10 Februari 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Perkembangan teknologi digital memang memudahkan kehidupan sehari-hari. Mulai dari pembayaran non-tunai, absensi, hingga akses menu restoran, semuanya kini bisa dilakukan hanya dengan memindai QR code. Namun, di balik kemudahan itu, muncul ancaman kejahatan siber baru yang patut diwaspadai, yaitu modus quishing.
Banyak orang belum menyadari bahwa memindai QR code sembarangan bisa berujung pada pencurian data pribadi hingga pengurasan rekening. Tanpa terasa, korban justru memberikan informasi sensitifnya sendiri kepada pelaku.
Lalu, apa sebenarnya quishing itu dan bagaimana cara menghindarinya? Yuk, simak penjelasan lengkap berikut agar Anda tidak menjadi korban berikutnya!
Quishing adalah gabungan dari dua kata, yaitu QR Code dan phishing. Jika phishing biasanya dilakukan melalui tautan (link) mencurigakan yang dikirim lewat email atau pesan singkat, quishing menggunakan QR code sebagai medianya.
Dalam modus ini, pelaku membuat QR code palsu yang mengarahkan korban ke situs web tiruan atau aplikasi berbahaya.
Tujuannya adalah mencuri data pribadi seperti username, password, PIN, OTP, hingga informasi kartu kredit. Tidak hanya itu, beberapa QR code juga dapat mengunduh malware ke perangkat korban.
Berbeda dengan tautan teks yang bisa dibaca dan dicurigai, QR code menyembunyikan alamat situs dalam bentuk pola hitam-putih. Mata manusia tidak bisa mengetahui isi tautan tersebut sebelum memindainya. Di sinilah celah yang dimanfaatkan pelaku.
Agar lebih waspada, penting untuk memahami alur kerja quishing. Biasanya, modus ini berjalan melalui beberapa tahap berikut.
Pelaku membuat QR code yang mengarah ke situs web palsu. Situs ini dirancang menyerupai halaman resmi bank, dompet digital, atau instansi tertentu. Bahkan tampilannya bisa sangat mirip sehingga sulit dibedakan.
Selain itu, QR code juga dapat diarahkan ke tautan unduhan aplikasi berbahaya (APK) yang mengandung malware.
QR palsu kemudian disebarkan melalui dua cara, yaitu digital dan fisik.
Secara digital, pelaku mengirimkannya lewat email, WhatsApp, atau media sosial. Sementara secara fisik, QR code bisa ditempel di meja restoran, mesin parkir, papan pengumuman, bahkan menimpa stiker QRIS asli di kasir toko.
Agar korban bertindak cepat tanpa berpikir panjang, pelaku menambahkan narasi mendesak. Misalnya, “Segera scan untuk verifikasi akun agar tidak diblokir” atau “Pindai QR ini untuk klaim diskon 90 persen.”
Rasa panik dan iming-iming keuntungan besar sering kali membuat korban lengah.
Setelah QR dipindai, korban diarahkan ke situs palsu dan diminta memasukkan data pribadi. Begitu data diisi, pelaku langsung menggunakannya untuk membobol akun atau menguras rekening korban.
Quishing memiliki tingkat keberhasilan tinggi karena beberapa alasan teknis dan psikologis sebagai berikut:
Kita tidak bisa mengetahui ke mana QR code akan membawa kita sebelum memindainya. Berbeda dengan link teks yang bisa diperiksa sekilas, QR code tampak seperti gambar biasa.
Jika dikirim melalui email, QR code berbentuk gambar sehingga lebih sulit dideteksi oleh sistem filter anti-spam. Sistem keamanan biasanya lebih mudah mengenali tautan teks dibandingkan gambar.
Sebagian besar orang memindai QR code menggunakan ponsel. Layar yang kecil membuat pengguna kurang teliti memeriksa alamat situs yang muncul. Selain itu, tidak semua ponsel memiliki perlindungan keamanan seketat komputer.
Berikut beberapa contoh kasus quishing yang sering terjadi di lapangan.
Pelaku mencetak stiker QR miliknya dan menempelkannya di atas QRIS asli milik pedagang atau kotak amal. Pembeli merasa sudah membayar, padahal uang justru masuk ke rekening penipu lewat QRIS palsu.
Korban menerima email seolah-olah dari bank dengan pesan “Aktivitas mencurigakan terdeteksi.” Di dalam email terdapat QR code yang diminta untuk dipindai demi mengamankan akun.
Padahal, QR tersebut mengarah ke situs tiruan yang mencuri data login korban.
Pelaku menempelkan kertas menyerupai surat denda di kaca mobil dengan instruksi, “Scan QR ini untuk membayar denda atau kendaraan akan diderek.” Korban yang panik langsung memindai tanpa verifikasi.
Lalu, bisakah modus ini dihindari? Nah, supaya Anda tidak menjadi korban, berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan:
Saat bertransaksi di tempat umum, periksa apakah stiker QRIS tampak ditimpa atau tidak. Jika terlihat mencurigakan, tanyakan langsung kepada petugas atau kasir.
Sebagian besar kamera ponsel menampilkan preview tautan sebelum dibuka. Perhatikan alamat situsnya. Jika terdapat banyak karakter aneh, typo, atau domain tidak resmi, jangan lanjutkan.
Ingat aturan emas keamanan digital: pihak bank atau institusi resmi tidak pernah meminta PIN, password, atau OTP melalui situs setelah memindai QR code. PIN hanya dimasukkan di dalam aplikasi resmi.
Jika menerima pesan bernada ancaman atau terlalu menggiurkan, jangan langsung panik. Hubungi call center resmi institusi terkait untuk memastikan kebenarannya.
Biasakan memindai QRIS melalui fitur di dalam aplikasi mobile banking atau dompet digital resmi. Hindari menggunakan aplikasi pemindai QR sembarangan yang belum jelas keamanannya.
Modus quishing adalah bentuk evolusi kejahatan siber yang memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap teknologi QR code. Karena tampilannya sederhana dan praktis, banyak orang tidak menyadari risiko di baliknya.
Kunci utama untuk menghindari quishing adalah kewaspadaan dan literasi digital. Jangan mudah panik, selalu periksa ulang tautan, dan jangan pernah membagikan data sensitif kepada pihak yang tidak jelas.
Di era serba digital ini, keamanan bukan hanya tanggung jawab penyedia layanan, tetapi juga pengguna.
Jangan pernah meremehkan pentingnya keamanan online. Dengan pengetahuan yang tepat dan tindakan yang hati-hati, Anda dapat melindungi diri dari ancaman phishing yang ada di luar sana.
Bank Mega Syariah selalu memastikan keamanan dan tidak pernah meminta data pribadi nasabah seperti password, PIN, CVV, atau kode OTP melalui media apa pun.
Jika ada hal-hal yang mencurigakan dengan mengatasnamakan Bank Mega Syariah, segera hubungi Mega Syariah Call melalui nomor (021) 2985 2222 atau e-mail di customercare@megasyariah.co.id.
Yuk, lebih cermat sebelum memindai QR code agar data dan keuangan Anda tetap aman.
Bagikan Berita