21 Januari 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Investasi saham tidak selalu tentang mengejar capital gain atau kenaikan harga saham dalam jangka pendek. Bagi sebagian investor, khususnya yang berorientasi jangka panjang, stabilitas arus kas justru menjadi tujuan utama. Di sinilah peran dividen menjadi sangat penting sebagai sumber pendapatan rutin dari kepemilikan saham.
Namun, tidak semua saham pembagi dividen otomatis menguntungkan. Besar kecilnya dividen perlu dibandingkan dengan harga saham untuk mengetahui seberapa menarik imbal hasil yang diberikan. Oleh karena itu, investor membutuhkan sebuah indikator yang mampu menunjukkan nilai tersebut secara objektif.
Lalu, bagaimana cara menghitung dividend yield? Ketahui secara lengkap apa itu dividend yield, cara menghitungnya, serta contoh studi kasus agar lebih mudah dipahami berikut ini!
Dividend yield adalah rasio yang menunjukkan persentase dividen tahunan yang diterima investor dibandingkan dengan harga saham saat ini. Dengan kata lain, dividend yield menggambarkan seberapa besar “imbal hasil dividen” yang diperoleh dari sebuah saham dalam satu tahun.
Biasanya, dividend yield dinyatakan dalam bentuk persentase (%). Semakin tinggi dividend yield, semakin besar potensi pendapatan dividen yang diterima investor relatif terhadap harga saham yang dibayarkan.
Oleh sebab itu, indikator ini sering digunakan oleh investor income-oriented, seperti investor pensiun atau investor yang mengincar pendapatan pasif jangka panjang.
Namun, penting untuk dipahami bahwa dividend yield bukan satu-satunya indikator dalam memilih saham. Rasio ini perlu dianalisis bersama fundamental perusahaan, stabilitas laba, dan prospek bisnis ke depan agar keputusan investasi lebih akurat.
Dividend yield memiliki peran penting dalam membantu investor mengambil keputusan investasi, terutama dalam strategi jangka panjang. Berikut beberapa alasan mengapa indikator ini sangat diperhatikan:
Membantu investor membandingkan saham pembagi dividen. Dengan rasio ini, investor dapat mengetahui saham mana yang memberikan imbal hasil lebih menarik, meskipun nominal dividennya berbeda.
Memberikan gambaran potensi pendapatan pasif. Investor dapat memperkirakan berapa persen return tahunan yang diperoleh dari dividen tanpa harus menjual saham.
Sering digunakan sebagai indikator kestabilan perusahaan. Perusahaan yang mampu membagikan dividen secara konsisten umumnya memiliki arus kas yang sehat dan model bisnis yang matang.
Menghitung dividend yield sebenarnya cukup sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk investor pemula. Investor hanya perlu mengetahui dua komponen utama, yaitu dividen per saham yang dibagikan perusahaan dalam satu tahun dan harga saham saat ini di pasar.
Dengan memahami cara menghitung dividend yield, investor dapat menilai seberapa besar potensi imbal hasil dividen yang diperoleh dari sebuah saham. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini:
Dividend yield dihitung dengan membandingkan dividen per saham dengan harga saham saat ini, lalu dikalikan 100 persen. Adapun rumus dividend yield adalah sebagai berikut:
Dividend Yield = (Dividen per Saham / Harga Saham) x 100%
Sebagai contoh, jika sebuah perusahaan membagikan dividen sebesar Rp200 per saham dalam satu tahun, sementara harga sahamnya saat ini berada di level Rp4.000 per saham, maka perhitungannya adalah:
Dividend Yield = (Rp200 / Rp4.000) x 100% = 5%
Artinya, investor berpotensi memperoleh imbal hasil dividen sebesar 5% per tahun dari saham tersebut, di luar potensi keuntungan atau kerugian dari kenaikan dan penurunan harga saham (capital gain atau capital loss).
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh studi kasus sederhana mengenai dividend yield pada berbagai jenis saham:
Studi Kasus 1: Saham dengan Dividend Yield Stabil
PT Alpha Tbk merupakan perusahaan di sektor utilitas yang telah beroperasi selama puluhan tahun dan dikenal konsisten membagikan dividen. Pada tahun 2025, perusahaan ini membagikan dividen sebesar Rp300 per saham. Harga saham PT Alpha Tbk saat ini berada di kisaran Rp6.000 per saham.
Dividend Yield = (Rp300 / Rp6.000) x 100% = 5%
Dividend yield sebesar 5% tergolong menarik, terutama jika perusahaan mampu mempertahankan kinerja dan konsistensi pembagian dividen. Saham dengan karakteristik seperti ini umumnya diminati investor jangka panjang yang mengincar pendapatan pasif yang relatif stabil.
Studi Kasus 2: Dividend Yield Tinggi karena Harga Saham Turun
PT Beta Tbk membagikan dividen sebesar Rp250 per saham. Namun, akibat penurunan kinerja bisnis, harga sahamnya turun drastis dari Rp5.000 menjadi Rp2.500 per saham.
Dividend Yield = (Rp250 / Rp2.500) x 100% = 10%
Sekilas, dividend yield sebesar 10% terlihat sangat menarik. Namun, investor perlu berhati-hati. Dividend yield yang tinggi tidak selalu berarti saham tersebut aman atau menguntungkan. Tingginya rasio ini bisa disebabkan oleh penurunan harga saham yang signifikan, sehingga ada risiko dividen akan dikurangi atau dihentikan di masa depan.
Studi Kasus 3: Saham Bertumbuh dengan Dividend Yield Rendah
PT Gamma Tbk merupakan perusahaan teknologi yang masih fokus pada ekspansi dan pengembangan bisnis. Perusahaan ini membagikan dividen sebesar Rp50 per saham, sementara harga sahamnya mencapai Rp5.000 per saham.
Dividend Yield = (Rp50 / Rp5.000) x 100% = 1%
Dividend yield yang rendah menunjukkan bahwa saham ini tidak berfokus pada pembagian dividen.
Namun, saham seperti ini tetap menarik bagi investor yang berorientasi pada pertumbuhan (growth-oriented), karena potensi kenaikan harga saham dalam jangka panjang bisa lebih besar dibandingkan pendapatan dividen.
Meskipun dividend yield memberikan banyak informasi, investor tetap perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
Jangan hanya terpaku pada angka tinggi. Dividend yield yang terlalu tinggi bisa menjadi sinyal risiko, terutama jika perusahaan sedang mengalami tekanan keuangan.
Perhatikan konsistensi dividen. Lebih baik memilih saham dengan dividend yield moderat tetapi stabil dibandingkan yield tinggi yang fluktuatif.
Bandingkan dengan sektor sejenis. Dividend yield ideal sangat bergantung pada industri. Sektor perbankan dan utilitas cenderung memiliki dividend yield lebih tinggi dibandingkan sektor teknologi.
Pertimbangkan inflasi dan suku bunga. Dividend yield sebaiknya lebih tinggi dari tingkat inflasi agar nilai riil investasi tetap terjaga.
Dividend yield sangat relevan bagi investor yang menerapkan strategi dividend investing. Strategi ini berfokus pada pemilihan saham-saham yang rutin membagikan dividen dan memiliki fundamental kuat.
Namun, bagi investor yang lebih agresif dan mengejar pertumbuhan, dividend yield mungkin bukan prioritas utama. Oleh karena itu, pemahaman terhadap tujuan investasi pribadi sangat penting sebelum menjadikan dividend yield sebagai acuan utama.
Dalam praktiknya, banyak investor mengombinasikan strategi growth dan dividend untuk membangun portofolio yang seimbang antara pertumbuhan nilai dan pendapatan pasif.
Dividend yield adalah indikator penting untuk mengukur potensi pendapatan dividen dari sebuah saham.
Meskipun dividend yield tinggi terlihat menarik, investor tetap perlu memperhatikan fundamental perusahaan, konsistensi dividen, dan kondisi bisnis secara keseluruhan. Dengan pendekatan yang tepat, dividend yield dapat menjadi alat efektif dalam membangun portofolio investasi jangka panjang yang sehat dan berkelanjutan.
Selain saham, investasi syariah juga menawarkan berbagai pilihan instrumen yang dapat disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda. Mulai dari reksa dana, obligasi syariah (sukuk), hingga investasi berbasis properti, semuanya dapat menjadi sarana untuk mengembangkan dana secara lebih optimal dan sesuai prinsip syariah.
Contoh instrumen investasi syariah yang populer antara lain Reksa Dana Syariah dan sukuk. Bagi Anda yang ingin berinvestasi sekaligus mendapatkan manfaat di dunia dan akhirat, Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) juga dapat menjadi pilihan yang tepat. Instrumen ini memungkinkan Anda berinvestasi sambil berwakaf secara produktif.
Dengan memahami konsep dividend yield serta berbagai pilihan investasi halal, Anda dapat menentukan strategi pengelolaan keuangan yang lebih bijak dan berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan investasi syariah, Anda dapat mengunjungi situs resmi Bank Mega Syariah dan menemukan solusi investasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Semoga informasi ini bermanfaat!
Bagikan Berita