18 Februari 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Memilih jurusan kuliah memang bukan perkara mudah. Apalagi kalau Anda punya minat di bidang desain, suka menggambar, sekaligus tertarik dengan dunia konstruksi dan bangunan. Jurusan Arsitektur dikenal sebagai salah satu program studi yang menantang, tetapi juga prestisius.
Banyak yang mengira kuliahnya hanya soal menggambar rumah atau gedung. Padahal, kenyataannya jauh lebih kompleks dan menarik dari itu. Supaya Anda tidak salah langkah saat memilih, artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian, kurikulum, estimasi biaya kuliah, mitos dan fakta, hingga prospek karirnya.
Yuk, simak pembahasan lengkap tentang Jurusan Arsitektur berikut ini!
Secara fundamental, Arsitektur adalah ilmu yang menggabungkan seni (art), teknik (engineering), dan humaniora. Jurusan ini tidak hanya mengajarkan cara mendesain bangunan yang indah, tetapi juga memastikan bangunan tersebut aman, nyaman, fungsional, dan ramah lingkungan.
Berbeda dengan Teknik Sipil yang berfokus pada kekuatan struktur dan perhitungan teknis, Arsitektur lebih menekankan pada aspek estetika, fungsi ruang, serta dampak sosial dan lingkungan dari sebuah bangunan.
Mahasiswa Arsitektur dilatih untuk berpikir kreatif sekaligus sistematis. Mereka harus mampu merancang ruang yang sesuai kebutuhan manusia, mempertimbangkan iklim, budaya, hingga efisiensi energi.
Kurikulum Jurusan Arsitektur didominasi oleh tugas proyek berbasis studio. Berikut mata kuliah inti yang umumnya dipelajari:
Mata kuliah ini adalah inti dari Jurusan Arsitektur. Hampir setiap semester mahasiswa akan mengerjakan proyek desain, mulai dari sketsa konsep hingga model tiga dimensi.
Prosesnya panjang dan detail. Mahasiswa harus mempresentasikan ide, menerima kritik, lalu melakukan revisi berkali-kali. Di sinilah kreativitas dan daya tahan mental benar-benar diuji.
Mahasiswa mempelajari bagaimana bangunan bisa berdiri kokoh, mulai dari pondasi, kolom, hingga balok. Ilmu ini penting agar desain tidak hanya indah, tetapi juga aman dan dapat dibangun.
Pemahaman struktur membantu mahasiswa berpikir realistis. Desain yang terlalu ambisius tanpa pertimbangan teknis bisa sulit direalisasikan di lapangan.
Fisika Bangunan membahas pencahayaan alami, sirkulasi udara, hingga akustik. Tujuannya agar bangunan nyaman dan hemat energi.
Di era modern, aspek keberlanjutan menjadi perhatian utama. Karena itu, mahasiswa juga belajar bagaimana merancang bangunan yang ramah lingkungan.
Mahasiswa akan mempelajari perkembangan arsitektur dari zaman klasik hingga kontemporer. Pengetahuan ini memperkaya referensi desain dan memperluas wawasan.
Teori arsitektur juga membantu mahasiswa memahami filosofi di balik suatu bangunan, bukan sekadar tampilannya saja.
Penguasaan software seperti AutoCAD, SketchUp, Revit (BIM), hingga Photoshop menjadi keharusan. Hampir seluruh proses desain modern menggunakan teknologi digital.
Kemampuan ini sangat penting untuk dunia kerja, terutama di perusahaan konsultan dan pengembang properti.
Arsitektur menuntut keseimbangan antara kreativitas dan logika. Mahasiswa harus mampu berpikir artistik sekaligus rasional. Inilah yang membuat jurusan ini unik dan menantang.
Nah, agar tidak salah persepsi, berikut beberapa fakta seputar jurusan arsitektur:
Banyak yang takut masuk Arsitektur karena merasa tidak pandai menggambar. Faktanya, yang dibutuhkan adalah kemampuan menuangkan ide dalam bentuk sketsa sederhana.
Kemampuan menggambar akan terus diasah selama kuliah. Yang lebih penting adalah kreativitas dan kemampuan berpikir visual.
Arsitektur dikenal sebagai salah satu jurusan dengan beban tugas berat. Proyek desain bisa memakan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu.
Begadang menjadi hal yang cukup umum, terutama saat mendekati deadline pengumpulan studio. Dalam setiap sesi asistensi, dosen akan memberikan banyak masukan. Tidak jarang desain diminta direvisi total. Mental yang kuat sangat dibutuhkan agar tidak mudah menyerah.
Lulusan S1 Arsitektur mendapat gelar S.Ars. Untuk menjadi Arsitek resmi berlisensi (memiliki STRA), Anda harus menempuh Pendidikan Profesi Arsitek (PPArs) sekitar satu tahun dan magang minimal dua tahun.
Jadi, perjalanan menuju gelar “Arsitek” profesional masih cukup panjang.
Selain biaya kuliah, mahasiswa perlu menyiapkan dana untuk cetak gambar, membuat maket, serta membeli laptop dengan spesifikasi tinggi. Peralatan dan kebutuhan studio sering kali menjadi pengeluaran rutin setiap semester.
Lulusan Arsitektur memiliki peluang karier yang luas, antara lain:
Arsitek Profesional: Merancang bangunan hunian, gedung komersial, hingga fasilitas publik.
Drafter: Membuat gambar kerja teknis secara detail sebagai pedoman pelaksanaan di lapangan.
BIM Modeler: Profesi yang sedang naik daun. Bertugas membuat model bangunan digital menggunakan teknologi Building Information Modeling (BIM).
Kontraktor atau Developer: Terjun langsung dalam bisnis pembangunan atau pengembangan properti.
Desainer Interior: Fokus pada perancangan tata ruang bagian dalam bangunan.
Konsultan Bangunan Hijau: Spesialis desain ramah lingkungan yang semakin dibutuhkan di era krisis iklim.
Biaya kuliah Jurusan Arsitektur bervariasi tergantung kampus dan jalur masuk. Biaya kuliah Arsitektur tergolong cukup tinggi karena kebutuhan fasilitas studio dan perangkat lunak.
Berikut gambaran estimasinya:
Sistem pembayaran menggunakan UKT (Uang Kuliah Tunggal) per semester, serta IPI atau uang pangkal untuk jalur mandiri.
Universitas Indonesia (UI)
UKT: Rp500.000 – Rp15.000.000 per semester
IPI Jalur Mandiri: Rp20.000.000 – Rp60.000.000 (dibayar satu kali)
ITB (Bandung)
UKT: Rp500.000 – Rp12.500.000
Seleksi Mandiri: minimal Rp55.000.000 – Rp85.000.000
UGM (Yogyakarta)
UKT: Rp500.000 – Rp12.500.000
Sumbangan Solidaritas: Rp35.000.000 – Rp45.000.000
ITS (Surabaya)
UKT: Rp500.000 – Rp12.500.000
SPI Jalur Mandiri: Rp45.000.000 – Rp60.000.000
Biasanya terdiri atas uang pangkal dan biaya semester. Berikut ini esyiamsinya:
Universitas Tarumanagara (Untar)
Uang pangkal ± Rp45.000.000
Semester 1 ± Rp21.000.000
Universitas Katolik Parahyangan (Unpar)
Total biaya masuk awal ± Rp56.650.000. (Bisa berbeda tergantung gelombang pendaftaran)
Universitas Bina Nusantara (Binus)
Biaya semester 1 dan lab ± Rp25.000.000 – Rp30.000.000
Perlu diingat, biaya ini belum termasuk kebutuhan pribadi seperti laptop spesifikasi tinggi, alat gambar, serta biaya cetak dan maket. Usahakan Anda punya dana darurat yang cukup selama masa kuliah, ya!
Sebelum mendaftar, pastikan Anda sudah menyiapkan hal-hal berikut:
Siapkan laptop dengan prosesor tinggi dan kartu grafis dedicated untuk rendering 3D.
Latih kemampuan sketsa untuk membiasakan diri menuangkan ide secara visual.
Perbanyak referensi desain dari buku, majalah, atau platform arsitektur.
Belajar manajemen waktu agar tidak kewalahan dengan tugas studio.
Bangun mental tangguh untuk menghadapi kritik dan revisi.
Pastikan dukungan finansial karena kebutuhan praktik cukup besar.
Jurusan Arsitektur memang bukan pilihan yang mudah. Namun, jika Anda memiliki passion di bidang desain dan siap bekerja keras, jurusan ini bisa menjadi jalan menuju karier yang prestisius dan menjanjikan.
Agar rencana kuliah berjalan lebih matang, persiapan finansial juga tidak kalah penting. Salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan adalah produk Tabungan Berkah Rencana iB dari Bank Mega Syariah untuk tujuan pendidikan.
Produk dengan akad Mudharabah Mutlaqah ini menawarkan fleksibilitas setoran rutin mulai dari Rp100.000 saja. Pilihan jangka waktunya pun beragam, mulai dari 6 bulan hingga 216 bulan (18 tahun), sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan target pendidikan.
Menariknya, tingkat bagi hasil yang diberikan cukup kompetitif. Selain itu, tersedia manfaat asuransi apabila nasabah meninggal dunia, baik karena kecelakaan maupun bukan kecelakaan.
Yuk, mulai rencanakan pendidikan dari sekarang agar langkah menuju Jurusan Arsitektur semakin mantap dan terarah!
Bagikan Berita