02 Juni 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Tagihan listrik yang terus meningkat sering kali membuat banyak keluarga mencari berbagai cara untuk berhemat. Sayangnya, sebagian besar orang masih berfokus pada kebiasaan mematikan lampu atau mencabut charger, padahal ada banyak sumber pemborosan listrik lain yang justru menyumbang konsumsi energi lebih besar.
Faktanya, peralatan elektronik seperti AC, kulkas, pompa air, hingga perangkat yang berada dalam mode standby dapat mengonsumsi listrik secara terus-menerus tanpa disadari. Jika tidak dikelola dengan baik, biaya listrik bulanan bisa membengkak meskipun penggunaan lampu sudah dibatasi.
Bisa dibilang, menghemat listrik bukan hanya soal mengurangi pemakaian, tetapi juga tentang menggunakan peralatan rumah tangga secara lebih efisien. Yuk, simak berbagai strategi hemat listrik yang sering terlupakan berikut ini.
Banyak orang mengira lampu merupakan penyebab utama tingginya tagihan listrik. Padahal, konsumsi terbesar justru berasal dari peralatan yang bekerja dalam waktu lama atau menggunakan elemen pendingin dan pemanas.
AC, kulkas, dispenser air panas, setrika, mesin cuci, hingga pompa air termasuk perangkat yang membutuhkan daya cukup besar. Jika penggunaannya tidak efisien, konsumsi listrik rumah tangga dapat meningkat secara signifikan.
Selain itu, terdapat pula fenomena yang dikenal sebagai vampire power, yaitu listrik yang tetap tersedot meskipun perangkat terlihat sedang tidak digunakan.
Lalu, bagaimana sih cara agar tagihan maupun token listrik lebih hemat? Berikut ini beberapa strateginya:
Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan adalah langsung menyetel AC pada suhu 16°C ketika baru dinyalakan.
Padahal, suhu yang terlalu rendah membuat kompresor bekerja lebih keras dan lebih lama untuk mencapai target pendinginan. Akibatnya, konsumsi listrik meningkat tanpa memberikan perbedaan kenyamanan yang terlalu signifikan.
Untuk penggunaan sehari-hari, suhu ideal AC berada pada kisaran 24°C hingga 26°C. Selain lebih hemat energi, suhu ini juga tetap nyaman untuk aktivitas di dalam ruangan.
Filter AC yang dipenuhi debu akan menghambat sirkulasi udara sehingga mesin harus bekerja lebih keras.
Membersihkan filter setiap satu hingga dua bulan sekali dapat membantu menjaga kinerja AC tetap optimal sekaligus mengurangi konsumsi listrik.
Kebiasaan memasukkan makanan yang masih panas ke dalam kulkas ternyata dapat meningkatkan konsumsi listrik.
Uap panas akan membuat suhu di dalam kulkas naik sehingga kompresor harus bekerja lebih keras untuk menurunkannya kembali. Sebaiknya tunggu makanan hingga mencapai suhu ruang sebelum disimpan.
Karet pintu kulkas yang longgar dapat menyebabkan udara dingin keluar secara perlahan. Akibatnya, kompresor akan lebih sering menyala untuk menjaga suhu tetap stabil.
Jika pintu kulkas sudah tidak rapat, sebaiknya segera lakukan penggantian agar konsumsi energi tetap efisien.
Pastikan bagian belakang kulkas memiliki jarak sekitar 10–15 cm dari dinding. Ruang tersebut membantu panas dari kompresor terbuang dengan baik sehingga mesin tidak bekerja berlebihan.
Vampire power atau standby power adalah konsumsi listrik yang tetap terjadi meskipun perangkat tidak sedang digunakan.
Contoh vampire power antara lain:
Televisi yang dimatikan menggunakan remote
Charger yang tetap menancap di stopkontak
Microwave, dispenser, hingga komputer desktop yang berada dalam mode siaga.
Meski terlihat kecil, akumulasi konsumsi listrik ini dapat menyumbang sekitar 5–10 persen dari total tagihan bulanan.
Jika merasa repot mencabut banyak kabel setiap hari, Anda dapat menggunakan stopkontak yang dilengkapi saklar.
Dengan satu kali tekan, seluruh aliran listrik ke perangkat dapat diputus sehingga tidak ada energi yang terbuang sia-sia.
Saat pertama kali dinyalakan, setrika membutuhkan daya besar untuk mencapai suhu panas yang diinginkan. Oleh karena itu, menyetrika satu atau dua pakaian setiap hari justru kurang efisien dibanding mengumpulkan pakaian dan menyetrikanya sekaligus dalam satu sesi.
Selain lebih hemat listrik, cara ini juga membantu menghemat waktu, lho!
Mesin cuci mengonsumsi daya yang relatif sama saat mencuci sedikit maupun banyak pakaian selama masih dalam kapasitas normal.
Oleh karena itu, lebih baik menunggu cucian terkumpul terlebih dahulu dibanding menjalankan mesin untuk jumlah pakaian yang sangat sedikit.
Pompa air memiliki tarikan daya awal yang cukup tinggi ketika mulai menyala. Jika pompa langsung terhubung ke keran tanpa toren, mesin akan sering hidup dan mati setiap kali ada penggunaan air. Kondisi ini membuat konsumsi listrik menjadi lebih boros.
Menggunakan toren air dengan pelampung otomatis memungkinkan pompa bekerja lebih jarang karena hanya menyala saat tangki hampir kosong.
Kebocoran kecil yang tidak disadari dapat membuat pompa bekerja lebih sering. Selain meningkatkan konsumsi listrik, kondisi ini juga menyebabkan pemborosan air dalam jangka panjang.
Lampu LED menjadi salah satu investasi hemat energi yang paling efektif untuk rumah tangga.
Sebagai gambaran, lampu LED 8 watt mampu menghasilkan tingkat pencahayaan yang hampir setara dengan lampu pijar 60 watt. Artinya, konsumsi listrik bisa berkurang drastis tanpa mengurangi kenyamanan.
Selain lebih hemat energi, umur pakai lampu LED juga jauh lebih panjang dibanding lampu pijar maupun lampu neon konvensional.
Berikut beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu menekan tagihan listrik bulanan:
Manfaatkan fitur timer pada AC saat tidur.
Hindari membuka pintu kulkas terlalu sering.
Matikan fitur pemanas pada dispenser jika tidak digunakan.
Jangan menggunakan mode keep warm rice cooker lebih dari 12 jam.
Gunakan peralatan elektronik berlabel hemat energi.
Lakukan perawatan rutin pada perangkat elektronik agar kinerjanya tetap optimal.
Menghemat listrik tidak selalu berarti mengurangi kenyamanan di rumah. Sebaliknya, penghematan yang paling efektif justru berasal dari kebiasaan sederhana yang sering luput dari perhatian, seperti mengatur suhu AC pada tingkat ideal, merawat kulkas secara rutin, memutus aliran listrik perangkat yang tidak digunakan, hingga beralih ke lampu LED yang lebih hemat energi.
Jika dilakukan secara konsisten, langkah-langkah tersebut dapat membantu menekan konsumsi listrik bulanan tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari. Selain tagihan menjadi lebih terkendali, penggunaan listrik yang lebih efisien juga dapat memperpanjang usia peralatan elektronik sehingga Anda tidak perlu sering mengeluarkan biaya untuk perbaikan atau penggantian.
Untuk memudahkan pengelolaan kebutuhan rumah tangga, termasuk pembayaran tagihan listrik, Anda dapat memanfaatkan M-Syariah dari Bank Mega Syariah. Melalui aplikasi mobile banking syariah ini, pembayaran listrik prabayar maupun pascabayar dapat dilakukan dengan cepat, praktis, dan aman kapan saja.
Tak hanya untuk membayar tagihan PLN, M-Syariah juga dilengkapi berbagai fitur transaksi harian, mulai dari pembayaran air, pembelian pulsa dan paket data, top up e-wallet, pembayaran menggunakan QRIS, hingga pembelian voucher digital dalam satu aplikasi.
Yuk, unduh M-Syariah sekarang dan nikmati kemudahan bertransaksi untuk mendukung pengelolaan keuangan yang lebih praktis dan efisien setiap hari!
Bagikan Berita