesempatan besar selalu datang bagi mereka yang siap!
Bagikan Berita