16 Januari 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Menjelang datangnya bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan untuk mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun fisik. Salah satu cara terbaik yang diajarkan Rasulullah SAW adalah dengan memperbanyak ibadah di bulan Syaban, terutama puasa sunnah.
Syaban memiliki kedudukan yang istimewa dalam Islam. Di bulan inilah Rasulullah SAW dikenal memperbanyak puasa dan amalan kebaikan lainnya. Puasa Syaban bukan sekadar ibadah tambahan, melainkan sarana latihan agar tubuh dan jiwa lebih siap menjalani puasa Ramadan dengan optimal.
Lantas, kapan puasa Syaban 2026 dimulai? Apa saja jenis puasa sunnah yang bisa dilakukan, serta bagaimana niatnya? Berikut ulasan lengkap mengenai puasa Syaban 2026, mulai dari jadwal, dalil, hingga keutamaannya.
Bulan Syaban merupakan bulan ke-8 dalam kalender Hijriah dan menjadi penghubung langsung menuju Ramadan. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama RI, Syaban 1447 Hijriah diperkirakan dimulai pada Selasa, 20 Januari 2026, dan berakhir pada 18 Februari 2026, bergantung pada hasil rukyat.
Sementara itu, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026. Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 2026 jatuh pada 18 Februari, sedangkan pemerintah akan menetapkannya melalui Sidang Isbat yang dijadwalkan pada 17 Februari 2026.
Dengan rentang waktu sekitar satu bulan, Syaban menjadi momentum strategis untuk membangun konsistensi ibadah sebelum memasuki bulan Ramadan.
Pada dasarnya, tidak ada ketentuan khusus mengenai tanggal tertentu untuk puasa Syaban. Umat Islam diperbolehkan melaksanakan puasa sunnah kapan saja sepanjang bulan Syaban. Namun, beberapa jenis puasa sunnah berikut paling sering diamalkan.
Puasa Senin-Kamis dapat dilakukan selama bulan Syaban. Berikut jadwalnya:
Kamis, 22 Januari 2026 (3 Syaban)
Senin, 26 Januari 2026 (5 Syaban)
Kamis, 29 Januari 2026 (10 Syaban)
Senin, 2 Februari 2026 (14 Syaban)
Kamis, 5 Februari 2026 (17 Syaban)
Senin, 9 Februari 2026 (21 Syaban)
Kamis, 12 Februari 2026 (23 Syaban)
Senin, 16 Februari 2026 (28 Syaban)
Adapun niat puasa Senin dan Kamis adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ / الْخَمِيسِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya:
“Saya berniat puasa sunnah hari Senin/Kamis karena Allah Ta‘ala.”
Puasa Ayyamul Bidh dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 Syaban, yaitu:
1 Februari 2026 (13 Syaban)
2 Februari 2026 (14 Syaban)
3 Februari 2026 (15 Syaban)
Puasa Nisfu Syaban dikerjakan pada 15 Syaban, yang bertepatan dengan 3 Februari 2026. Puasa ini dilakukan pada siang hari setelah menghidupkan malam Nisfu Syaban dengan ibadah.
Untuk niat puasa Nisfu Syaban bisa dibaca berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ فِي النِّصْفِ الشَّعْبَانِ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya:
“Saya berniat puasa sunnah Nisfu Syaban karena Allah Ta‘ala.”
Puasa sunnah di bulan Syaban memiliki dasar yang kuat dalam hadis sahih. Dari Aisyah ra., beliau berkata:
“Aku tidak pernah melihat Nabi saw. memperbanyak puasa selain di bulan Syaban.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah saw. memberikan perhatian khusus pada bulan Syaban dengan memperbanyak puasa sunnah. Bahkan dalam riwayat lain disebutkan bahwa beliau hampir berpuasa penuh selama bulan Syaban, kecuali beberapa hari saja.
Selain itu, Syaban juga dikenal sebagai bulan diangkatnya amal-amal manusia kepada Allah Swt., sehingga memperbanyak ibadah, termasuk puasa, menjadi kesempatan besar untuk meraih rida dan ampunan-Nya.
Berikut ini beberapa keutamaan puasa Syaban:
Puasa Syaban merupakan salah satu amalan yang paling sering dilakukan Rasulullah saw. Selain hadis Aisyah ra., Ummu Salamah ra. juga meriwayatkan bahwa Nabi saw. berpuasa dua bulan berturut-turut, yaitu Syaban dan Ramadan (HR. Tirmidzi dan Nasa’i).
Hal ini menegaskan bahwa puasa Syaban adalah sunnah yang sangat dianjurkan dan bernilai ibadah tinggi.
Puasa di bulan Syaban berfungsi sebagai latihan sebelum memasuki Ramadan. Dengan membiasakan diri berpuasa lebih awal, tubuh dan mental tidak kaget saat menjalani puasa wajib selama satu bulan penuh. Ritme ibadah pun menjadi lebih stabil dan konsisten.
Syaban adalah waktu diangkatnya amal-amal kepada Allah Swt. Oleh karena itu, memperbanyak puasa dan amal saleh di bulan ini menjadi momen penting untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki niat, serta memohon ampunan sebelum datangnya Ramadan.
Bulan Syaban menjadi penghubung antara Rajab dan Ramadan. Dengan berpuasa sunnah di bulan ini, seorang Muslim dapat menjaga konsistensi ibadah sepanjang tahun, sehingga tidak memulai Ramadan dari nol, tetapi sudah dalam kondisi siap lahir dan batin.
Puasa sunnah di bulan Syaban melatih seorang Muslim untuk bersabar dan ikhlas dalam menahan hawa nafsu serta godaan duniawi. Latihan spiritual ini membantu membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Dalam berbagai hadis disebutkan bahwa puasa dapat menghapus dosa-dosa kecil. Melaksanakan puasa sunnah di bulan Syaban menjadi kesempatan untuk membersihkan diri dari kesalahan masa lalu sebelum memasuki bulan penuh ampunan, yaitu Ramadan.
Menahan lapar dan haus saat berpuasa mengajarkan seorang Muslim untuk lebih menghargai nikmat Allah SWT. yang sering dianggap biasa. Dengan memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban, rasa syukur dan kedekatan dengan Allah pun semakin kuat.
Puasa Syaban 2026 menjadi salah satu amalan sunah yang sangat dianjurkan sebagai persiapan menuju Ramadan. Dengan memahami jadwal, niat, serta keutamaannya, umat Islam dapat memaksimalkan bulan Syaban sebagai momen latihan ibadah dan peningkatan spiritual.
Untuk mendukung ibadah Anda selama bulan Syaban, Bank Mega Syariah menyediakan berbagai layanan yang memudahkan Anda untuk beribadah melalui fitur Donasi dan Amal.
Anda dapat menunaikan Donasi, Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf melalui aplikasi mobile banking, M-Syariah. Bank Mega Syariah memiliki banyak pilihan mitra yang terpercaya untuk menyalurkan ZISWAF Anda.
Dengan segala kemudahan dan keuntungannya, jangan ragu untuk berbagi kepada sesama, ya!
Semoga informasi ini bermanfaat.
Bagikan Berita