16 Januari 2026 2025 | Tim Bank Mega Syariah

Jauh sebelum sikat gigi modern ditemukan, Islam telah mengenalkan metode perawatan gigi yang sederhana namun luar biasa manfaatnya, yaitu siwak. Di tengah maraknya produk perawatan gigi berbahan kimia, siwak justru kembali dilirik sebagai solusi alami yang aman dan efektif.
Tak hanya dipercaya secara turun-temurun, manfaat siwak juga telah dibuktikan melalui berbagai penelitian medis dan direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia. Inilah yang membuat siwak tetap relevan hingga saat ini.
Lebih dari sekadar alat pembersih gigi, siwak mengandung nilai kesehatan sekaligus spiritual. Menggunakannya berarti merawat diri sekaligus menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. Yuk, simak pembahasan lengkap mengenai manfaat siwak berikut ini!
Siwak adalah ranting atau akar dari pohon Salvadora persica, yang dikenal juga sebagai pohon sikat gigi. Tanaman ini banyak tumbuh di kawasan Timur Tengah, Afrika, dan sebagian wilayah Asia.
Sejak ribuan tahun lalu, siwak telah digunakan sebagai alat pembersih gigi alami yang praktis dan mudah dibawa ke mana saja.
Keunikan siwak terletak pada kemampuannya menjalankan dua fungsi sekaligus, yaitu sebagai sikat gigi dan pasta gigi.
Saat dikunyah atau digosokkan, serat kayunya bekerja secara mekanis membersihkan gigi, sementara zat aktif alaminya berfungsi membersihkan dan melindungi secara kimiawi.
Dalam Islam, bersiwak bukan sekadar anjuran lisan, tetapi kebiasaan nyata yang dilakukan langsung oleh Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan dalam kondisi santai sekalipun, beliau tetap menjaga kebersihan mulut dengan siwak, menunjukkan betapa pentingnya amalan ini.
Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya akan aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan salat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan betapa besar keutamaan siwak dalam Islam.
Beberapa waktu yang dianjurkan untuk bersiwak pun sangat dekat dengan aktivitas harian, seperti saat bangun tidur, sebelum salat, ketika bau mulut berubah, atau sebelum membaca Alquran.
Berbeda dengan sikat gigi modern yang hanya berfungsi sebagai alat, siwak mengandung berbagai zat aktif yang bermanfaat, di antaranya:
Fluoride alami, membantu memperkuat enamel gigi dan mencegah gigi berlubang
Silika, berperan sebagai abrasif lembut untuk mengangkat noda
Salvadorine, bersifat antibakteri
Vitamin C, membantu penyembuhan gusi dan mencegah perdarahan
Tanin, mengurangi peradangan dan mengencangkan gusi
Minyak atsiri, memberi aroma segar dan merangsang produksi air liur
Klorida dan bikarbonat, membantu membersihkan gigi secara kimiawi
Kombinasi inilah yang menjadikan siwak sebagai “paket lengkap” perawatan gigi alami.
Kandungan aktif di dalam siwak bekerja secara menyeluruh, mulai dari membersihkan gigi, melindungi enamel, hingga menjaga kesehatan jaringan gusi. Bahkan, WHO sejak tahun 1987 merekomendasikan siwak sebagai alat pembersih gigi yang efektif, murah, dan mudah diakses.
Berbagai jurnal periodontologi juga mencatat bahwa pengguna siwak memiliki indeks kesehatan gusi dan tingkat plak yang lebih baik, asalkan teknik penggunaannya benar.
Jika digunakan secara rutin dan benar, berikut manfaat utama siwak yang dapat Anda rasakan:
Siwak mengandung fluoride alami yang berperan penting dalam memperkuat enamel gigi. Fluoride membantu membentuk lapisan pelindung yang membuat gigi lebih tahan terhadap asam hasil metabolisme bakteri di dalam mulut.
Selain itu, sifat antibakteri siwak efektif melawan Streptococcus mutans, bakteri utama penyebab gigi berlubang. Dengan penggunaan rutin, risiko karies dapat ditekan secara signifikan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pasta gigi berbahan kimia.
Masalah gusi seperti bengkak dan mudah berdarah sering disebabkan oleh penumpukan plak dan peradangan. Kandungan tanin dalam siwak bersifat astringen yang membantu mengencangkan jaringan gusi dan mengurangi pembengkakan.
Ditambah dengan vitamin C alami, siwak mendukung proses penyembuhan jaringan gusi dan meningkatkan ketahanannya terhadap infeksi. Oleh karena itu, siwak sangat bermanfaat untuk mencegah gingivitis dan penyakit periodontal.
Bau mulut umumnya muncul akibat bakteri di rongga mulut serta kondisi mulut kering. Siwak membantu merangsang produksi air liur yang berfungsi membersihkan sisa makanan dan menyeimbangkan pH mulut.
Minyak atsiri dalam siwak juga memberikan aroma segar alami yang membantu menetralkan bau mulut. Dengan demikian, mulut terasa lebih segar lebih lama tanpa perlu tambahan penyegar buatan.
Serat kayu siwak bekerja seperti sikat alami yang mampu menjangkau sela-sela gigi. Gerakan mekanis ini efektif mengangkat plak sebelum mengeras menjadi karang gigi yang sulit dibersihkan.
Jika digunakan secara rutin, siwak dapat membantu mengurangi pembentukan tartar dan menjaga permukaan gigi tetap bersih, terutama di area yang sering terlewat saat menyikat gigi biasa.
Kandungan silika dan bikarbonat dalam siwak berfungsi sebagai pemutih alami yang lembut. Zat ini membantu mengangkat noda eksternal akibat konsumsi kopi, teh, atau rokok secara bertahap.
Berbeda dengan bahan pemutih kimia yang bersifat abrasif, siwak bekerja tanpa merusak enamel gigi, sehingga aman digunakan dalam jangka panjang.
Lingkungan mulut yang terlalu asam memicu pertumbuhan bakteri dan kerusakan gigi. Siwak membantu menyeimbangkan pH rongga mulut melalui produksi air liur dan kandungan bikarbonat alaminya.
Kondisi pH yang seimbang membuat bakteri patogen sulit berkembang, sehingga kesehatan gigi dan mulut dapat terjaga secara alami.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Salvadora persica mengandung enzim antioksidan seperti peroksidase dan katalase. Zat ini berpotensi melindungi jaringan lunak mulut dari kerusakan sel.
Meski masih memerlukan penelitian lanjutan, potensi ini membuka peluang bahwa siwak tidak hanya menjaga kebersihan gigi, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan jaringan mulut secara menyeluruh.
Menjaga kesehatan gigi dan mulut melalui siwak merupakan salah satu bentuk syukur atas nikmat tubuh yang Allah SWT titipkan.
Lebih dari itu, bersiwak juga menjadi amalan sunnah yang bernilai ibadah karena dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW, terutama sebelum melaksanakan salat dan ibadah lainnya. Dengan kebiasaan sederhana ini, seorang Muslim tidak hanya merawat diri, tetapi juga memperindah adab saat menghadap Allah SWT.
Namun, ikhtiar seorang Muslim tidak berhenti pada menjaga kesehatan dan menghidupkan sunnah semata. Islam juga mengajarkan keseimbangan antara merawat diri dan berbagi kepada sesama. Amal kebaikan seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf menjadi bentuk investasi akhirat yang pahalanya terus mengalir, bahkan setelah kita tiada.
Untuk memudahkan niat baik tersebut, Bank Mega Syariah menghadirkan layanan Donasi dan Amal yang dapat diakses melalui aplikasi mobile banking M-Syariah.
Melalui aplikasi ini, Anda dapat menunaikan ZISWAF dengan aman, praktis, dan disalurkan melalui mitra terpercaya. Mari lengkapi sunnah bersiwak dengan sunnah bersedekah, sebagai ikhtiar menghadirkan keberkahan dalam setiap aspek kehidupan.
Mari lengkapi sunnah bersiwak dengan sunnah bersedekah. Unduh aplikasi M-Syariah sekarang dan salurkan kebaikan Anda kapan saja, di mana saja, dengan aman dan praktis!
Bagikan Berita