20 Februari 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Ramadan sering identik dengan puasa, salat tarawih, dan tadarus Al-Qur’an. Tak heran jika sebagian wanita merasa sedih atau minder ketika haid datang di bulan suci ini. Padahal, yuk kita luruskan bersama mindset-nya dan simak amalan wanita saat haid di Ramadan yang tetap bernilai pahala besar dan penuh keberkahan.
Sering kali wanita merasa “kehilangan momen” Ramadan karena tidak bisa berpuasa dan salat. Perasaan ini wajar, tetapi penting untuk diingat bahwa haid bukan penghalang pahala, melainkan bagian dari ketetapan Allah bagi perempuan.
Rasulullah SAW menenangkan Aisyah RA ketika beliau bersedih karena haid saat berhaji dengan sabdanya, “Sesungguhnya ini adalah perkara yang telah Allah tetapkan bagi anak-anak wanita dari keturunan Adam.” (HR. Bukhari dan Muslim). Artinya, kondisi ini bukan aib atau kekurangan iman.
Dalam Islam, mematuhi larangan Allah juga merupakan bentuk ibadah. Saat wanita meninggalkan puasa dan shalat karena haid, ia justru sedang menaati perintah-Nya. Bahkan, niat baik yang terhalang udzur syar’i tetap bernilai pahala di sisi Allah.
Meskipun tidak menjalankan ibadah tertentu, ada banyak amalan “high value worship” yang sah dan berpahala besar bagi wanita haid.
Ini adalah salah satu amalan paling istimewa. Memberi makan orang yang berpuasa membuat wanita haid mendapatkan pahala setara dengan orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.
Rasulullah SAW bersabda, “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Tirmidzi).
Bentuknya bisa sangat sederhana, mulai dari memasak hidangan berbuka untuk keluarga, membagikan takjil di jalan atau masjid, mentraktir teman berbuka, hingga berdonasi secara online untuk paket iftar. Semua bernilai pahala besar di bulan Ramadan.
Wanita haid memang dilarang shalat, tetapi tidak pernah dilarang berdzikir. Dzikir adalah amalan ringan di lisan, namun berat di timbangan pahala.
Waktu-waktu terbaik untuk berdzikir antara lain saat sahur dan menjelang berbuka. Anda bisa memperbanyak istighfar, tahlil, atau tasbih seperti Subhanallah wa bihamdihi, Laa ilaha illallah, dan Astaghfirullah.
Rasulullah SAW bersabda bahwa dzikir adalah amalan paling suci dan paling baik di sisi Allah. Ini menunjukkan betapa besarnya keutamaan dzikir, termasuk bagi wanita yang sedang haid.
Doa tidak mensyaratkan suci dari hadas, sehingga wanita haid bebas berdoa kapan saja. Bahkan, Ramadan adalah bulan yang sarat dengan waktu mustajab.
Sepertiga malam terakhir dan momen menjelang berbuka adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk berdoa. Wanita haid bisa memanfaatkan waktu ini untuk mendoakan orang tua, pasangan, anak, dan umat Muslim secara umum. Setiap doa yang dipanjatkan dengan tulus akan diamini oleh malaikat.
Sedekah di bulan Ramadan memiliki keutamaan berlipat ganda. Rasulullah SAW dikenal sebagai pribadi yang paling dermawan, dan kedermawanannya semakin terlihat di bulan Ramadan.
Dalam konteks wanita, Rasulullah bahkan secara khusus menganjurkan kaum perempuan untuk memperbanyak sedekah sebagai pelindung dari api neraka. Sedekah tidak selalu berupa uang, tetapi juga bisa dalam bentuk makanan, pakaian layak pakai, bantuan tenaga, hingga senyum dan kebaikan kecil kepada sesama.
Menuntut ilmu adalah ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Wanita haid tetap bisa menghadiri majelis ilmu, baik secara langsung maupun daring.
Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Di era digital, pilihan menuntut ilmu semakin luas, mulai dari kajian online, podcast islami, hingga membaca buku sirah Nabi dan kitab-kitab keislaman.
Perlu dicatat, mayoritas ulama melarang wanita haid berdiam diri di ruang utama masjid. Namun, solusi yang aman adalah mengikuti kajian dari serambi masjid atau melalui platform online.
Masalah interaksi dengan Al-Qur’an saat haid termasuk ranah khilafiyah. Namun, ada amalan yang disepakati kebolehannya oleh para ulama.
Wanita haid boleh mendengarkan murottal Al-Qur’an dan membaca terjemahan atau tafsirnya. Aktivitas ini tetap menumbuhkan kedekatan dengan Al-Qur’an tanpa melanggar batasan syariat.
Untuk membaca lafaz Al-Qur’an, terdapat perbedaan pendapat ulama. Karena itu, pilihan paling aman adalah fokus pada mendengarkan dan memahami maknanya melalui terjemahan dan tafsir.
Menyiapkan sahur, membangunkan anggota keluarga, dan memastikan kebutuhan mereka terpenuhi adalah bentuk khidmah yang bernilai ibadah tinggi. Membantu suami dan anak-anak menjalankan ibadah dengan nyaman mendatangkan pahala kebaikan yang tidak kalah besar.
Dalam Islam, peran sosial dan pelayanan kepada keluarga tidak dipandang remeh. Justru, niat yang lurus menjadikannya bagian dari amal saleh.
Wanita haid tetap memiliki peluang besar meraih keutamaan Lailatul Qadr. Malam istimewa ini tidak hanya diisi dengan shalat malam, tetapi juga dengan doa, dzikir, dan muhasabah.
Pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, wanita haid dianjurkan untuk tetap terjaga, memperbanyak doa, dan berdzikir hingga menjelang Subuh. Salah satu doa utama yang dianjurkan Rasulullah adalah, “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘anni.”
Melakukan refleksi diri, memperbanyak istighfar, dan tobat nasuha juga menjadi amalan yang sangat bernilai. Dengan niat yang ikhlas, wanita haid tetap bisa meraih pahala Lailatul Qadr yang lebih baik dari seribu bulan.
Bulan Ramadan adalah momentum terbaik untuk memperbanyak amal kebaikan, termasuk sedekah yang pahalanya dilipatgandakan. Meski memiliki keterbatasan tertentu, setiap Muslim tetap memiliki banyak jalan untuk berbagi dan menebar manfaat bagi sesama.
Kini, menunaikan sedekah tidak lagi harus dilakukan secara langsung. Melalui aplikasi mobile banking M-Syariah dari Bank Mega Syariah, Anda dapat bersedekah secara online dengan mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah. Tersedia berbagai pilihan mitra terpercaya untuk menyalurkan sedekah, infaq, dan donasi sosial secara tepat sasaran.
Yuk, jadikan Ramadan lebih bermakna dengan memperbanyak sedekah kapan saja dan di mana saja. Bersama M-Syariah Bank Mega Syariah, setiap kebaikan yang Anda salurkan dapat menjadi pahala yang terus mengalir serta membawa keberkahan bagi diri sendiri dan orang lain.
Bagikan Berita