1 Mei 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Bepergian merupakan salah satu aktivitas rutin yang sering kali kita lakukan untuk berbagai keperluan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ajaran Islam, setiap langkah yang kita ambil sangat dianjurkan untuk selalu diiringi dengan doa dan mengingat Allah SWT.
Membaca doa bepergian dan naik kendaraan bukan sekadar pelengkap, melainkan bentuk ikhtiar batin agar kita senantiasa mendapatkan perlindungan serta keselamatan. Hal ini juga menjadi wujud syukur kita atas segala kemudahan dan nikmat transportasi yang telah diciptakan di bumi ini.
Jika Anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai berbagai bacaan doa perjalanan, adab, hingga tips bepergian yang aman, yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Dalam ajaran Islam, safar atau bepergian adalah momen di mana seorang hamba berada dalam kondisi yang memerlukan perlindungan ekstra. Rasulullah SAW bersabda bahwa doa seorang musafir adalah salah satu doa yang mustajab atau mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
Oleh karena itu, sebelum memulai perjalanan baik jarak dekat maupun jauh, umat Islam dianjurkan untuk tidak melupakan zikir dan doa. Doa bepergian tidak hanya berfungsi sebagai pelindung fisik dari bahaya di jalan, tetapi juga menenangkan hati dan pikiran musafir selama berada di perjalanan.
Perjalanan yang diiringi dengan doa juga akan bernilai ibadah dan mendatangkan keberkahan dari Allah SWT dari awal hingga akhir perjalanan.
Dalam ajaran Islam, terdapat berbagai tuntunan doa yang dapat disesuaikan dengan jenis perjalanan dan moda transportasi yang Anda gunakan, mulai dari saat melangkah keluar rumah hingga saat berada di perjalanan.
Mengamalkan doa-doa ini sesuai dengan situasinya merupakan bentuk ikhtiar spiritual agar kita senantiasa diberikan kelancaran, keselamatan, dan keberkahan. Berikut adalah kumpulan doa bepergian yang bisa Anda amalkan untuk menemani setiap langkah perjalanan Anda.
Langkah awal sebelum melakukan perjalanan adalah keluar dari rumah. Rumah adalah tempat perlindungan dan kenyamanan, sehingga meninggalkannya untuk bepergian memerlukan doa agar kita tetap berada dalam naungan Allah SWT.
Berikut adalah bacaan doa ketika keluar rumah:
Bismillahi, tawakkaltu 'alallah, la hawla wa la quwwata illa billah.
Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah."
Dengan membaca doa ini, kita menyerahkan seluruh perlindungan diri dan keluarga yang ditinggalkan kepada Allah SWT. Kita juga mengakui bahwa tidak ada kekuatan selain daripada-Nya yang mampu menjaga kita dari marabahaya di luar rumah.
Setelah kita masuk ke dalam kendaraan, baik itu mobil, bus, kereta, maupun jenis transportasi lainnya, dianjurkan untuk membaca doa yang bersumber dari Al-Qur'an, tepatnya pada Surat Az-Zukhruf ayat 13-14. Doa ini mengingatkan kita akan kebesaran Allah yang telah memudahkan sarana transportasi bagi manusia.
Berikut adalah bacaan doa naik kendaraan:
Subhanalladzi sakhkhara lana hadza wa ma kunna lahu muqrinin, wa inna ila rabbina lamunqalibun.
Artinya: "Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."
Doa ini mengandung makna yang mendalam mengenai ketidakberdayaan manusia tanpa adanya pertolongan dari Allah SWT. Selain itu, doa ini juga menjadi pengingat bahwa tujuan akhir dari kehidupan dunia ini adalah kembali kepada-Nya.
Bagi Anda yang melakukan perjalanan jauh atau yang memenuhi syarat untuk disebut safar, Rasulullah SAW telah mengajarkan doa yang lebih lengkap dan komprehensif. Doa ini mencakup permohonan kebaikan, kemudahan, serta perlindungan bagi keluarga yang ditinggalkan di rumah.
Berikut adalah lafal doa safar yang dianjurkan:
Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Subhanalladzi sakhkhara lana hadza wa ma kunna lahu muqrinin, wa inna ila rabbina lamunqalibun. Allahumma inna nas'aluka fi safarina hadzal birra wat taqwa, wa minal 'amali ma tardha. Allahumma hawwin 'alaina safarana hadza, wa athwi 'unna bu'dahu. Allahumma antas shahibu fis safari, wal khalifatu fil ahli. Allahumma inni a'udzu bika min wa'tsais safari, wa ka'abatil manzhari, wa su'il munqalabi fil mali wal ahli.
Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedangkan kami tidak mampu menguasainya. Dan kepada Allah lah kami kembali. Ya Allah, kami memohon kebaikan dan ketakwaan dalam perjalanan ini, serta perbuatan yang Engkau ridhai. Ya Allah, permudahlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jaraknya. Ya Allah, Engkau adalah teman dalam perjalanan dan pengganti dalam keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelelahan dalam perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, serta kepulangan yang buruk pada harta dan keluarga."
Ketika Anda melakukan perjalanan menggunakan kapal laut, ada doa khusus yang sangat dianjurkan. Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Nuh AS saat ia dan umatnya menaiki kapal untuk menyelamatkan diri dari banjir besar.
Lafal doa perjalanan laut adalah:
Bismillahi majraha wa mursaaha, inna rabbi la-ghafurur rahim.
Artinya: "Dengan nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Sayang."
Membaca doa ini saat menaiki kapal akan memberikan ketenangan batin, terutama ketika berada di tengah lautan yang luas dan tidak menentu. Hal ini merupakan bentuk kepasrahan total kepada Allah SWT sebagai pelindung utama kita selama di perairan.
Perjalanan udara memiliki tantangan tersendiri karena kita berada di ketinggian yang jauh dari daratan. Selain membaca doa naik kendaraan secara umum, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak zikir selama penerbangan berlangsung agar hati tetap tenang.
Anda disarankan untuk memperbanyak bacaan berikut selama berada di pesawat:
Tasbih: Subhanallah
Tahmid: Alhamdulillah
Takbir: Allahu Akbar
Memperbanyak zikir dan memohon ketenangan kepada Allah SWT selama berada di udara dapat mengurangi rasa cemas atau takut. Menjaga lisan dengan mengingat Allah juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya di saat-saat perjalanan.
Selain membaca doa, Islam mengajarkan adab serta persiapan fisik yang matang agar perjalanan menjadi lebih nyaman dan aman. Berikut adalah beberapa adab dan tips penting yang dapat Anda terapkan:
Lakukan perjalanan dengan niat yang baik dan positif, misalnya untuk bekerja mencari rezeki yang halal, menuntut ilmu, beribadah, atau mempererat silaturahmi.
Pastikan kendaraan yang akan digunakan dalam kondisi prima, baik mesin, rem, maupun kelengkapannya, untuk meminimalisasi risiko kecelakaan di jalan.
Siapkan obat-obatan pribadi, makanan ringan, dan minuman yang cukup untuk menjaga stamina dan kesehatan Anda selama di perjalanan.
Beritahu keluarga atau orang terdekat mengenai rencana keberangkatan dan tujuan Anda, serta jangan lupa meminta doa restu dari orang tua.
Tetap perhatikan waktu shalat dan lakukan sedekah di awal perjalanan untuk menolak bala atau bencana.
Melakukan perjalanan bukan sekadar sarana melihat kebesaran ciptaan Allah, melainkan membutuhkan persiapan fisik dan spiritual yang matang. Mengamalkan doa-doa bepergian akan memberikan perlindungan serta ketenangan batin bagi setiap musafir hingga sampai di tujuan.
Selain berdoa, menyisihkan sebagian rezeki untuk bersedekah selama safar menjadi wujud syukur dan ikhtiar untuk menolak bala. Kebaikan yang Anda tabung di jalan akan mendatangkan pertolongan Allah SWT serta pahala yang terus mengalir.
Untuk mempermudah ibadah sosial tersebut, Bank Mega Syariah menghadirkan fitur Donasi dan Amal melalui aplikasi M-Syariah. Layanan ini memungkinkan Anda untuk menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah secara praktis dan transparan langsung dari genggaman.
Segera unduh aplikasi M-Syariah dan jadikan momen safar Anda lebih bermakna dengan kemudahan beramal yang sesuai prinsip syariah. Dengan langkah ini, perjalanan Anda akan senantiasa dipenuhi keberkahan serta ridha dari Allah SWT.
Bagikan Berita