10 Juli 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Bacaan doa setelah salat adalah amalan penting yang sangat dianjurkan dalam Islam. Setelah menunaikan salat fardhu dan mengucapkan salam, seorang muslim tidak dianjurkan untuk langsung beranjak dari tempat salat.
Sebaliknya, ia disunnahkan untuk melanjutkan ibadah dengan membaca dzikir (wirid) dan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Bahkan, Rasulullah SAW mencontohkan agar setelah salam, seorang hamba terlebih dahulu berdzikir, kemudian memanjatkan doa.
Agar doa yang dipanjatkan benar-benar menjadi penyempurna ibadah salat, mari simak rangkaian bacaan doa setelah salat fardhu yang dapat diamalkan sehari-hari!
Membaca doa setelah salat fardhu memiliki makna yang sangat dalam. Salat bukan hanya rangkaian gerakan dan bacaan, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Doa yang dibaca setelah salat menjadi penutup sekaligus penyempurna ibadah tersebut, sebagai bentuk pengakuan bahwa manusia masih membutuhkan pertolongan dan ampunan-Nya.
Selain itu, doa setelah salat mencerminkan sikap rendah hati seorang hamba. Meskipun telah melaksanakan kewajiban salat, seorang muslim tetap memohon agar ibadahnya diterima dan dilengkapi dengan kebaikan.
Rasulullah SAW sendiri tidak langsung beranjak setelah salam, melainkan berdiam sejenak untuk berdzikir dan berdoa. Hal ini menunjukkan bahwa momen setelah salat adalah waktu yang sangat bernilai dan tidak sepatutnya dilewatkan begitu saja.
Secara umum, urutan yang benar setelah salam adalah membaca dzikir terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan doa. Urutan ini sesuai dengan praktik Rasulullah SAW sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadis sahih.
Berikut penjelasannya secara lengkap dan runtut:
Dzikir pertama yang dibaca Rasulullah SAW setelah salat adalah istighfar sebanyak tiga kali, dilanjutkan doa keselamatan.
أَسْتَغْفِرُ اللهَ (3x)
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلاَمُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ
Astaghfirullah (3x). Allahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikrom.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah (3x). Ya Allah, Engkau Mahasejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan. Maha Suci Engkau, wahai Rabb pemilik keagungan dan kemuliaan."
Dzikir ini sesuai dengan HR. Muslim no. 591. Maknanya menunjukkan bahwa meskipun seseorang telah melaksanakan salat, ia tetap membutuhkan ampunan Allah atas segala kekurangan dalam ibadahnya.
Oleh karena itu, istighfar menjadi pembuka dzikir setelah salat sebelum melanjutkan bacaan lainnya.
Selanjutnya, Rasulullah SAW membaca kalimat tauhid yang menegaskan keesaan Allah dan kepasrahan total kepada-Nya.
Dzikir ini diriwayatkan dalam HR. Bukhari no. 844 dan Muslim no. 593. Bacaan ini mengingatkan bahwa seluruh urusan kehidupan berada di bawah kehendak Allah SWT, baik rezeki, jabatan, maupun perlindungan.
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، اللَّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir. Allahumma laa maani’a lima a’thaita, wa laa mu’thiya lima mana’ta, wa laa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu.
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mampu mencegah apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang mampu memberi apa yang Engkau cegah. Tidak bermanfaat kekayaan bagi orang yang kaya dari siksa-Mu."
Bacaan setelah salat fardhu berikutnya adalah membaca tasbih, tahmid, dan takbir. Dzikir ini sangat populer dan memiliki keutamaan besar dalam menghapus dosa serta menyempurnakan pahala salat.
Rasulullah SAW bersabda dalam HR. Muslim no. 597 bahwa siapa saja yang membaca dzikir ini setelah salat fardhu, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.
Tasbih (33x): سُبْحَانَ اللهِ (Subhanallah) - Maha Suci Allah.
Tahmid (33x): الْحَمْدُ لِلَّهِ (Alhamdulillah) - Segala Puji bagi Allah.
Takbir (33x): اللهُ أَكْبَرُ (Allahu Akbar) - Allah Maha Besar.
Kemudian disempurnakan menjadi 100 dengan membaca:
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir.
Membaca Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah ayat 255) setelah salat fardhu sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan yang sangat besar.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa membacanya setiap selesai salat fardhu, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.”
(HR. An-Nasa’i no. 9928, dinilai shahih)
Ayat Kursi menjadi pelindung bagi seorang muslim dan penguat keimanan terhadap kekuasaan Allah SWT.
Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing satu kali juga dianjurkan setelah salat. Khusus setelah salat Subuh dan Maghrib, ketiga surat ini disunnahkan dibaca tiga kali.
Dzikir ini berfungsi sebagai perlindungan dari berbagai keburukan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, serta menjaga diri dari gangguan setan.
Setelah rangkaian dzikir selesai dibaca, seorang muslim dianjurkan untuk mengangkat tangan dan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Waktu setelah salat termasuk momen yang mustajab untuk berdoa.
Berikut ini adalah kumpulan doa setelah salat yang bersumber dari hadis sahih (doa ma’tsur) serta doa-doa yang bersifat jami’ atau mencakup berbagai kebaikan:
Doa ini merupakan wasiat langsung Rasulullah SAW kepada Mu’adz bin Jabal. Isinya sangat mendasar karena memohon pertolongan Allah agar mampu menjaga kualitas ibadah. Doa ini boleh dibaca sebelum salam maupun setelah salam.
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allahumma a’inni ‘ala dzikrika, wa syukrika, wa husni ‘ibadatik.
Artinya: "Ya Allah, tolonglah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu."
Sumber: HR. Abu Daud no. 1522 dan An-Nasa’i no. 1303.
Doa ini sangat dianjurkan dibaca setelah salat Subuh karena menjadi bekal dalam memulai aktivitas harian. Isinya mencakup tiga hal utama yang sangat dibutuhkan seorang muslim, yaitu ilmu, rezeki, dan amal.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا
Allahumma inni as-aluka ‘ilman nafi’an, wa rizqan thayyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima."
Sumber: HR. Ibnu Majah no. 925 (Shahih).
Doa ini dikenal sebagai doa sapu jagat karena mencakup permohonan kebaikan di dunia dan akhirat sekaligus. Rasulullah SAW sangat sering membaca doa ini dalam berbagai kesempatan, termasuk setelah salat.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana atina fiddunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban naar.
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."
Sumber: QS. Al-Baqarah: 201 dan HR. Bukhari no. 6389.
Doa ini dikenal sebagai doa sapu jagat karena mencakup permohonan kebaikan di dunia dan akhirat sekaligus. Rasulullah SAW sangat sering membaca doa ini dalam berbagai kesempatan, termasuk setelah salat.
Berikut doa ringkasnya:
اَللّٰهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلَامَةً فِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ، وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ، وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ، وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ، وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ، وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ
Allahumma inna nas-aluka salamatan fiddin, wa 'afiatan fil jasad, wa ziadatan fil 'ilmi, wa barokatan firrizqi, wa taubatan qoblal maut, wa rahmatan 'indal maut, wa maghfirotan ba'dal maut.
Artinya: "Ya Allah, kami memohon keselamatan dalam agama, kesehatan jasad, bertambahnya ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum mati, rahmat ketika mati, dan ampunan setelah mati."
Mendoakan kedua orang tua merupakan salah satu bentuk bakti yang sangat dianjurkan dalam Islam. Doa ini dapat dibaca kapan saja, termasuk setelah salat.
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِيْ صَغِيْرًا
Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira.
Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, dan sayangilah keduanya sebagaimana mereka mendidikku di waktu kecil."
Agar bacaan doa setelah salat lebih bermakna dan diterima, perhatikan beberapa adab berikut:
Mulailah dengan Hamdalah (Alhamdulillah) dan shalawat Nabi (Allahumma sholli 'ala Muhammad).
Mengangkat tangan saat berdoa. Rasulullah SAW bersabda Allah malu jika hamba-Nya menengadahkan tangan lalu kembali dalam keadaan kosong. (HR. Abu Daud).
Berdoa dengan suara lembut dan khusyuk
Berdoa dengan hati yang hadir dan penuh keyakinan akan dikabulkan.
Tutup doa kembali dengan shalawat dan pujian kepada Allah (Walhamdulillahi rabbil 'alamin).
Doa setelah salat merupakan penyempurna ibadah dan bentuk ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT. Dengan membiasakan dzikir dan doa setelah salat, seorang muslim akan merasakan ketenangan jiwa, memperkuat iman, serta menjadikan salat sebagai pusat perbaikan hidup dunia dan akhirat.
Selain memperbanyak doa, ibadah juga dapat dilengkapi dengan sedekah, infak, dan wakaf. Sedekah tidak akan mengurangi harta, justru Allah SWT menjanjikan pengganti yang lebih baik, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Saba ayat 39.
Kini, menunaikan sedekah secara online bisa dilakukan melalui aplikasi mobile banking M-Syariah. Bukan hanya sedekah saja, melainkan Anda bisa menunaikan kewajiban zakat, infak dan wakaf secara online.
Bank Mega Syariah bekerja sama dengan sejumlah lembaga terpercaya untuk menyalurkan seluruh bantuan tersebut. Beberapa di antaranya BAZNAS, Lazis Muhammadiyah, Yayasan Lazis NU, LAZ CT Arsa, hingga Badan Wakaf Indonesia.
Yuk, download M-Syariah untuk mempermudah beramal!
Bagikan Berita