6 Mei 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Hari Raya Idul Adha adalah salah satu momen yang paling dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia setelah menyelesaikan ibadah haji dan puasa Arafah. Pada hari yang penuh berkah ini, umat muslim disunnahkan untuk berkumpul di lapangan atau masjid untuk melaksanakan salat sunnah Idul Adha.
Pelaksanaan ibadah ini memiliki keistimewaan tersendiri dan menjadi simbol kemenangan serta rasa syukur kita kepada Allah SWT. Melalui salat ini, kita memperkuat tali silaturahmi dan merayakan kebersamaan bersama seluruh anggota keluarga dan kerabat.
Apakah Anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai lafal niat, tata cara, dan sunnah-sunnah yang dianjurkan saat melaksanakannya? Yuk simak panduan lengkapnya di bawah ini agar ibadah Anda sah dan diterima oleh Allah SWT.
Lafal niat salat Idul Adha dapat disesuaikan dengan posisi Anda saat melaksanakan salat. Apakah Anda bertindak sebagai imam yang memimpin salat, makmum yang mengikuti, atau bahkan salat sendiri karena suatu halangan.
Niat ini cukup dibacakan di dalam hati atau dilafalkan secara pelan bersamaan dengan takbiratul ihram. Membaca niat dengan benar adalah salah satu syarat sahnya ibadah salat menurut mazhab Syafi'i dan mazhab lainnya.
Berikut adalah lafal niat yang dapat Anda gunakan dan lafalkan dalam hati maupun lisan:
Niat sebagai Imam
Ushalli sunnatan li 'idil adha rak'ataini imaman lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta'ala."
Niat sebagai Makmum
Ushalli sunnatan li 'idil adha rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Niat Sendiri (Munfarid)
Ushalli sunnatan li 'idil adha rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat salat sunnah Idul Adha dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Salat Idul Adha dilaksanakan sebanyak dua rakaat secara berjemaah dan tidak didahului dengan azan maupun iqamah seperti salat fardhu. Sebagai gantinya, bilal akan menyerukan ash-shalatu jami'ah yang berarti ajakan untuk melaksanakan salat bersama-sama.
Berikut adalah urutan dan tata cara pelaksanaannya:
Niat dan Takbiratul Ihram. Mengucapkan Allahu Akbar disertai dengan niat yang sesuai dengan posisi Anda, baik sebagai imam maupun makmum.
Doa Iftitah. Membaca doa iftitah seperti pada pelaksanaan salat pada umumnya.
Takbir Zawa'id. Melakukan takbir tambahan sebanyak tujuh kali, di luar takbiratul ihram. Di antara setiap takbir tambahan, disunnahkan untuk membaca zikir berikut:
Subhanallah, wal hamdulillah, wa la ilaha illallah, wallahu akbar.
Membaca Al-Fatihah. Dilanjutkan dengan membaca surat pendek dari Al-Qur'an. Sebaiknya imam membaca surat yang sesuai dengan sunnah seperti surat Al-A'la atau surat Al-Ghasyiyah.
Gerakan Normal. Melakukan gerakan ruku', iktidal, dan sujud sebagaimana salat pada umumnya hingga bangkit kembali untuk rakaat kedua.
Takbir Zawa'id. Bangkit dari sujud untuk memulai rakaat kedua dan melakukan takbir tambahan sebanyak lima kali di luar takbir berdiri. Sama seperti rakaat pertama, setiap takbir diselingi dengan bacaan zikir yang sama.
Membaca Al-Fatihah. Dilanjutkan dengan membaca surat pendek dari Al-Qur'an, di mana imam dianjurkan membaca surat Al-Ghasyiyah atau surat lainnya yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Gerakan Normal. Melanjutkan gerakan ruku', iktidal, dan sujud dengan tata cara yang sama seperti salat biasa.
Tasyahud Akhir. Duduk pada posisi tasyahud akhir dan mengakhirinya dengan salam ke kanan dan ke kiri.
Sebelum berangkat melaksanakan salat Idul Adha, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Amalan ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kesucian diri serta menampakkan kebahagiaan di hari raya. Berikut adalah beberapa sunnah tersebut:
Disunnahkan untuk mandi besar sebelum berangkat ke tempat salat. Mandi ini dianjurkan bagi semua kalangan, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda.
Dianjurkan untuk mengenakan pakaian yang paling bersih dan indah yang dimiliki, tidak harus baru tetapi harus rapi dan bersih.
Sunnah bagi laki-laki untuk memakai wangi-wangian yang tidak menyengat agar tercium harum saat berkumpul bersama jemaah. Bagi wanita, dianjurkan menggunakan pakaian yang sopan dan tidak mencolok.
Berbeda dengan salat Idul Fitri, pada Idul Adha disunnahkan untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum salat. Dianjurkan untuk makan setelah selesai salat, terutama dari daging kurban yang telah disembelih.
Dianjurkan untuk mengambil jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari tempat salat. Hal ini bertujuan untuk memperluas syiar Islam dan mempererat tali silaturahmi dengan lebih banyak orang.
Melaksanakan salat Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan juga waktu yang tepat untuk meningkatkan rasa syukur dan ketaatan kepada Allah SWT. Mengisi hari raya yang istimewa ini dengan kumandangan takbir dan ibadah salat akan memberikan kedekatan spiritual bagi setiap muslim yang ingin meraih rida serta ampunan-Nya.
Selain melaksanakan salat dan menyembelih hewan kurban, menyisihkan sebagian rezeki untuk bersedekah di momen Hari Raya Idul Adha menjadi wujud syukur dan ikhtiar untuk melengkapi amalan. Kebaikan yang Anda tabung akan mendatangkan pertolongan Allah SWT serta pahala yang terus mengalir, melengkapi kebahagiaan yang Anda dapatkan usai bermunajat di hari raya.
Sebagai bentuk dukungan untuk memudahkan ibadah sosial Anda di mana saja, Bank Mega Syariah menyediakan fitur Donasi dan Amal yang dapat diakses melalui aplikasi M-Syariah. Melalui layanan ini, Anda dapat menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah secara praktis dan transparan langsung dari genggaman, sehingga ibadah Anda tetap produktif dalam mengumpulkan pahala.
Segera unduh aplikasi M-Syariah dan jadikan setiap momen ibadah serta berbagi Anda lebih bermakna dengan kemudahan yang sesuai prinsip syariah. Dengan M-Syariah, rutinitas berbagi menjadi lebih ringan dan tenang, memastikan langkah ibadah Anda senantiasa dipenuhi keberkahan serta rida dari Allah SWT.
Bagikan Berita