4 Februari 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Yuk, simak baik-baik sebelum membeli atau berinvestasi emas agar tidak salah langkah. Di tengah tingginya minat masyarakat terhadap emas, risiko mendapatkan emas palsu juga semakin besar. Dengan memahami ciri dan cara pengujiannya, Anda bisa lebih tenang dan percaya diri saat memilih emas asli.
Emas adalah logam mulia dengan karakteristik unik: tidak berkarat, tahan korosi, mudah dibentuk, serta memiliki nilai ekonomi tinggi. Sifat inilah yang membuat emas menjadi instrumen investasi favorit sekaligus sasaran empuk pemalsuan.
Banyak oknum memanfaatkan ketidaktahuan pembeli dengan menjual emas palsu berbahan logam lain seperti tembaga, kuningan, atau bahkan besi yang hanya dilapisi emas tipis (gold plated).
Pemalsuan emas tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berisiko bagi keamanan investasi jangka panjang. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui metode validasi emas secara bertahap, mulai dari cara paling sederhana hingga pengujian dengan akurasi tinggi.
Cek Cap Kadar dan Logo Produsen
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memeriksa cap kadar (hallmark) pada emas. Emas asli dari produsen terpercaya hampir selalu memiliki penanda kadar kemurnian. Cap yang umum dijumpai antara lain 999 atau 24K untuk emas murni, 750 atau 18K, 585 untuk 14K, serta 375 untuk emas kadar rendah.
Selain angka kadar, perhatikan juga logo produsen resmi seperti LM (Logam Mulia Antam), UBS, atau HWT. Pada emas asli, cap dicetak rapi, presisi, dan mudah dibaca. Sebaliknya, emas palsu sering memiliki cap samar, tidak simetris, atau terlihat kasar.
Perhatikan Warna dan Gosokan
Emas asli memiliki kilau kuning khas yang konsisten dan tidak mudah pudar. Jika Anda menemukan perubahan warna menjadi kehijauan, kehitaman, atau kemerahan di bagian lipatan atau sudut, besar kemungkinan emas tersebut hanya berlapis emas. Untuk memastikan, gosok perlahan dengan kain atau jari. Emas asli tidak akan berubah warna meski digosok, sedangkan emas palsu akan memperlihatkan logam dasar di bawahnya.
Uji Magnet
Emas termasuk logam diamagnetik, artinya tidak tertarik magnet. Gunakan magnet yang cukup kuat, seperti magnet neodymium, lalu dekatkan ke emas. Jika emas menempel atau tertarik, dapat dipastikan itu bukan emas asli.
Namun perlu diingat, tidak semua logam non-magnetik adalah emas. Jadi, hasil “tidak menempel” belum tentu 100 persen emas asli, tetapi jika menempel, sudah pasti palsu.
Uji Suara
Tes suara memanfaatkan kepadatan emas yang tinggi. Jatuhkan emas dari ketinggian rendah ke permukaan keras seperti keramik. Emas asli biasanya menghasilkan bunyi dering panjang dan nyaring. Sebaliknya, emas palsu atau logam lain cenderung berbunyi pendek dan berat.
Uji Goresan pada Keramik
Goreskan emas secara perlahan pada piring keramik polos yang tidak diglasir. Jika goresan berwarna emas, kemungkinan besar emas asli. Jika meninggalkan warna hitam atau abu-abu, itu tanda emas palsu seperti pyrite. Metode ini sebaiknya dilakukan dengan hati-hati karena berisiko meninggalkan baret.
Uji Gigit
Emas murni 24K bersifat lunak. Saat digigit dengan tekanan sedang, biasanya akan meninggalkan bekas kecil. Namun, tes ini tidak disarankan untuk perhiasan dengan kadar di bawah 18K karena sudah dicampur logam lain sehingga lebih keras dan bisa merusak perhiasan atau gigi.
Uji Asam Nitrat
Uji asam nitrat biasanya dilakukan oleh profesional. Emas asli tidak bereaksi terhadap asam, sedangkan emas palsu akan menunjukkan reaksi seperti perubahan warna atau muncul buih hijau. Tes ini cukup akurat, tetapi berisiko merusak permukaan emas jika tidak dilakukan dengan benar.
Uji Densitas (Hukum Archimedes)
Emas memiliki massa jenis sekitar 19,32 g/cm³, jauh lebih tinggi dibanding logam lain. Cara pengujiannya adalah menimbang emas, lalu mengukur volume air yang berpindah saat emas dimasukkan ke gelas ukur. Jika hasil perhitungan mendekati angka tersebut, kemungkinan besar emas asli.
Di era digital seperti sekarang, keaslian emas tidak lagi hanya bergantung pada pengamatan fisik atau uji manual. Produsen emas ternama telah menghadirkan sertifikat digital sebagai lapisan keamanan tambahan untuk melindungi konsumen dari pemalsuan yang semakin canggih.
Melalui sistem ini, data emas tersimpan secara terintegrasi dan dapat diverifikasi secara real time hanya dengan ponsel, sehingga proses pengecekan menjadi lebih praktis, cepat, dan akurat.
Validasi sertifikat digital juga memberikan rasa aman yang lebih tinggi, terutama bagi investor pemula. Selain memastikan emas benar-benar asli, sertifikat digital memudahkan pelacakan nomor seri, gramasi, hingga identitas produsen resmi.
Dengan demikian, risiko membeli emas palsu atau emas hasil rekondisi dapat diminimalkan, sekaligus meningkatkan kepercayaan saat melakukan transaksi jual beli emas di kemudian hari.
Sertifikat Digital Emas Antam
Emas Antam keluaran terbaru dilengkapi CertiCard yang menyatu dengan kemasan. Anda bisa memindai kode QR menggunakan aplikasi CertiEye. Jika emas asli, akan muncul keterangan “Authenticated” beserta detail gramasi yang sesuai.
Sistem Verifikasi Emas UBS
UBS juga menyediakan aplikasi resmi untuk memindai QR code pada kemasan. Pastikan nomor seri yang muncul di aplikasi sama dengan yang tercetak pada emas untuk memastikan keasliannya.
Beberapa jenis emas palsu sering beredar di pasaran. Gold plated biasanya cepat pudar dan bereaksi pada uji asam. Pyrite atau fool’s gold terlihat mengkilap, tetapi rapuh dan meninggalkan goresan hitam.
Sementara itu, tungsten adalah jenis pemalsuan paling canggih karena memiliki densitas mirip emas dan memerlukan alat khusus seperti XRF atau ultrasonik untuk mendeteksinya.
Memiliki emas tetap bisa diwujudkan tanpa melanggar ketentuan syariat, selama menggunakan skema yang tepat. Islam menganjurkan mekanisme transaksi yang jelas, adil, dan terbebas dari unsur riba.
Sebagai solusi praktis dan sesuai prinsip syariah, Anda dapat memanfaatkan pembiayaan Flexi Gold dari Bank Mega Syariah. Program ini dirancang dengan akad yang transparan, perencanaan pembayaran yang terukur, serta pengelolaan yang mengikuti ketentuan muamalah Islam.
Melalui Flexi Gold, Anda dapat merencanakan kepemilikan emas dengan lebih tenang dan terarah, tanpa kekhawatiran terhadap unsur riba. Ini menjadi pilihan tepat bagi Anda yang ingin berinvestasi emas sekaligus menjaga keberkahan dalam setiap keputusan keuangan.
Karena dalam Islam, nilai harta tidak hanya diukur dari jumlahnya, tetapi juga dari cara memperolehnya.
Semoga informasi ini bermanfaat, ya!
Bagikan Berita