24 Januari 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Emas sejak lama dikenal sebagai simbol kemewahan sekaligus instrumen investasi yang relatif stabil. Dari masa ke masa, logam mulia ini selalu menjadi pilihan untuk menyimpan nilai kekayaan, baik dalam bentuk emas batangan maupun perhiasan. Bahkan di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, minat masyarakat terhadap emas justru cenderung meningkat karena dianggap lebih aman.
Dalam dunia perhiasan, dua jenis emas yang paling sering dibandingkan adalah emas kuning dan emas putih. Keduanya sama-sama berbahan dasar emas murni, tetapi memiliki karakter yang berbeda, mulai dari warna, komposisi, hingga perawatan. Perbedaan inilah yang kerap membuat calon pembeli bingung saat harus menentukan pilihan.
Lalu, mana yang lebih tepat untuk Anda, apakah emas kuning atau emas putih? Agar tidak salah pilih, yuk simak pembahasan lengkap mengenai perbedaan emas kuning dan emas putih, termasuk kisaran harga terbarunya berikut ini.
Baik emas putih maupun emas kuning, keduanya berasal dari bahan dasar yang sama, yaitu emas murni.
Emas putih adalah perhiasan yang terbuat dari campuran emas murni dengan logam berwarna putih, seperti palladium, perak, atau nikel. Proses pencampuran ini bertujuan untuk menghasilkan warna putih keperakan sekaligus meningkatkan kekuatan emas, mengingat emas murni bersifat lunak jika digunakan tanpa campuran.
Agar tampilannya semakin mengilap dan terlihat mewah, emas putih umumnya dilapisi dengan rhodium. Lapisan ini tidak hanya mempercantik warna, tetapi juga membantu melindungi permukaan emas dari goresan ringan dan korosi. Meski demikian, lapisan rhodium dapat menipis seiring waktu sehingga memerlukan perawatan berkala.
Sementara itu, emas kuning merupakan jenis emas yang mempertahankan warna alaminya yang hangat dan klasik. Warna ini dihasilkan dari campuran emas murni dengan logam seperti tembaga dan perak dalam komposisi tertentu, tanpa tambahan pelapisan di bagian luar.
Karena tidak menggunakan lapisan tambahan, warna emas kuning cenderung lebih stabil dan tidak mudah berubah meskipun digunakan dalam jangka panjang. Karakter inilah yang membuat emas kuning sering dipilih sebagai perhiasan tradisional sekaligus aset investasi yang aman.
Berikut penjelasan lengkap perbedaan emas putih dan emas kuning yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan pilihan:
Emas putih memiliki warna keperakan yang memberikan kesan modern, bersih, dan minimalis. Tampilan ini sangat cocok untuk desain perhiasan kontemporer, terutama bagi Anda yang menyukai gaya simpel dan elegan.
Sementara itu, emas kuning menampilkan nuansa hangat dan mewah yang bersifat timeless. Warna kuning emas sering diasosiasikan dengan kemewahan klasik dan tetap terlihat menarik meskipun tren perhiasan terus berubah.
Dari segi komposisi, emas putih dibuat dengan mencampurkan emas murni dengan logam putih, lalu dilapisi rhodium untuk memperkuat warna dan kilau. Proses ini membuat emas putih memiliki tampilan yang lebih terang dibandingkan warna aslinya.
Sebaliknya, emas kuning menggunakan campuran tembaga dan perak yang menghasilkan warna kuning khas tanpa perlu pelapisan tambahan. Perbedaan komposisi inilah yang memengaruhi karakter, warna, serta kebutuhan perawatan masing-masing jenis emas.
Emas putih relatif lebih tahan terhadap goresan ringan karena adanya lapisan rhodium di permukaannya. Namun, lapisan ini bisa memudar akibat gesekan sehari-hari sehingga perhiasan emas putih perlu dilakukan pelapisan ulang secara berkala agar tetap terlihat cerah.
Emas kuning tidak memerlukan perawatan berupa pelapisan ulang karena warnanya berasal dari campuran logam itu sendiri. Meski lebih mudah tergores, goresan halus pada emas kuning sering dianggap sebagai patina alami yang justru menambah karakter perhiasan.
Emas putih relatif lebih tahan terhadap goresan ringan karena adanya lapisan rhodium di permukaannya. Namun, lapisan ini bisa memudar akibat gesekan sehari-hari sehingga perhiasan emas putih perlu dilakukan pelapisan ulang secara berkala agar tetap terlihat cerah.
Emas kuning tidak memerlukan perawatan berupa pelapisan ulang karena warnanya berasal dari campuran logam itu sendiri. Meski lebih mudah tergores, goresan halus pada emas kuning sering dianggap sebagai patina alami yang justru menambah karakter perhiasan.
Bagi penggunanya, emas putih cenderung cocok untuk hampir semua warna kulit karena tampilannya netral. Lalu,emas kuning biasanya terlihat lebih menonjol pada kulit dengan undertone hangat, sehingga memberikan kesan lebih glowing.
Selain harga beli, emas putih memiliki biaya perawatan tambahan berupa pelapisan ulang rhodium. Pelapisan ulang rhodium ini dilakukan agar warnanya tetap cerah. Karena itulah, ada biaya perawatan yang perlu dipertimbangkan.
Emas kuning relatif lebih hemat biaya karena tidak membutuhkan perawatan khusus selain pembersihan rutin.
Jika dilihat dari kandungan emas murninya, emas putih dan emas kuning memiliki nilai yang sama selama kadar karatnya setara. Nilai emas tetap ditentukan oleh berat dan persentase emas murni yang terkandung di dalamnya.
Namun, harga jual emas putih bisa sedikit terpengaruh oleh kondisi lapisan rhodium dan biaya perawatannya. Sebaliknya, emas kuning lebih praktis untuk investasi karena tidak memerlukan perawatan tambahan dan lebih mudah disesuaikan dengan harga emas pasar.
Harga emas pada dasarnya mengikuti pergerakan harga emas dunia dan kadar karatnya. Untuk emas perhiasan, harga juga dipengaruhi oleh ongkos pembuatan.
Sebagai gambaran, emas kuning 24 karat umumnya berada di kisaran Rp2.500.000–Rp3.000.000 per gram, mengikuti harga emas batangan (harga dapat berubah sesuai kondisi pasar). Untuk emas 18 karat, harganya lebih rendah karena kandungan emas murninya sekitar 75%.
Emas putih dengan kadar karat yang sama biasanya sedikit lebih mahal dibandingkan emas kuning. Hal ini disebabkan oleh proses pelapisan rhodium dan biaya produksi yang lebih tinggi. Selain itu, biaya perawatan berkala juga perlu diperhitungkan dalam jangka panjang.
Memilih emas tidak bisa dilakukan secara sembarangan, apalagi jika tujuan pembeliannya berkaitan dengan investasi atau penggunaan jangka panjang. Agar tidak salah langkah, berikut beberapa tips penting yang perlu Anda perhatikan sebelum membeli emas:
Periksa kadar karat emas: Kadar karat menunjukkan persentase emas murni dalam sebuah perhiasan atau emas batangan. Semakin tinggi karatnya, semakin besar pula kandungan emas murni dan nilainya sebagai aset investasi.
Pastikan emas memiliki sertifikat keaslian: Sertifikat menjadi bukti resmi yang menjelaskan kadar, berat, dan keaslian emas. Dokumen ini sangat penting, terutama jika Anda berencana menjual kembali emas di kemudian hari.
Sesuaikan dengan tujuan pembelian: Jika emas dibeli untuk investasi, emas batangan atau emas kuning dengan kadar tinggi lebih disarankan. Sementara itu, untuk kebutuhan gaya atau penggunaan harian, emas putih atau perhiasan dengan desain tertentu bisa menjadi pilihan menarik.
Pertimbangkan penggunaan sehari-hari atau acara khusus: Perhiasan yang digunakan setiap hari sebaiknya memiliki desain kuat dan mudah dirawat. Untuk acara tertentu, Anda bisa memilih desain yang lebih detail tanpa harus terlalu memikirkan ketahanan jangka panjang.
Jangan hanya tergiur tampilan atau tren: Pastikan pembelian emas tetap selaras dengan anggaran dan tujuan keuangan agar tidak mengganggu stabilitas finansial Anda.
Jika tujuan utama Anda adalah investasi jangka panjang, emas kuning sering dianggap lebih praktis dan aman. Warnanya cenderung stabil, tidak memerlukan perawatan tambahan, serta nilainya lebih mudah disesuaikan dengan harga emas pasar saat dijual kembali.
Namun, jika Anda mengutamakan estetika modern dan fungsi sebagai perhiasan, emas putih bisa menjadi pilihan yang menarik. Tampilannya yang elegan dan eksklusif sangat cocok untuk penggunaan sehari-hari maupun acara formal, meskipun membutuhkan perawatan ekstra.
Dengan demikian, pilihan emas yang paling menguntungkan sangat bergantung pada kebutuhan, gaya hidup, serta tujuan keuangan masing-masing individu. Tidak ada pilihan yang benar atau salah, selama sesuai dengan prioritas Anda.
Ingin memiliki emas tanpa harus membayar penuh di awal? Flexi Gold dari Bank Mega Syariah hadir sebagai solusi pembiayaan emas yang praktis, aman, dan sesuai prinsip syariah. Fasilitas ini memungkinkan Nasabah memiliki emas dengan skema cicilan yang terencana dan tidak memberatkan keuangan.
Melalui Flexi Gold, Anda dapat mengatur pembelian emas secara bertahap tanpa mengorbankan tujuan investasi jangka panjang. Setelah pembiayaan lunas, emas akan dikirim langsung ke alamat Nasabah tanpa biaya tambahan, sehingga lebih nyaman dan efisien.
Tersedia agunan emas logam mulia dengan pilihan gramasi 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, hingga 100 gram sesuai kebutuhan investasi.
Yuk, kelola kepemilikan emas Anda dengan lebih bijak bersama Bank Mega Syariah dan wujudkan rencana keuangan yang lebih tenang di masa depan!
Bagikan Berita