25 Mei 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Wisata religi kini juga bisa menikmati keindahan sejarah, budaya, dan arsitektur Islam yang luar biasa. Di berbagai belahan dunia, berdiri megah masjid-masjid dengan desain menakjubkan yang menjadi simbol kejayaan peradaban Islam lintas zaman.
Mulai dari masjid berlapis marmer putih di Timur Tengah hingga bangunan penuh cahaya warna-warni di Iran, setiap tempat ibadah memiliki cerita, filosofi, dan pesonanya sendiri.
Jika Anda sedang merencanakan perjalanan religi atau sekadar ingin menambah bucket list destinasi impian, yuk, simak daftar masjid terindah di dunia berikut ini!
Penasaran apa saja masjid terindah di dunia? Berikut ini daftar ini masjid terindah di dunia yang disusun berdasarkan sejumlah indikator terpercaya, seperti pengakuan UNESCO, penghargaan arsitektur internasional, rekor dunia, hingga nilai historis dan budaya yang menjadikan masjid tersebut diakui secara global:
Jika berbicara tentang masjid terindah di dunia, nama Masjid Agung Sheikh Zayed di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, hampir selalu masuk daftar teratas. Masjid ini merupakan simbol kemegahan arsitektur Islam modern yang memadukan unsur gaya Mamluk, Fatimiyah, dan Utsmaniyah dalam satu bangunan spektakuler.
Keindahan utamanya terletak pada dominasi marmer putih langka dari Macedonia yang membuat bangunan terlihat begitu elegan, terutama saat terkena cahaya matahari atau lampu malam hari.
Tak hanya indah, masjid ini juga memegang beberapa rekor dunia. Salah satunya adalah karpet rajut tangan terbesar di dunia yang dibuat oleh sekitar 1.200 pengrajin Iran. Di bagian dalam, Anda juga bisa menemukan chandelier raksasa berlapis emas 24 karat yang dihiasi jutaan kristal Swarovski.
Bagi wisatawan Muslim maupun non-Muslim, tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata di Dubai atau Abu Dhabi.
Berada di jantung Istanbul, Masjid Sultan Ahmed atau lebih dikenal sebagai Blue Mosque merupakan salah satu ikon wisata religi paling terkenal di Turki.
Masjid yang dibangun pada abad ke-17 ini masuk kawasan Situs Warisan Dunia UNESCO karena nilai sejarah dan arsitekturnya yang luar biasa. Ciri khas paling mencolok adalah enam menara tinggi yang mengelilingi bangunan utama dengan kubah bertingkat khas Kekaisaran Utsmaniyah.
Julukan “Blue Mosque” berasal dari interiornya yang dilapisi lebih dari 20.000 ubin keramik Iznik berwarna dominan biru. Menariknya lagi, pencahayaan alami dari sekitar 260 jendela kaca patri menciptakan suasana spiritual yang sangat tenang dan magis.
Tak heran jika masjid ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan saat menjelajahi Turki.
Masjid megah berikutnya berada di Casablanca, Maroko, yaitu Masjid Hassan II. Bangunan ini unik karena sebagian strukturnya dibangun menjorok ke atas Samudra Atlantik, menciptakan sensasi seolah sedang beribadah di atas lautan.
Keunggulan estetika masjid ini terlihat dari detail seni kriya khas Maroko yang sangat rumit dan artistik. Dinding penuh ukiran geometris, mozaik khas Moor, serta ornamen kayu ukir menjadikan setiap sudutnya tampak seperti karya seni.
Masjid Hassan II juga pernah memegang rekor menara tertinggi di dunia dengan ketinggian mencapai 210 meter. Menariknya, puncak menara dilengkapi laser yang diarahkan ke kiblat menuju Makkah.
Salah satu fitur futuristik yang membuat masjid ini begitu spesial adalah atap mekanisnya yang dapat terbuka secara otomatis.
Berbeda dari kebanyakan masjid Timur Tengah yang identik dengan warna biru dan emas, Masjid Nasir al-Mulk di Shiraz, Iran, justru tampil unik dengan dominasi warna merah muda.
Untuk itulah tempat ini populer dengan julukan Pink Mosque. Dibangun pada abad ke-19 di era Dinasti Qajar, masjid ini menjadi salah satu contoh arsitektur Islam paling artistik di dunia.
Pesona utama masjid ini muncul saat pagi hari. Cahaya matahari yang menembus kaca patri besar menciptakan pantulan warna-warni layaknya kaleidoskop di atas karpet Persia.
Pemandangan tersebut membuat banyak fotografer dunia memasukkan Pink Mosque sebagai salah satu lokasi religi paling fotogenik di dunia.
Jika kebanyakan masjid memiliki kubah besar sebagai identitas, Masjid Shah Faisal di Pakistan justru tampil sangat berbeda.
Dirancang oleh arsitek asal Turki, Vedat Dalokay, bangunan ini mengusung konsep modern berbentuk tenda Suku Badui tanpa kubah tradisional. Empat menara ramping menyerupai pensil menjulang di setiap sudut bangunan, menciptakan siluet futuristik yang sangat unik.
Masjid ini memenangkan Aga Khan Award for Architecture, penghargaan arsitektur bergengsi dunia Islam.
Lokasinya yang berada di kaki Bukit Margalla membuat panorama masjid terlihat semakin dramatis, terutama saat matahari terbenam.
Bagi umat Islam, Masjid Nabawi di Madinah bukan hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi.
Masjid ini awalnya dibangun langsung oleh Nabi Muhammad SAW dan terus mengalami pengembangan hingga menjadi salah satu kompleks masjid terbesar di dunia.
Area Raudhah menjadi pusat perhatian karena memiliki desain interior penuh kaligrafi indah serta nuansa sakral yang begitu kuat.
Namun, salah satu keajaiban arsitektur modern Masjid Nabawi terletak pada keberadaan sekitar 250 payung mekanik raksasa di pelatarannya. Payung ini dapat membuka dan menutup secara otomatis untuk melindungi jutaan jemaah dari panas ekstrem Arab Saudi.
Saat terbuka di pagi hari, pemandangan payung-payung raksasa tersebut menjadi salah satu momen paling ikonis yang selalu diburu wisatawan dan peziarah.
Agar perjalanan wisata religi Anda berjalan nyaman, ada beberapa hal penting yang perlu dipersiapkan, yaitu:
Perhatikan aturan berpakaian: Sebagian besar masjid besar dunia menerapkan aturan berpakaian sopan. Perempuan biasanya diwajibkan mengenakan pakaian tertutup dan penutup kepala.
Pilih waktu kunjungan yang tepat: Datang pada pagi atau sore hari biasanya lebih nyaman karena cuaca tidak terlalu panas dan pencahayaan lebih indah untuk menikmati arsitektur.
Hindari jam salat jika ingin eksplorasi lebih leluasa: Jika tujuan utama Anda adalah menikmati arsitektur atau mengambil foto, hindari waktu salat berjemaah karena area masjid biasanya jauh lebih ramai. Namun, bila ingin merasakan suasana spiritual yang mendalam, datang saat waktu salat justru menjadi pengalaman yang berkesan.
Pahami aturan fotografi: Tidak semua area masjid memperbolehkan pengambilan foto atau video, terutama di ruang ibadah tertentu. Selalu perhatikan papan informasi dan hindari penggunaan flash yang dapat mengganggu kekhusyukan jemaah.
Siapkan alas kaki yang praktis: Hampir semua masjid mengharuskan pengunjung melepas alas kaki sebelum masuk. Gunakan sandal atau sepatu yang mudah dilepas agar lebih praktis saat berpindah tempat.
Hormati etika dan budaya setempat: Jaga volume suara, hindari bercanda berlebihan, serta tetap menjaga sikap selama berada di area ibadah. Masjid bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga tempat umat Muslim beribadah dengan khusyuk.
Mengunjungi masjid terindah di dunia bukan hanya menghadirkan pengalaman visual yang memukau, tetapi juga membuka ruang refleksi spiritual yang lebih mendalam. Setiap masjid menyimpan kisah peradaban, keindahan seni Islam, hingga inovasi arsitektur yang luar biasa.
Mulai dari kemewahan marmer Sheikh Zayed Grand Mosque, kehangatan sejarah Blue Mosque, hingga ketenangan spiritual Masjid Nabawi, semuanya menawarkan pengalaman yang berbeda namun sama-sama membekas di hati.
Jika Anda berencana wisata religi ke Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, atau Qatar, pastikan metode transaksi Anda aman dan praktis selama di luar negeri.
Syariah Card bisa menjadi pilihan menarik bagi Anda yang ingin bertransaksi sesuai prinsip syariah saat bepergian. Kartu ini dapat digunakan di berbagai merchant internasional, mulai dari restoran, hotel, toko oleh-oleh, hingga atraksi wisata.
Menariknya, tersedia cashback hingga Rp1 juta untuk transaksi di negara seperti Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Qatar sehingga perjalanan religi terasa lebih nyaman sekaligus hemat.
Semoga informasi ini bermanfaat untuk membantu Anda merencanakan perjalanan wisata religi impian dengan lebih matang, ya!
Bagikan Berita