14 Juli 2025 | Tim Bank Mega Syariah
Data breach merupakan ancaman yang semakin sering terjadi di Era Digital seperti sekarang ini. Data breach atau pelanggaran data adalah kondisi di mana data pribadi atau informasi sensitif berhasil diakses, dicuri, atau disebarluaskan oleh pihak yang tidak berwenang.
Hal ini dapat terjadi akibat kelemahan sistem keamanan, serangan siber, atau bahkan kelalaian pengguna. Ketika informasi penting seperti identitas, data keuangan, atau kata sandi Anda bocor ke tangan yang salah, maka dampaknya bisa sangat merugikan.
Apakah hanya sebatas kehilangan data saja? Tentu saja tidak. Lalu, seperti apa contoh pelanggaran data yang membahayakan dan bagaimana cara mencegahnya? Mari simak penjelasan selengkapnya berikut ini.
Mengacu pada penjelasan dari International Business Machines (IBM), pelanggaran data atau data breach adalah insiden keamanan ketika pihak yang tidak berwenang berhasil mengakses informasi sensitif atau bersifat rahasia.
Informasi ini bisa mencakup data pribadi seperti nomor jaminan sosial, informasi rekening bank, dan data medis, hingga data internal perusahaan seperti catatan pelanggan, kekayaan intelektual, maupun laporan keuangan.
Perlu Anda ketahui, tidak semua serangan digital tergolong sebagai data breach. Misalnya, serangan Distributed Denial-of-Service (DDoS) yang hanya membanjiri lalu lintas situs web bukan termasuk pelanggaran data.
Namun, jika sebuah serangan ransomware berhasil mengunci akses terhadap data pelanggan dan mengancam untuk menyebarkannya kecuali tebusan dibayar, itu merupakan bentuk nyata dari data breach.
Bahkan pencurian perangkat fisik seperti hard drive, USB, atau dokumen cetak yang menyimpan data penting juga masuk kategori pelanggaran data. Dampak dari insiden semacam ini sangat besar bagi bisnis, mulai dari kerugian finansial hingga rusaknya kepercayaan publik terhadap reputasi perusahaan Anda.
Untuk memahami seberapa besar ancaman data breach, Anda perlu mengetahui berbagai pendekatan yang digunakan oleh para peretas. Dengan memahami metode ini, Anda bisa lebih waspada dan mengetahui langkah pencegahannya.
Phishing adalah salah satu bentuk serangan siber yang dilakukan dengan cara memanipulasi psikologis korban. Tujuannya adalah untuk membuat pengguna menyerahkan data pribadi mereka secara sukarela, seperti kata sandi, informasi kartu kredit, atau data login penting lainnya.
Pelaku phishing biasanya menyamar sebagai pihak yang terlihat sah, seperti bank, instansi pemerintah, atau perusahaan terpercaya, melalui email, pesan teks, atau situs web palsu. Karena tampak meyakinkan, banyak pengguna yang tertipu dan memberikan data sensitif tanpa menyadari risikonya.
Para peretas sering memanfaatkan software ilegal untuk membobol sistem keamanan, salah satunya dengan menebak kata sandi perangkat Anda. Teknik ini bekerja dengan mencoba berbagai kombinasi kemungkinan kata sandi secara otomatis hingga menemukan yang benar.
Meskipun metode ini dulunya membutuhkan waktu yang cukup lama, kini kecepatan komputer yang semakin tinggi membuat prosesnya jauh lebih cepat.
Tak hanya itu, pelaku juga bisa menginfeksi perangkat lain dengan malware guna mempercepat pencurian data. Jika kata sandi Anda lemah, peretas bahkan bisa membobolnya hanya dalam hitungan detik.
Salah satu metode yang sering digunakan dalam pelanggaran data adalah melalui penyebaran malware. Apa itu malware? Bisa dikatakan malware adalah perangkat lunak yang dirancang untuk merusak jaringan atau sistem komputer.
Sistem operasi, perangkat lunak, perangkat keras, hingga jaringan dan server yang digunakan oleh pengguna tidak luput dari potensi celah keamanan. Celah inilah yang dimanfaatkan oleh penjahat siber untuk menyisipkan malware ke dalam sistem tanpa disadari.
Ada berbagai jenis malware yang perlu Anda waspadai, namun spyware menjadi salah satu yang paling umum digunakan. Alasannya, spyware mampu mengumpulkan data pribadi secara diam-diam tanpa terdeteksi oleh sistem maupun pengguna, sehingga sangat efektif untuk aksi pencurian data.
Apabila sudah terlanjur data yang Anda miliki terdeteksi pelanggaran, maka berikut ini upaya yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi pelanggaran data.
Ketika perusahaan Anda mengalami data breach, penting untuk segera berpikir kritis dan mengevaluasi kemungkinan jenis data apa saja yang telah dicuri oleh peretas.
Identifikasi bagian sistem yang terdampak, lalu secepat mungkin lakukan isolasi terhadap sistem atau jaringan yang sudah berhasil diakses oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Langkah ini penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dan memberi waktu bagi tim keamanan untuk menganalisis serangan.
Setelah itu, perusahaan perlu mulai membangun kembali infrastruktur sistem yang lebih kuat dan kompleks, agar mampu menangkal potensi serangan serupa di masa depan dan menjaga kepercayaan pelanggan tetap terjaga.
Namun bila yang menjadi target serangan adalah rekening keuangan usaha Anda, maka langkah penting yang harus dilakukan adalah melakukan skrining secara berkala terhadap seluruh aktivitas keuangan.
Tinjau secara menyeluruh riwayat transaksi debit dan kredit, serta periksa laporan keuangan lainnya untuk mendeteksi adanya aktivitas mencurigakan sekecil apa pun.
Dengan pemantauan rutin, Anda dapat segera mengetahui adanya potensi penyalahgunaan dana dan mengambil tindakan cepat sebelum kerugian semakin besar. Langkah ini juga membantu memperkuat sistem pengawasan internal dalam menjaga stabilitas finansial bisnis Anda.
Berikut ini langkah dan upaya untuk mencegah terjadinya pelanggaran data, antara lain sebagai berikut.
Bagi perusahaan, sangat disarankan untuk menggunakan perangkat lunak keamanan yang berkualitas tinggi. Pastikan seluruh sistem telah terinstal software yang dilengkapi dengan fitur anti-malware dan antivirus terpercaya.
Selain itu, lakukan pengecekan keamanan secara rutin menggunakan bantuan third-party software untuk memastikan tidak ada celah yang bisa dimanfaatkan peretas. Langkah ini akan membantu menjaga sistem tetap aman dari serangan siber yang semakin canggih.
Salah satu penyebab umum terjadinya pelanggaran data adalah penggunaan kata sandi yang lemah, sehingga memudahkan pelaku untuk membobol sistem dan mencuri kredensial pengguna.
Untuk menghindarinya, gunakan kata sandi yang kuat dan kompleks, serta hindari penggunaan pola yang mudah ditebak. Anda juga dapat mempertimbangkan penggunaan pengelola kata sandi (password manager) agar seluruh akun perusahaan memiliki perlindungan yang lebih baik dan lebih mudah dikelola.
Manfaatkan seluruh fitur keamanan yang tersedia pada perangkat lunak atau aplikasi yang Anda gunakan, salah satunya adalah autentikasi dua faktor (Two-Factor Authentication atai 2FA).
Dengan mengaktifkan fitur ini, setiap kali Anda ingin mengakses akun, tidak cukup hanya memasukkan kata sandi. Anda juga harus memasukkan kode verifikasi unik yang dikirim secara real-time ke ponsel Anda.
Sistem ini membuat akun jauh lebih aman, karena meskipun kata sandi diketahui oleh pihak tidak bertanggung jawab, mereka tetap tidak bisa masuk tanpa kode autentikasi yang selalu berubah secara berkala.
Langkah penting lain untuk menghindari dampak serius dari pelanggaran data adalah melakukan pencadangan file atau dokumen secara rutin. Dengan melakukan backup secara berkala, Anda dapat meminimalisir risiko kehilangan data akibat serangan siber.
Pastikan untuk melakukan pembersihan menyeluruh pada hard drive secara berkala agar sistem tetap optimal. Khusus untuk pengguna smartphone, Anda bisa memanfaatkan teknologi cloud storage sebagai solusi praktis dan aman untuk menyimpan data penting secara online.
Sebaiknya Anda hanya mengakses alamat situs web atau URL yang terjamin keamanannya. URL yang aman umumnya diawali dengan protokol HTTPS, yang menandakan bahwa data yang dikirimkan telah dienkripsi.
Pastikan Anda hanya mengunjungi situs dari sumber yang terpercaya dan kredibel. Sebagai langkah pencegahan, hindari mengklik tautan yang berasal dari email atau pesan yang mencurigakan dan belum jelas keasliannya, karena bisa saja menjadi pintu masuk bagi upaya pencurian data.
Pelanggaran data tidak selalu terjadi karena kesalahan sistem, namun juga bisa disebabkan oleh kelalaian manusia. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mengadakan pelatihan dan edukasi rutin bagi tim IT agar mereka memiliki pemahaman mendalam mengenai keamanan siber.
Salah satu langkah pencegahan yang perlu dilakukan adalah menerapkan penggunaan kata sandi yang kuat di seluruh sistem digital perusahaan, serta menjadwalkan pergantian kata sandi secara berkala. Dengan memiliki tim yang tanggap dan sistem yang disiplin, potensi kebocoran data bisa diminimalkan secara signifikan.
Khusus aplikasi atau sistem keuangan digital, sangat dianjurkan untuk menggunakan sistem keamanan biometrik untuk memberikan proteksi tambahan akun keuangan digital Anda.
Misalnya melalui fitur fingerprint (sidik jari) atau face ID (pendeteksi wajah) untuk mengonfirmasi setiap aktivitas dan transaksi melalui platform finansial digital.
Bersyukurnya aplikasi mobile banking M-Syariah memiliki seluruh sistem keamanan itu. Selain sistem keamanan biometrik, terdapat juga sistem keamanan password, PIN dan kode OTP.
Yuk, download aplikasi M-Syariah untuk proteksi transaksi keuangan digital!
Bagikan Berita