14 Maret 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Jakarta sering kali identik dengan kemacetan, gedung pencakar langit, serta pusat perbelanjaan yang tersebar di berbagai sudut kota. Padahal, ibu kota Indonesia ini juga menyimpan banyak destinasi wisata edukatif yang menarik, salah satunya melalui berbagai museum yang sarat sejarah.
Banyak orang menganggap museum sebagai tempat yang membosankan. Namun, anggapan tersebut kini mulai berubah karena banyak museum di Jakarta yang telah direvitalisasi menjadi ruang publik modern, interaktif, dan estetis.
Selain menawarkan pengalaman belajar sejarah dan budaya, sebagian museum juga menyediakan berbagai aktivitas kreatif yang cocok untuk keluarga maupun anak muda. Jika Anda ingin mencoba aktivitas akhir pekan yang berbeda, yuk simak rekomendasi museum di Jakarta yang menarik untuk dikunjungi.
Jakarta memiliki banyak museum yang menampilkan kekayaan sejarah dan budaya Indonesia. Mulai dari koleksi arkeologi, artefak bersejarah, hingga karya seni kontemporer, setiap museum menawarkan pengalaman yang berbeda sekaligus memperkaya wawasan pengunjung tentang perjalanan panjang bangsa ini.
Tidak hanya museum sejarah, ibu kota juga memiliki museum seni modern yang sangat populer di kalangan anak muda. Berbagai instalasi seni yang unik, interaktif, dan estetik membuat museum-museum tersebut menjadi tempat menarik untuk dijelajahi sekaligus spot favorit untuk berfoto.
Selain itu, beberapa museum di Jakarta juga menyimpan kisah perjuangan bangsa serta perkembangan ekonomi Indonesia dari masa ke masa. Beragam koleksi yang dipamerkan memberikan wawasan penting tentang sejarah negara. Berikut adalah museum apa saja yang bisa Anda kunjungi:
Museum ini adalah museum arkeologi, sejarah, dan budaya terbesar di Asia Tenggara. Di sini Anda bisa melihat koleksi arca kuno, perhiasan emas peninggalan kerajaan Nusantara, hingga fosil manusia purba. Halaman depannya sangat ikonik dengan patung gajah perunggu pemberian Raja Chulalongkorn dari Thailand.
Alamat: Jl. Medan Merdeka Barat No.12, Gambir, Jakarta Pusat.
Harga Tiket: Rp 15.000 - Rp 25.000 (Tergantung kategori dewasa/anak).
Berada di jantung Kota Tua, gedung ini dulunya adalah Balai Kota Batavia (Stadhuis). Museum ini menceritakan sejarah panjang kota Jakarta dari masa prasejarah, masa Tarumanegara, hingga era kemerdekaan. Ruang bawah tanahnya yang dulunya merupakan penjara pahlawan nasional menjadi daya tarik utamanya.
Alamat: Taman Fatahillah No.1, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat.
Harga Tiket: Rp 5.000 - Rp 10.000.
Terletak tepat di seberang Museum Fatahillah, tempat ini memamerkan lukisan karya maestro Indonesia seperti Raden Saleh dan Affandi, serta keramik bersejarah dari berbagai dinasti di Asia. Pengunjung juga bisa mengikuti kelas membuat gerabah dari tanah liat di sini.
Alamat: Jl. Pos Kota No.2, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat.
Harga Tiket: Rp 5.000 - Rp 10.000 (Kelas membuat gerabah dikenakan biaya tambahan sekitar Rp 50.000).
Bagi pecinta budaya, museum ini menyimpan lebih dari 4.000 jenis wayang dari seluruh Indonesia (seperti wayang kulit, wayang golek, wayang kardus) hingga boneka tradisional dari luar negeri.
Alamat: Jl. Pintu Besar Utara No.27, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat.
Harga Tiket: Rp 5.000 - Rp 10.000.
Ini adalah museum seni modern dan kontemporer swasta pertama di Indonesia. Museum ini sangat populer di kalangan anak muda karena instalasi seninya yang sangat interaktif dan instagramable, salah satunya adalah Infinity Mirrored Room karya seniman global Yayoi Kusama.
Alamat: AKR Tower Level M, Jl. Perjuangan No.5, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.
Harga Tiket: Berkisar Rp 70.000 - Rp 100.000 (Sering kali ada promo untuk pelajar/mahasiswa).
Surganya para pecinta wastra Nusantara. Museum ini menyimpan ribuan kain tradisional, terutama koleksi batik dari berbagai daerah di Indonesia. Museum ini memiliki paviliun khusus di bagian belakang tempat pengunjung bisa belajar membatik langsung menggunakan canting dan malam.
Alamat: Jl. K.S. Tubun No.2-4, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat.
Harga Tiket: Rp 5.000 - Rp 10.000 (Belajar membatik dikenakan biaya tambahan sekitar Rp 40.000 - Rp 50.000).
Ini bukanlah museum biasa, melainkan bekas area pemakaman elite Belanda (Kebon Jahe Kober). Anda akan disambut oleh deretan nisan bergaya gotik dan klasik Eropa yang sangat indah dan estetik. Tempat ini juga menjadi peristirahatan terakhir tokoh pergerakan Soe Hok Gie.
Alamat: Jl. Tanah Abang I No.1, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.
Harga Tiket: Rp 5.000 - Rp 10.000.
Berada di kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa, bangunan ini dulunya merupakan gudang rempah-rempah milik VOC. Sesuai namanya, museum ini menampilkan sejarah maritim Nusantara, mulai dari replika kapal tradisional Pinisi hingga perlengkapan navigasi kuno.
Alamat: Jl. Pasar Ikan No.1, Penjaringan, Jakarta Utara.
Harga Tiket: Rp 5.000 - Rp 10.000.
Museum swasta yang unik ini berada di kawasan selatan Jakarta. Tempat ini memamerkan ratusan layang-layang dari ukuran terkecil hingga raksasa. Suasananya sangat asri dan teduh, serta menyediakan aktivitas melukis layang-layang yang sangat disukai anak-anak.
Alamat: Jl. H. Kamang No.38, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.
Harga Tiket: Rp 20.000 - Rp 25.000.
Salah satu museum paling modern dan terawat di Jakarta. Museum ini menceritakan sejarah uang di Nusantara, mulai dari zaman kerajaan, masa penjajahan, hingga terbentuknya Bank Indonesia. Teknologi visualnya sangat canggih dan ruang koleksi uang kertas/logam kunonya sangat memukau.
Alamat: Jl. Pintu Besar Utara No.3, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat.
Harga Tiket: Rp 5.000 (Gratis bagi pelajar/mahasiswa dengan menunjukkan kartu pelajar).
Terletak tepat di sebelah Museum BI, gedung ini dulunya adalah kantor perusahaan perbankan Belanda (Nederlandsche Handel-Maatschappij). Arsitektur bergaya Art Deco-nya sangat kental. Anda bisa melihat koleksi mesin hitung uang jadul, buku tabungan kuno, hingga brankas raksasa di ruang bawah tanah.
Alamat: Jl. Lapangan Stasiun No.1, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat.
Harga Tiket: Rp 5.000.
Rumah bergaya Art Deco ini dulunya adalah kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda. Di ruang makan rumah inilah Soekarno, Hatta, dan Achmad Soebardjo merumuskan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.
Alamat: Jl. Imam Bonjol No.1, Menteng, Jakarta Pusat.
Harga Tiket: Rp 2.000 - Rp 5.000.
Sebelum menjadi museum, gedung ini adalah STOVIA, sekolah kedokteran untuk kaum bumiputra pada masa Hindia Belanda. Di asrama inilah organisasi pergerakan nasional pertama, Budi Utomo, didirikan. Anda bisa melihat koleksi alat medis kuno peninggalan Belanda di sini.
Alamat: Jl. Abdul Rachman Saleh No.26, Senen, Jakarta Pusat.
Harga Tiket: Rp 2.000 - Rp 5.000.
Sebuah rumah indekos sederhana yang menjadi saksi bisu diikrarkannya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Di museum ini juga terdapat biola asli milik W.R. Supratman yang digunakan saat pertama kali mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Alamat: Jl. Kramat Raya No.106, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat.
Harga Tiket: Rp 2.000 - Rp 5.000.
Bagi Anda yang menyukai sejarah militer, museum ini adalah surga peninggalan TNI. Berada di lahan yang sangat luas, museum ini memamerkan berbagai diorama perjuangan, senjata rampasan perang, hingga koleksi pesawat tempur, helikopter, dan tank asli di area taman luarnya.
Alamat: Jl. Gatot Subroto No.14, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Harga Tiket: Rp 5.000 - Rp 10.000.
Agar pengalaman berkunjung ke museum semakin nyaman dan menyenangkan, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda persiapkan terlebih dahulu. Mulai dari mengecek jadwal operasional hingga memahami aturan yang berlaku di dalam area museum.
Dengan persiapan yang tepat, Anda bisa menikmati koleksi museum secara lebih maksimal tanpa terburu-buru. Berikut beberapa tips mengunjungi museum yang perlu Anda perhatikan:
Cek Jadwal dan Tiket.
Mayoritas museum tutup di hari Senin untuk pemeliharaan. Beli tiket secara daring (online) sejak awal agar terhindar dari antrean panjang.
Gunakan Sepatu Ternyaman
Anda akan banyak berjalan dan berdiri. Pakailah sneakers atau alas kaki datar yang sudah sering dipakai, dan hindari hak tinggi agar kaki tidak lecet.
Bawa Jaket Tipis
Suhu pendingin ruangan (AC) di dalam museum biasanya diatur cukup dingin untuk menjaga keawetan koleksi artefak dan lukisan.
Patuhi Aturan Emas Museum
Jangan pernah menyentuh koleksi kecuali ada label interaktif, matikan lampu kilat (flash) kamera agar tidak merusak pigmen warna, serta dilarang makan dan minum di ruang pameran.
Fokus pada Kualitas, Bukan Kuantitas
Jangan memaksakan diri melihat semua area dalam satu hari. Pilih 2 hingga 3 zona pameran yang paling menarik minat Anda agar terhindar dari kelelahan informasi (museum fatigue).
Manfaatkan Pemandu atau Audio Guide
Jangan berkeliling sendirian secara buta. Penjelasan dari pemandu wisata akan memberikan cerita sejarah yang jauh lebih hidup dibandingkan sekadar membaca papan keterangan.
Nikmati Dulu, Foto Kemudian
Amati detail karya seni secara langsung selama beberapa saat sebelum sibuk mencari angle foto, dan pastikan Anda tidak menghalangi jalan pengunjung lain yang juga ingin melihat koleksi tersebut.
Menjelajahi museum di Jakarta bukan hanya sekadar melihat benda bersejarah, tetapi juga menjadi cara untuk memahami perjalanan panjang budaya dan bangsa Indonesia. Dari museum sejarah hingga museum seni modern, semuanya menawarkan pengalaman wisata edukatif yang menarik.
Agar kunjungan semakin praktis, Anda juga dapat memanfaatkan layanan pembayaran digital saat membeli tiket atau kebutuhan wisata lainnya.
Gunakan aplikasi M-Syariah dari Bank Mega Syariah untuk melakukan berbagai transaksi secara mudah, aman, dan sesuai prinsip syariah. Dengan fitur pembayaran digital yang praktis, aktivitas wisata Anda menjadi lebih nyaman tanpa perlu repot membawa banyak uang tunai.
Yuk, nikmati pengalaman wisata edukatif di berbagai museum di Jakarta dan lakukan pembayaran dengan lebih praktis menggunakan aplikasi M-Syariah.
Bagikan Berita