23 Mei 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Emas 18 karat adalah salah satu yang paling jenis emas yang paling sering menjadi pilihan banyak orang. Alasan utamanya karena dianggap memiliki keseimbangan ideal antara keindahan dan daya tahan.
Mungkin Anda pernah mendengar istilah emas kadar 750, white gold, atau rose gold saat melihat cincin atau kalung di toko perhiasan. Nah, istilah tersebut ternyata sangat erat kaitannya dengan emas 18 karat.
Sayangnya, masih banyak orang yang mengira semua emas memiliki fungsi yang sama, padahal tiap kadar emas punya karakteristik dan tujuan penggunaan berbeda.
Lalu, sebenarnya apa itu emas 18 karat? Apakah cocok untuk investasi atau lebih ideal dijadikan perhiasan sehari-hari? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini agar Anda tidak salah pilih sebelum membeli.
Emas 18 karat adalah jenis emas yang terdiri dari 75% emas murni dan 25% logam campuran lainnya, seperti tembaga, perak, seng, atau paladium.Dalam dunia perhiasan Indonesia, emas ini sering disebut sebagai emas kadar 750, merujuk pada tingkat kemurniannya yang mencapai 750 bagian per 1.000.
Banyak orang bertanya-tanya, mengapa emas tidak dibuat dari bahan murni saja? Jawabannya terletak pada sifat alami emas. Emas murni 24 karat memiliki tekstur yang sangat lunak sehingga mudah bengkok, tergores, atau berubah bentuk jika digunakan sehari-hari.
Bayangkan jika cincin emas Anda penyok hanya karena terbentur meja atau menggenggam barang terlalu keras. Untuk itulah, produsen perhiasan menambahkan campuran logam lain untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan emas.
Selain membuatnya lebih kokoh, campuran logam tersebut juga menciptakan variasi warna yang lebih modern dan elegan, seperti rose gold yang memiliki nuansa kemerahan atau white gold dengan tampilan putih mengilap menyerupai platinum.
Agar lebih mudah memahami posisi emas 18 karat di pasaran, penting untuk mengetahui perbedaannya dengan kadar emas lain. Setiap jenis memiliki keunggulan, kelemahan, dan tujuan penggunaan masing-masing.
Ini dia penjelasannya:
Emas 24 karat memiliki kadar kemurnian hampir sempurna, yaitu sekitar 99,99% emas murni. Biasanya emas ini hadir dalam bentuk logam mulia atau emas batangan.
Mengingat sifatnya sangat lunak, emas 24 karat kurang cocok dijadikan perhiasan dengan desain rumit. Itulah sebabnya emas batangan lebih sering digunakan sebagai instrumen investasi jangka panjang dibanding aksesori harian.
Emas 22 karat memiliki kandungan emas sekitar 91,6%. Warna kuningnya cenderung lebih pekat dan sering diasosiasikan dengan model perhiasan klasik atau tradisional.
Jenis ini biasanya digunakan untuk perhiasan dengan desain besar dan tebal. Namun, karena kadar emasnya masih tinggi, materialnya tetap relatif lebih lunak dibanding emas 18 karat.
Di sinilah emas 18 karat menjadi favorit banyak orang. Dengan komposisi 75% emas murni, emas ini menawarkan keseimbangan sempurna antara kilau mewah dan ketahanan fisik.
Tak heran jika cincin kawin, gelang premium, hingga perhiasan berlian internasional banyak menggunakan standar emas 18 karat. Selain terlihat elegan, strukturnya cukup kuat untuk dipakai sehari-hari.
Sementara itu, emas 14 karat dan 10 karat memiliki kandungan emas lebih rendah, yakni sekitar 58,3% dan 41,7%. Harga yang lebih murah membuat jenis ini cukup populer untuk pasar massal.
Meski lebih keras dan tahan banting, kilaunya cenderung tidak seindah emas kadar tinggi. Selain itu, warnanya juga bisa lebih cepat memudar jika sering terkena bahan kimia seperti parfum atau sabun.
Harga emas memang terus bergerak mengikuti kondisi ekonomi global. Ketika harga emas murni meningkat, otomatis harga emas 18 karat juga ikut terdampak.
Pada tahun 2026, harga emas murni 24 karat berada di kisaran Rp2,7 juta per gram. Sementara itu, harga bahan dasar emas 18 karat berada di rentang sekitar Rp1,5 juta hingga Rp1,65 juta per gram.
Namun, ada satu hal penting yang sering disalahpahami pembeli. Harga perhiasan di toko tidak hanya dihitung dari kadar emas dan berat gram saja. Ada komponen tambahan berupa ongkos pembuatan (making charge), biaya desain, hingga nilai estetika merek.
Tak heran kalau harga akhir emas 18 karat di toko perhiasan bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp3 juta lebih per gram, tergantung tingkat kerumitan model, penggunaan batu permata, dan reputasi merek perhiasan tersebut.
Jika Anda tertarik membeli emas 18 karat, ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan agar tidak salah langkah, diantaranya:
Perhiasan emas 18 karat asli biasanya memiliki cap kecil atau hallmark di bagian tersembunyi, seperti belakang cincin atau pengait kalung. Pastikan ada tanda “750”, “18K”, atau “18Kt” sebagai bukti kadar emasnya.
Sebelum membeli, jangan ragu meminta rincian harga kepada penjual. Tanyakan berapa nilai emasnya dan berapa biaya pembuatan.
Hal ini penting karena saat dijual kembali, toko umumnya hanya menghitung nilai emasnya saja. Sementara biaya desain atau ongkos pembuatan biasanya tidak akan dikembalikan.
Membeli di toko terpercaya memberikan rasa aman, terutama terkait keaslian produk dan sistem buyback. Pilih toko yang memiliki reputasi baik dan kebijakan pembelian kembali yang jelas.
Banyak orang menyepelekan nota pembelian, padahal ini sangat penting. Surat toko menjadi bukti resmi yang memengaruhi harga jual kembali. Tanpa nota, potongan buyback bisa jauh lebih besar.
Pada dasarnya, emas 18 karat lebih cocok untuk kebutuhan perhiasan dibanding investasi murni. Nilai jualnya memang tetap mengikuti harga emas, tetapi adanya ongkos pembuatan membuat selisih jual dan beli cukup besar.
Jika tujuan utama Anda adalah investasi jangka panjang, emas batangan 24 karat biasanya lebih menguntungkan. Namun, jika ingin memiliki aset bernilai sekaligus menunjang penampilan, emas 18 karat bisa menjadi pilihan ideal.
Selain tahan lama, desainnya juga lebih beragam dan nyaman digunakan setiap hari. Anda pun tetap memiliki nilai aset yang bisa dijual kembali saat diperlukan.
Memiliki emas impian kini tidak harus menunggu tabungan terkumpul bertahun-tahun. Jika Anda ingin mulai memiliki emas, terutama emas murni 24 karat, untuk kebutuhan masa depan, hadiah spesial, atau investasi ringan, pastikan memilih solusi pembiayaan yang aman dan sesuai prinsip syariah.
Melalui Flexi Gold dari Bank Mega Syariah, Anda bisa memiliki emas dengan proses yang lebih mudah, aman, dan transparan. Fasilitas ini memungkinkan Nasabah untuk memiliki emas fisik berkualitas dengan skema cicilan yang terencana dan pastinya tidak memberatkan arus kas (cash flow) keuangan bulanan Anda.
Setelah masa pembiayaan lunas, emas akan dikirim langsung ke alamat nasabah tanpa biaya tambahan, sehingga jauh lebih nyaman, aman, dan efisien.
Tersedia agunan emas logam mulia dengan pilihan gramasi 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, hingga 100 gram yang bisa disesuaikan dengan target finansial Anda.
Yuk mulai berinvestasi emas sekarang!
Bagikan Berita