2 Januari 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang paling dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Selain sebagai waktu untuk meningkatkan ibadah, Ramadan juga menjadi momentum memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, dan menebar kebaikan.
Tak heran jika menjelang pergantian tahun, banyak masyarakat mulai mencari informasi mengenai perkiraan jadwal puasa Ramadan.
Mengetahui jadwal awal puasa sejak dini dapat membantu Anda mempersiapkan diri dengan lebih matang, baik dari sisi ibadah, kesehatan, pekerjaan, hingga keuangan. Apalagi, penetapan awal Ramadan di Indonesia biasanya merujuk pada beberapa metode yang digunakan oleh Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), serta pemerintah melalui Kementerian Agama.
Lantas, kapan puasa Ramadan 2026 dimulai? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Secara umum, awal Ramadan ditentukan berdasarkan peredaran bulan (hisab dan rukyat). Perbedaan metode inilah yang terkadang membuat awal puasa antara organisasi Islam dan pemerintah bisa berbeda satu hari.
Berikut perkiraan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah menurut masing-masing otoritas.
Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi telah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal yang selama ini menjadi pedoman Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Keputusan tersebut tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang dirilis di Yogyakarta pada 22 September 2025. Dalam maklumat itu dijelaskan bahwa posisi bulan telah memenuhi syarat wujudul hilal, sehingga bulan Ramadan dapat dimulai pada tanggal tersebut.
Selain itu, Muhammadiyah juga menetapkan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau 1 Syawal jatuh pada Jumat Legi, 20 Maret 2026. Penetapan ini mengacu pada prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal, hasil Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah di Pekalongan tahun 2024.
Berdasarkan perhitungan tersebut, ijtimak atau konjungsi terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026, namun awal bulan baru dimulai setelah matahari terbenam keesokan harinya.
Berbeda dengan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode rukyatul hilal atau pengamatan langsung terhadap hilal. Oleh karena itu, NU belum menetapkan secara resmi tanggal awal puasa Ramadan 2026.
Biasanya, NU akan menunggu hasil rukyat pada tanggal 29 Syakban 1447 Hijriah. Jika hilal terlihat, maka puasa dimulai keesokan harinya. Jika tidak terlihat, maka bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari.
Meski demikian, secara astronomis, awal Ramadan versi NU diperkirakan berpotensi jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026, tergantung hasil rukyat di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) juga belum menetapkan secara resmi awal puasa Ramadan 1447 Hijriah. Namun, berdasarkan kalender Hijriah 1447 H yang diterbitkan oleh Kemenag melalui Kantor Wilayah Provinsi Aceh, awal Ramadan diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Perlu diketahui, tanggal tersebut masih bersifat perkiraan. Pemerintah akan tetap melaksanakan sidang isbat setelah pemantauan hilal pada akhir bulan Syakban untuk menentukan awal puasa secara resmi. Hasil sidang isbat inilah yang nantinya menjadi acuan nasional.
Mengetahui perkiraan jadwal puasa Ramadan lebih awal memberikan banyak manfaat. Persiapan yang matang dapat membantu Anda menjalani ibadah dengan lebih optimal dan khusyuk. Berikut beberapa hal penting yang bisa Anda lakukan untuk menyambut Ramadan.
Lakukan perencanaan ibadah sejak dini. Anda dapat mulai menyusun target ibadah, seperti jadwal khatam Al-Qur’an, konsistensi salat tarawih, hingga memperbanyak amalan sunnah. Dengan perencanaan yang jelas, ibadah Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga lebih terarah.
Atur jadwal pekerjaan dan aktivitas harian. Bagi Anda yang bekerja, mengetahui awal Ramadan membantu dalam mengatur waktu kerja, rapat, serta tenggat tugas agar tetap seimbang dengan waktu ibadah dan istirahat.
Perhatikan persiapan kesehatan. Tubuh membutuhkan adaptasi saat memasuki bulan puasa. Mulailah mengatur pola makan, mengurangi konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, serta membiasakan tidur lebih teratur agar tubuh tidak kaget saat berpuasa.
Siapkan perencanaan keuangan. Ramadan identik dengan meningkatnya pengeluaran, mulai dari kebutuhan berbuka, sahur, zakat, sedekah, hingga persiapan Idulfitri. Dengan perencanaan finansial yang baik, Anda dapat menjalani Ramadan dengan lebih tenang dan terkontrol.
Untuk mendukung ibadah Anda selama bulan Ramadan, Bank Mega Syariah menghadirkan berbagai program dan kegiatan yang dapat membantu Anda menjalani bulan suci dengan lebih bermakna. Mulai dari kajian Ramadan, i’tikaf bersama, hingga berbagai aktivitas keislaman lainnya yang dirancang untuk memperkuat spiritualitas.
Selain itu, Bank Mega Syariah juga menyediakan layanan yang memudahkan Anda dalam beribadah dan berbagi kebaikan melalui fitur Donasi dan Amal. Tersedia beragam mitra terpercaya untuk menyalurkan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf) secara praktis dan tepat sasaran.
Anda dapat menunaikan donasi, zakat, infaq, sedekah, dan wakaf dengan mudah melalui aplikasi mobile banking M-Syariah, kapan saja dan di mana saja. Dengan kemudahan ini, ibadah berbagi di bulan Ramadan menjadi lebih efisien dan aman.
Semoga informasi mengenai perkiraan jadwal puasa Ramadan 2026 ini bermanfaat dan membantu Anda dalam mempersiapkan diri menyambut bulan suci. Semoga Ramadan tahun depan membawa keberkahan, ketenangan, dan kebaikan bagi kita semua.
Bagikan Berita