6 Februari 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Masa kehamilan adalah fase istimewa yang penuh harapan, doa, dan ikhtiar. Di usia kandungan tujuh bulan, banyak keluarga Muslim menggelar doa bersama sebagai wujud syukur sekaligus permohonan keselamatan bagi ibu dan bayi. Yuk, simak penjelasan lengkap seputar doa 7 bulanan dan amalan baik saat kehamilan agar masa penantian buah hati terasa lebih tenang dan penuh keberkahan.
Doa 7 bulanan atau yang dikenal dalam tradisi Jawa sebagai mitoni merupakan bentuk ikhtiar spiritual yang dilakukan saat usia kehamilan memasuki bulan ketujuh. Dalam Islam, tradisi ini diisi dengan doa dan bacaan Al-Qur’an yang bertujuan memohon perlindungan Allah SWT bagi ibu dan janin.
Pada usia kehamilan ini, janin telah berkembang sempurna secara fisik dan mulai aktif merespons suara. Oleh karena itu, doa 7 bulanan menjadi momentum penting untuk memperbanyak munajat, berharap agar bayi lahir dalam keadaan sehat, selamat, dan kelak tumbuh menjadi anak yang saleh atau salehah.
Memasuki usia tujuh bulan kehamilan, umat Islam dianjurkan memperbanyak doa yang berfokus pada keselamatan, kesehatan, dan pembentukan akhlak anak sejak dalam kandungan.
Allahumma yaa haafidzu, ihfazh waladii ma daama fii bathni ummihi wasyfihi ma'a ummihi anta asy-syâfî lâ syifâ`an illâ syifâuka wa lâ tuqaddirhu saqaman wa lâ mahrûman. Allahumma shawwir ma fi bathniha shûratan khasanatan jamilatan kamilatan wa tsabbit fi qalbihi imanan bika wa bi rasuulika fiddun-ya wal akhirah.
Ya Allah Sang Penjaga, jaga anakku selama di perut ibunya, sembuhkan dia dan ibunya. Engkau Sang Penyembuh. Tiada kesembuhan kecuali dari-Mu. Jangan takdirkan ia sakit atau celaka. Ya Allah, bentuklah janin di perut ibunya dengan bentuk yang baik, indah, dan sempurna. Tetapkan di hatinya iman pada-Mu dan Rasul-Mu di dunia dan akhirat.
Allahumma thawwil 'umurahu wa shahhih jasadahu wa khassin khuluqahu wafshaakh lisanahu wa aasin shautahu li qiraa'atil qur'ani wal haditsi bi jaahi sayyidil mursaliin.
Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan badannya, baguskan akhlaknya, fasihkan lisannya, dan merdukan suaranya untuk membaca Al-Qur'an dan hadits, dengan berkah derajat penghulu para utusan.
Selain memanjatkan doa, membaca ayat-ayat Al-Qur’an juga menjadi amalan yang banyak dilakukan oleh ibu hamil, khususnya saat memasuki usia kandungan tujuh bulan. Surah-surah pilihan ini diyakini memiliki makna mendalam yang berkaitan dengan pembentukan karakter anak, ketenangan jiwa ibu, serta kelancaran proses persalinan. Yuk, simak surah-surah yang sering diamalkan beserta keutamaannya berikut ini.
Surah Yusuf sering dibaca dengan harapan agar anak yang dikandung kelak memiliki paras yang rupawan serta akhlak yang mulia. Kisah Nabi Yusuf dikenal sebagai simbol ketampanan, kesabaran, dan keteguhan iman dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Membaca Surah Yusuf juga dipercaya dapat menanamkan nilai kesabaran dan keikhlasan sejak dini kepada janin. Dengan rutin mengamalkannya, orang tua berharap anak tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat, berakhlak baik, serta mampu menjaga kehormatan diri dalam berbagai situasi.
Surah Maryam memiliki makna yang sangat erat dengan kehamilan dan persalinan. Ayat-ayatnya mengisahkan perjuangan dan keteguhan Maryam dalam menjalani proses kehamilan dengan penuh tawakal kepada Allah SWT.
Amalan membaca Surah Maryam sering dilakukan untuk memohon kemudahan saat persalinan, kesehatan ibu dan bayi, serta agar anak yang dilahirkan menjadi pribadi yang saleh atau salehah. Surah ini juga memberi ketenangan batin bagi ibu hamil, terutama ketika menghadapi rasa cemas menjelang hari kelahiran.
Surah Luqman dikenal dengan nasihat-nasihat penuh hikmah tentang pendidikan anak dan adab kepada orang tua. Ayat 14–15 secara khusus menekankan pentingnya bakti kepada ibu dan ayah serta ketaatan kepada Allah SWT.
Membaca surah ini diharapkan dapat membentuk karakter anak yang cerdas, bijaksana, dan berakhlak luhur. Selain itu, amalan ini juga menjadi doa agar kelak anak tumbuh menjadi pribadi yang hormat kepada orang tua dan mampu membedakan mana yang benar dan salah dalam kehidupannya.
Surah Ar-Rahman dikenal sebagai surah yang penuh dengan pesan kasih sayang dan nikmat Allah SWT. Pengulangan ayat “Fabi ayyi ala’i rabbikuma tukadzdziban” mengingatkan manusia untuk selalu bersyukur atas karunia-Nya.
Dalam konteks kehamilan, Surah Ar-Rahman sering diamalkan untuk memohon kesehatan janin, ketenangan hati ibu, serta kelancaran persalinan. Bacaan surah ini juga dipercaya mampu menciptakan suasana batin yang damai, sehingga ibu dan bayi berada dalam kondisi emosional yang lebih stabil.
Surah Al-Waqi’ah dikenal sebagai surah pembuka rezeki dan penenang jiwa. Membacanya secara rutin dipercaya dapat melancarkan rezeki keluarga serta memberikan ketenteraman hati, terutama bagi ibu hamil yang sedang mempersiapkan kelahiran buah hati.
Selain itu, Surah Al-Waqi’ah juga sering diamalkan untuk memohon agar proses persalinan berjalan lancar tanpa hambatan. Dengan ketenangan batin dan keyakinan kepada Allah SWT, ibu hamil diharapkan mampu menjalani masa kehamilan hingga persalinan dengan lebih siap, baik secara fisik maupun spiritual.
Masa kehamilan bukan hanya tentang menjaga kesehatan fisik, tetapi juga momentum berharga untuk memperkuat ikatan spiritual antara ibu, janin, dan Sang Pencipta. Setiap amalan baik yang dilakukan dengan niat tulus diyakini membawa pengaruh positif bagi ketenangan batin ibu sekaligus pembentukan karakter anak sejak dalam kandungan.
Karena itu, selain doa 7 bulanan, masa kehamilan sebaiknya diisi dengan amalan-amalan baik yang dilakukan secara konsisten untuk meraih keberkahan lahir dan batin.
Ibu hamil dianjurkan menjaga shalat lima waktu tepat waktu serta memperbanyak shalat sunah seperti dhuha, tahajud, dan hajat sesuai kemampuan. Bagi yang kuat secara fisik, puasa sunah Senin dan Kamis juga dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi kesehatan.
Ibadah yang rutin akan menghadirkan ketenangan jiwa, yang secara tidak langsung berdampak positif bagi perkembangan janin.
Membaca Al-Qur’an secara rutin, khususnya Surat Maryam dan Yusuf, menjadi amalan yang banyak dianjurkan selama kehamilan. Lantunan ayat suci diyakini memberikan ketenangan hati ibu sekaligus stimulasi positif bagi janin.
Selain itu, memperbanyak zikir dan shalawat membantu menjaga pikiran tetap positif dan hati selalu terhubung dengan Allah SWT.
Sedekah menjadi amalan yang sangat dianjurkan sebagai bentuk rasa syukur atas amanah kehamilan. Sedekah diyakini mampu menjadi pelindung dari berbagai keburukan dan mendatangkan keberkahan rezeki.
Di samping itu, menjaga kehalalan makanan dan minuman juga sangat penting. Asupan yang halal dan bergizi diyakini berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak sejak dalam kandungan.
Membaca buku Islami atau kisah para nabi dapat menambah wawasan sekaligus memberikan ketenangan batin. Bahkan, membacakan kisah-kisah kebaikan dipercaya membantu janin terbiasa mendengar nilai-nilai positif.
Menjaga pikiran tetap positif, menghindari stres berlebihan, serta rutin memeriksakan kehamilan ke tenaga medis menjadi ikhtiar lahir yang melengkapi amalan spiritual selama masa kehamilan.
Sedekah adalah amalan mulia yang membawa keberkahan, apalagi jika dilakukan di masa kehamilan sebagai bentuk rasa syukur atas titipan kehidupan yang Allah amanahkan. Kini, berbuat baik pun tak harus menunggu waktu atau tempat tertentu karena sedekah dapat dilakukan secara online dengan mudah.
Melalui aplikasi mobile banking M-Syariah dari Bank Mega Syariah, Anda bisa menyalurkan sedekah kapan saja dan di mana saja dengan praktis, aman, dan sesuai prinsip syariah. Cukup lewat satu genggaman, niat baik dapat langsung tersampaikan kepada yang membutuhkan.
Yuk, jadikan sedekah sebagai rutinitas kebaikan selama masa kehamilan. Unduh dan gunakan aplikasi M-Syariah, lalu rasakan kemudahan berbagi untuk menghadirkan ketenangan hati dan keberkahan bagi ibu, bayi, serta keluarga tercinta.
Bagikan Berita