20 Maret 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Kehadiran bayi dalam keluarga adalah momen penuh kebahagiaan sekaligus tanggung jawab besar. Dalam Islam, setiap tahap kehidupan, bahkan sejak bayi lahir, sudah diatur dengan penuh hikmah. Tahnik menjadi salah satu bentuk perhatian Islam terhadap kesehatan dan keberkahan hidup seorang anak.
Banyak orang tua baru mungkin belum familiar dengan praktik ini, padahal tahnik memiliki nilai spiritual sekaligus manfaat kesehatan yang luar biasa. Dengan memahami sunnah ini, Anda bisa memberikan awal terbaik bagi buah hati sejak hari pertama kehidupannya.
Tidak hanya sebagai tradisi, tahnik juga mengandung doa, harapan, dan sentuhan kasih sayang pertama yang penuh makna. Nah, agar tidak salah dalam mempraktikkannya, yuk kita bahas secara lengkap mulai dari pengertian, dalil, manfaat, hingga tata cara tahnik yang benar.
Tahnik adalah salah satu sunah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW untuk bayi yang baru lahir. Secara sederhana, tahnik dilakukan dengan mengunyah kurma hingga lembut, lalu mengusapkannya ke langit-langit mulut bayi secara perlahan.
Praktik ini bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki dasar kuat dalam hadis sahih. Salah satu riwayat menyebutkan bahwa Rasulullah SAW men-tahnik bayi dengan kurma dan mendoakannya agar mendapatkan keberkahan dalam hidupnya.
Dengan demikian, tahnik bukan hanya tindakan fisik, tetapi juga sarana untuk memohon doa terbaik bagi bayi. Ini menjadi simbol awal kehidupan yang penuh berkah dan harapan baik dari orang tua maupun lingkungan sekitarnya.
Dalam praktiknya, banyak orang bertanya-tanya mengenai siapa yang paling tepat untuk melakukan tahnik pada bayi yang baru lahir. Hal ini wajar, mengingat tradisi di masyarakat seringkali berbeda-beda dan dipengaruhi oleh kebiasaan setempat.
Secara syariat, tahnik bukanlah ritual yang harus dilakukan oleh orang tertentu saja, melainkan lebih kepada siapa yang mampu melakukannya dengan penuh adab dan doa yang baik. Meski begitu, Islam tetap memberikan anjuran tentang siapa yang lebih utama untuk melaksanakan sunah ini.
Dengan memahami panduan ini, Anda bisa menentukan pilihan terbaik sesuai kondisi, tanpa mengurangi nilai ibadah dari tahnik itu sendiri. Berikut penjelasan mengenai siapa saja yang dianjurkan melakukannya:
Dalam praktiknya, tahnik dianjurkan dilakukan oleh orang yang saleh, bertakwa, atau memiliki kedudukan baik dalam agama. Tujuannya adalah agar doa yang dipanjatkan untuk bayi tersebut membawa keberkahan yang lebih luas.
Di beberapa daerah, tradisi membawa bayi kepada kiai atau ustaz masih sangat dijaga. Hal ini mencerminkan harapan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh sejak awal kehidupannya.
Namun, yang terpenting bukan hanya siapa yang melakukan, tetapi juga niat dan doa yang menyertainya. Keikhlasan menjadi kunci utama dalam pelaksanaan tahnik.
Jika tidak memungkinkan untuk menemui ulama, maka orang tua kandung, terutama ayah, sangat dianjurkan untuk melakukan tahnik sendiri. Ini justru menjadi momen emosional yang sangat berharga antara orang tua dan anak.
Melakukan tahnik sendiri juga menunjukkan tanggung jawab orang tua dalam memberikan awal kehidupan terbaik bagi buah hati. Tidak perlu merasa khawatir selama dilakukan dengan cara yang benar dan higienis.
Dengan begitu, setiap keluarga tetap bisa menjalankan sunah ini tanpa harus bergantung pada kondisi tertentu.
Di balik praktik sederhana tahnik, ternyata tersimpan hikmah yang sangat luar biasa, bahkan dari sisi medis modern. Banyak orang yang awalnya ragu, kini mulai memahami bahwa sunah ini memiliki manfaat yang logis dan terbukti secara ilmiah.
Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur aspek spiritual, tetapi juga memberikan panduan yang sejalan dengan kesehatan manusia. Tahnik menjadi salah satu contoh nyata bagaimana ajaran Rasulullah SAW relevan hingga saat ini.
Dengan memahami sisi medis dari tahnik, Anda tidak hanya menjalankan sunah, tetapi juga memberikan perlindungan awal bagi kesehatan bayi. Berikut beberapa manfaat penting yang perlu Anda ketahui:
Tahnik ternyata memiliki manfaat medis yang sangat penting, terutama dalam mencegah hipoglikemia atau kadar gula darah rendah pada bayi. Kondisi ini cukup berbahaya, terutama bagi bayi prematur atau dengan berat badan rendah.
Sari kurma yang manis memberikan asupan glukosa instan yang dapat membantu menstabilkan kondisi bayi. Menariknya, penyerapan ini terjadi melalui mulut, sehingga tidak membebani sistem pencernaan bayi yang masih sangat sensitif.
Hal ini menunjukkan bahwa ajaran Islam tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga memiliki hikmah ilmiah yang relevan hingga saat ini.
Selain itu, tahnik juga membantu merangsang refleks mengisap dan menelan pada bayi. Ini menjadi latihan awal yang sangat penting sebelum bayi mulai menyusu langsung kepada ibunya.
Rangsangan pada langit-langit mulut akan membantu mengaktifkan otot-otot di area tersebut. Dengan demikian, bayi lebih siap dalam proses menyusu dan mendapatkan ASI secara optimal.
Manfaat ini menjadi bukti bahwa tahnik bukan sekadar simbolik, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi perkembangan bayi.
Setelah memahami pentingnya tahnik, langkah selanjutnya adalah mengetahui bagaimana cara melakukannya dengan benar. Meski terlihat sederhana, tahnik tetap membutuhkan kehati-hatian dan ketelitian agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal.
Pelaksanaan tahnik tidak memerlukan alat yang rumit, tetapi sangat menekankan pada kebersihan, kelembutan, dan niat yang baik. Hal ini penting karena bayi yang baru lahir masih sangat sensitif terhadap lingkungan sekitarnya.
Dengan mengikuti tata cara yang tepat, tahnik dapat menjadi momen penuh makna sekaligus ibadah yang bernilai tinggi. Berikut urutan langkah-langkah yang bisa Anda ikuti:
Langkah pertama adalah memastikan kebersihan. Orang yang akan melakukan tahnik harus mencuci tangan, terutama jari telunjuk, menggunakan sabun hingga benar-benar bersih.
Setelah itu, siapkan kurma yang sudah dibuang bijinya. Kurma ini kemudian dikunyah hingga sangat lembut dan bercampur dengan air liur.
Jika merasa kurang nyaman dengan cara ini, kurma juga bisa dihaluskan menggunakan alat bersih sebagai alternatif.
Ambil sedikit sari kurma dengan ujung jari telunjuk, lalu usapkan secara perlahan ke langit-langit mulut bayi. Lakukan dengan lembut agar bayi tetap nyaman.
Sambil melakukan tahnik, dianjurkan untuk membaca doa keberkahan. Doa ini menjadi bagian penting karena tahnik bukan hanya tindakan fisik, tetapi juga spiritual.
Dengan doa yang tulus, diharapkan bayi tumbuh menjadi pribadi yang sehat dan penuh keberkahan.
Tidak semua kondisi memungkinkan tersedianya kurma saat bayi lahir. Namun, hal ini tidak menjadi penghalang untuk tetap menjalankan sunnah tahnik.
Para ulama menjelaskan bahwa inti dari tahnik adalah memberikan rasa manis. Oleh karena itu, madu murni atau sari buah manis bisa menjadi alternatif yang diperbolehkan.
Yang terpenting adalah memastikan bahan yang digunakan aman, alami, dan tidak membahayakan bayi. Dengan begitu, esensi tahnik tetap bisa dijalankan.
Tahnik mengajarkan bahwa Islam sangat memperhatikan setiap detail kehidupan manusia, bahkan sejak bayi baru lahir. Ini menjadi bukti bahwa ajaran Islam bersifat menyeluruh dan penuh kasih sayang.
Tahnik juga menjadi simbol awal pendidikan spiritual bagi anak. Sejak lahir, bayi sudah diperkenalkan dengan doa dan nilai-nilai kebaikan. Dengan menjalankan sunnah ini, orang tua tidak hanya merawat secara fisik, tetapi juga menanamkan nilai keberkahan sejak dini.
Selain menjalankan sunnah seperti tahnik, Anda juga bisa melengkapi ibadah dengan berbagi kepada sesama. Kini, donasi, zakat, infak, sedekah, hingga wakaf bisa dilakukan dengan mudah melalui aplikasi mobile banking M-Syariah.
Dengan fitur yang praktis dan aman, Anda dapat menyalurkan kebaikan kapan saja tanpa harus repot. Semua transaksi dilakukan sesuai prinsip syariah dan transparan.
Yuk, maksimalkan ibadah Anda dengan berbagi kebaikan lebih luas. Gunakan M-Syariah untuk memudahkan setiap langkah dalam beramal dan menebar manfaat bagi sesama.
Bagikan Berita