17 Juli 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Memasuki usia 4 bulan kehamilan, banyak orang tua yang mulai mencari doa untuk 4 bulan kehamilan sebagai bentuk ikhtiar batin agar janin selalu sehat, terlindungi, dan kelak menjadi anak yang saleh.
Dalam Islam, fase ini memiliki makna yang sangat istimewa karena dipercaya sebagai waktu ditiupkannya ruh ke dalam janin. Tak heran, usia kandungan empat bulan sering diiringi dengan doa-doa khusus dan amalan penuh harap dari orang tua.
Kehamilan bukan hanya proses biologis, tetapi juga perjalanan spiritual. Melalui doa, orang tua menyerahkan sepenuhnya pertumbuhan janin kepada Allah SWT, sembari memohon keselamatan, kemudahan, serta kebaikan.
Lalu, seperti apa doa menjelang 4 bulan kehamilan? Ini dia penjelasan lengkapnya!
Membaca doa selama masa kehamilan, terutama saat usia kandungan memasuki empat bulan, memiliki manfaat besar secara spiritual maupun emosional.
Doa membantu orang tua menenangkan hati, menumbuhkan rasa pasrah, serta menguatkan keyakinan bahwa setiap proses kehamilan berada dalam penjagaan Allah SWT. Berikut ini beberapa doa yang dapat dibaca saat 4 bulanan kehamilan:
Salah satu doa untuk 4 bulan kehamilan yang dikenal luas dan banyak diamalkan adalah doa panjang yang berisi permohonan perlindungan menyeluruh bagi janin dan ibunya. Doa ini memuat permohonan agar janin dijaga dari berbagai gangguan dan keburukan, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat.
Selain itu, doa ini juga berisi harapan agar anak yang dikandung kelak tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berilmu, berakhlak mulia, bermanfaat bagi sesama, serta dimudahkan proses kelahirannya dalam keadaan sehat dan selamat.
Berikut bacaan doanya:
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ وَبِاللهِ وَمِنَ اللهِ وَإِلَى اللهِ وَلَا غَالِبَ إِلَّا اللهُ وَلَا يُفَوِّتُهُ هَارِبٌ مِنَ اللهِ وَهُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ، نُعِيْذُ هٰذَا الْحَمْلَ الْبَالِغَ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ بِاللهِ اللَّطِيْفِ الْحَفِيْظِ الَّذِيْ لَآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ وَنُعِيْذُهُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّةِ وَبِأَسْمَآئِكَ الْعَظِيْمَةِ وَآيَاتِهِ الْكَرِيْمَةِ وَحُرُوْفِهَا الْمُبَارَكَةِ مِنْ شَرِّ الْإِنْسِ وَالْجَآنِّ وَمِنْ مَكْرِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْاٰوَانِ وَمِنْ جَمِيْعِ الْفِتَنِ وَالْبَلَايَا وَالْعِصْيَانِ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ وَلَدًا صَالِحًا كَرِيْمًا كَامِلًا عَاقِلًا عَلِيْمًا نَافِعًا مُبَارَكًا حَلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ زَيِّنْهُ بِزِيْنَةِ الْأَخْلَاقِ الْكَرِيْمَةِ وَالصُّوْرَةِ الْجَمِيْلَةِ ذِي الْهَيْبَةِ وَالْهَيْئَةِ الْمَلِيْحَةِ وَالرُّوْحِ عَلَى الْفِطْرَةِ الْجَزِيْلَةِ. اَللّٰهُمَّ اكْتُبْهُ فِيْ زُمْرَةِ الْعُلَمَآءِ الصَّالِحِيْنَ وَحَمَلَةِ الْقُرْاٰنِ الْعَامِلِيْنَ وَارْزُقْهُ عَمَلاً يُقَرِّبُهُ إِلَى الْجَنَّةِ مَعَ النَّبِيِّيْنَ يَآ أَكْرَمَ الْأَكْرَمِيْنَ وَيَا خَيْرَ الرَّازِقِيْنَ. اَللّٰهُمَّ ارْزُقْهُ وُأُمَّهُ فِيْ طَاعَتِكَ الْمَقْبُوْلَةِ وَذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ الْمُرْضِيَّةِ وَاحْفَظْهُ مِنَ السَّقْطِ وَالنَّقْصِ وَالْعِلَّةِ وَالْكَسَلِ وَالْخِلْقَةِ الْمَذْمُوْمَةِ حَتَّى وَضَعَتْهُ أُمُّهُ عَلَى صِحَّةٍ وَعَافِيَةٍ وَسُهُوْلَةٍ وَيُسْرَةٍ مِنْ غَيْرِ مَرَضٍ وَتَعَبٍ وَعُسْرَةٍ بِشَفَاعَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
A’ûdzu billâhi minasy syaithânir rajîm(i). Bismillâhirraḫmânirraḫîm(i). Wa minaLlâhi wa ilaLlâhi wa lâ ghâliba illaLlâhu wa lâ yufawwituhu hâribun minaLlâhi wa huwal hayyul qayyûmu, nu’îdzu hadzal ḫamla al-bâlighi arba’ata asyhui billâhil lathîfil ḫâfidzil ladzî lâ ilâha illa huwa ‘âlimul ghaibi wasysyahâdati huwar-raḫmânur-raḫîmu wa nu‘îdzuhu bikalimatiLlâhi at-Tâmmati wa bi asmâika al-‘adzîmati wa âyâtihi al-karîmati wa hurûfihâ al-mubârakati min syarril insi wal jânni wamin makril laili wan nahâri wal awâni wamin jamî’il fitani wal balâ`I wal ‘ishyâni wa min syarrin naffâtsâti fil ‘uqudi wamin syarri hâsidin idzâ ḫasad. Allâhumma ij’alhu waladan shâliḫankarîman kâmilan ‘âqilan ‘alîman nâfi’an mubârakan ḫalîman. Allâhumma zayyinhu bizînatil akhlâqi al-karîmati washshûrati al-jamîlati dzil-haibati wa- haiati al-malîhati warrûhi ‘alal fithrati al-jazîlati. Allâhumma uktubhu fî zumratil ulamâ`ish shâlihîn wa ḫamalatil qur`ânil ‘âmilîna warzuqhu ‘amalan yuqarribuhu ilal jannati ma’an nabiyyîna yâ Akramal akramîn wa yâ Khairar Râziqîn. Allâhumma-rzuqhu wa ummuhu fî thâ’atika almaqbûlata wa dzikrika wa syukrika wa ḫusni ‘ibâdatika al-mardliyyati wa-ḫfadzhu minassaqti wannaqshi wal ‘illati walkasali wal khilqati al-madzmûmati ḫatta wadla’athu ummuhu ‘ala shiḫḫatin wa ‘âfiyatin wa suhûlatin wa yusratin min ghari maradlin wa ta’abin wa ‘usratin bi syafâ’ati sayyidinâ Muḫammadin shallaLlâhu ‘alaihi wa sallam
Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, dengan menyebut asma Allah yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang. Dari Allah, kepada Allah, tidak ada yang menang kecuali Allah, tiada yang bisa berlari dari Allah, Dia Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri. Kami memohon perlindungan bagi janin yang berumur 4 bulan ini pada Allah Yang Maha Lembut, Yang Maha Menjaga, tiada tuhan selain Dia Yang Maha Mengetahui hal-hal gaib dan terlihat. Dia Maha Pengasih lagi Penyayang. Kami memohon perlindungan bagi janin ini pada kalimat-kalimat Allah yang sempurna, asma-asma-Nya yang agung, ayat-ayat-Nya yang mulia, huruf-huruf-Nya yang diberkati dari kejelekan manusia dan jin, dari godaan malam, siang, dan waktu, dan dari segala fitnah, bala dan maksiat, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki saat mereka mendengki. Ya Allah jadikanlah dia (janin) ini sebagai anak yang saleh, mulia, sempurna, berakal, alim, bermanfaat, terberkati, dan bijaksana. Ya Allah, hiasi dia dengan hiasan akhlak yang mulia dan rupa dan indah, memiliki wibawa dan tingkah yang manis, dan ruh yang suci lagi agung. Ya Allah, tulis takdirnya sebagai bagian dari para ulama yang saleh, penghafal dan pengamal Alquran yang bisa mendekatkannya pada surga beserta para Nabi, wahai Dzat paling mulia diantara mereka yang mulia dan Dzat Pemberi rezeki terbaik. Ya Allah berikan rezeki pada dia dan ibunya untuk taat yang diterima, untuk mengingat Engkau, bersyukur pada-Mu, dan beribadah yang baik pada-Mu. Jaga dia dari keguguran, kekurangan, cacat, malas, dan bentuk yang tercela hingga ibunya melahirkannya dalam kondisi sehat wal afiat, secara mudah, gampang, tanpa sakit, susah, dan penat. Dengan syafaat Nabi Muhammad.”
Selain doa empat bulanan, terdapat pula doa yang dapat diamalkan setiap hari selama bayi masih berada dalam kandungan. Doa ini berisi permohonan agar janin senantiasa dijaga kesehatannya, disempurnakan fisik dan akalnya, serta diteguhkan imannya sejak dini.
Doa ini juga memuat harapan agar anak kelak tumbuh menjadi pribadi yang berilmu, berakhlak baik, fasih membaca Alquran, dan dimudahkan proses kelahirannya.
Berikut bacaan doanya:
اَللّٰهُمَّ احْفَظْ وَلَدِيْ مَادَامَ فِيْ بَطْنِ زَوْجَتِيْ وَاشْفِهِ أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَآؤُكَ شِفَآءً لَايُغَادِرُ سَقَمًا. اَللّٰهُمَّ صَوِّرْهُ فِيْ بَطْنِ زَوْجَتِيْ صُوْرَةً حَسَنَةً وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ. اَللّٰهُمَّ أَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِ زَوْجَتِيْ وَقْتَ وِلَادَتِهَا سَهْلًا وَتَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلًا وَعَاقِلًا حَاذِقًا عَالِمًا عَامِلًا. اَللّٰهُمَّ طَوِّلْ عُمْرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَأَفْصِحْ لِسَانَهُ وَأَحْسِنْ صَوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْحَدِيْثِ وَالْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ بِبَرَكَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Allâhumma-ḫfadh waladî mâ dâma fî bathni zaujatî wa-syfihi antasy-syâfi lâ syifâ’an illâ syifâuka syifâ’an lâ yughâdiru saqaman. Allâhumma shawwirhu fî bathni zaujatî shûratan ḫasanatan wa tsabbit qalbahu îmânan bika wa bi rasûlika. Allâhumma akhrijhu mim bathni zaujatî waqta wilâdatihâ sahlan wa taslîman. Allâhumma ij‘alhu shahîhan kâmilan wa ‘âqilan ḫâdziqan ‘âliman ‘âmilan. Allâhumma thawwil ‘umrahu wa shahhih jasadahu wa ḫassin khuluqahu wa afshah lisânahu wa aḫsin shautahu li qirâ-atil hadîtsi wal qur’ânil ‘adhîm bi barakati Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wasallam. Walhamdulillâhi Rabbil ‘âlamîn
Artinya: “Ya Allah, jagalah anakku selama ia berada dalam perut istriku, sehatkan ia, sesungguhnya Engkau Yang Maha Menyehatkan. Tak ada kesehatan kecuali kesehatan dari-Mu, kesehatan yang tak terganggu penyakit. Ya Allah, bentuk ia yang ada di perut istriku dalam rupa yang baik, tetapkan dalam hatinya keimanan pada-Mu dan pada Rasul-Mu. Ya Allah, keluarkan dia dari perut istriku pada saat kelahirannya secara mudah dan selamat. Ya Allah, jadikan ia utuh, sempurna, berakal, cerdas, berilmu, dan beramal. Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan jasadnya, baguskan rupanya, dan fasihkan lisannya untuk membaca hadits dan Alquran Yang Agung, dengan berkah Nabi Muhammad ﷺ. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh keberadaan.”
Salah satu amalan yang dianjurkan saat hamil empat bulan adalah membaca Surat Al-Insan pada hari Kamis dan Jumat. Surat yang juga dikenal dengan nama Ad-Dahr ini mengandung pesan mendalam tentang hakikat manusia, perjalanan hidup, serta pentingnya rasa syukur kepada Allah SWT.
Isi Surat Al-Insan mengingatkan manusia akan posisinya di alam semesta dan menegaskan bahwa sikap syukur serta ketaatan akan mengantarkan pada akhir yang baik. Sebaliknya, keraguan dan kelalaian dapat membawa dampak yang kurang baik.
Membaca surat ini diyakini bermanfaat untuk menenangkan jiwa dan membantu mengurangi kecemasan, termasuk bagi ibu hamil.
Amalan lain yang dianjurkan adalah membaca Surat Al-Qadr dalam satu rakaat salat. Kata Al-Qadr memiliki makna ketetapan, kemuliaan, dan kekuasaan.
Surat ini menjelaskan tentang malam diturunkannya Alquran serta keutamaan Lailatul Qadr, malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Membaca Surat Al-Qadr mengingatkan umat Islam untuk meningkatkan ibadah dengan penuh keikhlasan. Bagi ibu hamil, membaca surat ini diyakini dapat menjadi wasilah ketenangan hati serta kemudahan dalam menjalani proses persalinan kelak.
Dalam buku Doa dan Zikir Khusus Wanita karya Muhammad Alcaff, disebutkan bahwa wanita yang memasuki usia kehamilan empat bulan dianjurkan membaca beberapa surah Alquran setelah salat.
Amalan ini dilakukan dengan meletakkan tangan di atas perut sebagai bentuk doa dan ikhtiar batin.
Surah yang dianjurkan untuk dibaca antara lain Surat Al-Qadr, Surat Al-Kautsar, serta salawat, kemudian dilanjutkan dengan membaca Surah Al-Furqan ayat 75. Amalan ini diharapkan menjadi doa perlindungan dan kebaikan bagi janin hingga waktu kelahiran tiba.
Dalam ajaran Islam, usia kehamilan empat bulan memiliki kedudukan penting. Pada masa inilah ruh ditiupkan ke dalam janin atas izin Allah SWT.
Hal ini dijelaskan dalam Alquran, salah satunya dalam Surah As-Sajdah ayat 7–9, yang artinya:
“Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah, kemudian Dia menjadikan keturunannya dari sari pati air yang hina (air mani). Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan roh (ciptaan)-Nya ke dalam (tubuh)nya dan Dia menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati bagimu, (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur. (As-Sajdah 32:7-9)
Ayat ini menggambarkan proses penciptaan manusia hingga Allah meniupkan ruh-Nya dan menganugerahkan pendengaran, penglihatan, serta hati.
Selain itu, membaca doa selama masa kehamilan memiliki peran penting, di antaranya:
Membantu memohon perlindungan Allah bagi ibu dan janin dari bahaya serta gangguan.
Menenangkan hati dan pikiran ibu selama sembilan bulan kehamilan.
Menjadi ikhtiar spiritual agar proses persalinan kelak berjalan lebih mudah.
Memohon agar janin tumbuh sehat dan terhindar dari keguguran.
Menguatkan ikatan batin antara orang tua dan calon anak sejak dalam kandungan.
Oleh karena itu, dianjurkan bagi orang tua, terutama ibu yang sedang hamil, untuk memperbanyak doa, dzikir, dan rasa syukur. Doa bukan sekadar permohonan, tetapi juga bentuk ketenangan batin yang sangat dibutuhkan selama masa kehamilan.
Usia kehamilan empat bulan merupakan fase yang penuh makna dan harapan. Membaca doa untuk 4 bulan kehamilan bukan sekadar tradisi, melainkan wujud cinta, kepasrahan, dan doa orang tua kepada anak yang sedang tumbuh dalam rahim.
Dengan memperbanyak doa, dzikir, dan amalan baik, orang tu telah menjalankan ikhtiar terbaik secara lahir dan batin.
Selain doa, persiapan menyambut kelahiran juga dapat dilengkapi dengan amal ibadah lainnya, seperti sedekah, infak, dan wakaf. Salah satu bentuk syukur atas kelahiran anak adalah aqiqah, yang hukumnya sunnah dan dianjurkan dalam Islam.
Sebagai persiapan, Anda dapat mulai merencanakan tabungan khusus aqiqah. Melalui produk Tabungan Berkah Rencana iB dari Bank Mega Syariah dengan akad Mudharabah Mutlaqah, Anda bisa menabung dengan setoran ringan mulai dari Rp100 ribu dan jangka waktu yang fleksibel.
Kini, beramal pun semakin mudah karena sedekah, zakat, infak, dan wakaf dapat dilakukan secara online melalui aplikasi M-Syariah. Bank Mega Syariah bekerja sama dengan berbagai lembaga terpercaya seperti BAZNAS, Lazis Muhammadiyah, Lazis NU, LAZ CT Arsa, hingga Badan Wakaf Indonesia untuk menyalurkan amanah kebaikan Anda.
Yuk, manfaatkan kemudahan ini untuk melengkapi ikhtiar lahir dan batin selama masa kehamilan. Semoga bermanfaat!
Bagikan Berita