8 Mei 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Ibadah sunnah ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan karena memiliki keutamaan yang besar bagi kehidupan seorang muslim. Melalui rangkaian gerakan dan zikir di dalamnya, umat Islam dapat memohon ampunan atas segala dosa yang telah diperbuat.
Praktik ibadah ini mengajarkan kita tentang pentingnya mengingat Allah SWT melalui lantunan kalimat tasbih sebanyak 300 kali dalam empat rakaat. Selain sebagai sarana pelebur dosa, amalan sunnah ini juga menjadi jembatan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Jika Anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai pengertian, tata cara, hingga keutamaan ibadah tersebut, mari kita ulas selengkapnya bersama-sama. Yuk simak ulasan lengkapnya di bawah ini agar Anda bisa mengamalkannya dengan benar dalam ibadah sehari-hari.
Salat Tasbih merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keistimewaan luar biasa di dalam ajaran Islam. Berdasarkan riwayat yang ada, salat ini secara khusus diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada pamannya, Sayyidina Abbas bin Abdul Muthalib.
Pada masa itu, Rasulullah SAW memberikan hadiah spiritual berupa tata cara salat ini sebagai sarana untuk membersihkan diri dari dosa-dosa yang telah berlalu maupun yang akan datang. Pelaksanaan salat sunnah ini sangat dianjurkan dalam berbagai kesempatan karena kedudukannya yang istimewa di sisi Allah SWT.
Meskipun hukumnya adalah sunnah dan tidak wajib, para ulama sepakat bahwa mengamalkannya akan mendatangkan limpahan pahala dan keberkahan yang besar. Praktik ibadah ini melibatkan pembacaan kalimat tasbih sebanyak 300 kali yang tersebar di dalam empat rakaat salat.
Menjalankan ibadah salat tasbih secara konsisten akan memberikan banyak dampak positif bagi kehidupan spiritual seorang muslim. Berikut adalah beberapa keutamaan utama yang bisa Anda dapatkan ketika mengamalkan ibadah sunnah ini:
Pelaksanaan ibadah ini berfungsi sebagai sarana yang sangat efektif untuk menghapus berbagai macam dosa. Amalan sunnah ini mencakup pengampunan atas dosa-dosa yang kecil maupun yang besar, baik yang dilakukan secara sengaja maupun tidak.
Melalui permohonan ampunan yang dipanjatkan, hati seorang hamba akan kembali bersih dan suci dari noda maksiat. Kesucian hati ini tentu akan memberikan dampak positif terhadap kualitas ibadah dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.
Memperbanyak zikir dan lantunan tasbih di dalam pelaksanaan salat akan membuat hati menjadi jauh lebih tenang dan damai. Selain itu, amalan ini juga membersihkan jiwa dari berbagai macam penyakit hati yang sering mengganggu kehidupan sehari-hari.
Kedekatan emosional dan spiritual dengan Sang Pencipta akan terasa semakin erat setelah kita menyelesaikan ibadah ini. Rasa cinta dan takut kepada Allah SWT akan tumbuh subur di dalam diri, mendorong kita untuk selalu berbuat kebaikan.
Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menjadikan amalan sunnah ini sebagai rutinitas yang dikerjakan setiap malam. Kebiasaan baik ini akan menjaga konsistensi kita dalam mengingat Allah di tengah padatnya aktivitas harian.
Apabila seseorang memiliki keterbatasan atau kesibukan yang padat, keringanan tetap diberikan agar ibadah ini tidak ditinggalkan sepenuhnya. Anda dapat mengerjakannya seminggu sekali, sebulan sekali, atau bahkan sekadar melaksanakannya minimal sekali seumur hidup.
Niat merupakan rukun utama dalam setiap ibadah, termasuk ketika Anda hendak melaksanakan salat tasbih. Pelafalan niat ini harus disesuaikan dengan waktu dan tata cara pelaksanaannya, apakah dikerjakan pada siang hari atau pada malam hari.
Umumnya, salat ini dikerjakan sebanyak 4 rakaat dengan 2 kali salam, yang berarti dilakukan dalam dua tahap (dua rakaat satu salam). Berikut adalah lafal niat salat tasbih untuk dua rakaat yang bisa Anda baca sebelum takbiratul ihram:
Ushalli sunnatat tasbihi rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat salat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Niat tersebut dapat diucapkan di dalam hati maupun dilafalkan secara perlahan untuk membantu memusatkan konsentrasi. Yang terpenting adalah kesadaran penuh di dalam hati untuk melaksanakan ibadah sunnah ini semata-mata karena mengharapkan rida Allah SWT.
Tata cara salat tasbih memerlukan ketelitian karena adanya pembacaan kalimat tasbih sebanyak 75 kali pada setiap rakaat. Jika diakumulasikan dalam 4 rakaat, maka Anda akan membaca tasbih tersebut sebanyak 300 kali. Kalimat tasbih yang wajib dibaca di dalam salat ini adalah:
Subhanallah wal hamdulillah wa la ilaha illallah wallahu akbar.
Untuk memudahkan penghitungan, berikut adalah pembagian jumlah tasbih di setiap gerakan salat yang perlu Anda pahami:
Setelah membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek: Membaca tasbih sebanyak 15 kali.
Saat ruku' (sebelum bangkit): Membaca tasbih sebanyak 10 kali.
Saat i'tidal (berdiri setelah ruku'): Membaca tasbih sebanyak 10 kali.
Saat sujud pertama: Membaca tasbih sebanyak 10 kali.
Saat duduk di antara dua sujud: Membaca tasbih sebanyak 10 kali.
Saat sujud kedua: Membaca tasbih sebanyak 10 kali.
Saat duduk istirahat (duduk sejenak sebelum berdiri kembali untuk rakaat berikutnya) atau saat duduk tasyahud: Membaca tasbih sebanyak 10 kali.
Apabila Anda lupa membaca tasbih pada suatu gerakan tertentu, Anda dapat membacanya pada gerakan berikutnya (seperti pada posisi berdiri setelah ruku' atau saat sujud) untuk menggenapkan jumlah tasbih menjadi 75 kali per rakaat. Menghitung dengan tasbih digital atau jari jemari diperbolehkan asalkan tidak mengganggu kekhusyukan salat.
Waktu pelaksanaan salat tasbih dapat disesuaikan dengan kondisi dan kelonggaran waktu yang Anda miliki. Terdapat sedikit perbedaan dalam teknis pengerjaan antara salat yang dilakukan pada siang hari dan malam hari.
Jika dikerjakan pada siang hari, Anda dapat melakukannya sebanyak 4 rakaat dengan satu kali salam tanpa tasyahud awal, atau dibagi menjadi dua kali salam (dua rakaat-dua rakaat). Sementara itu, jika dikerjakan pada malam hari, lebih utama dilakukan dengan dua rakaat satu salam yang dikerjakan sebanyak dua kali.
Namun, sangat penting untuk diingat agar menghindari pengerjaan salat ini pada waktu-waktu yang diharamkan untuk salat, seperti setelah salat subuh hingga matahari terbit, dan setelah salat ashar hingga matahari terbenam. Memilih waktu di sepertiga malam terakhir akan memberikan kekhusyukan yang lebih mendalam dan suasana yang tenang saat bermunajat kepada Allah SWT.
Melaksanakan ibadah sunnah seperti Salat Tasbih bukan sekadar sarana untuk melebur dosa, melainkan juga membutuhkan ketenangan batin dan kebersihan hati. Mengamalkan salat ini akan memberikan kedekatan spiritual bagi setiap muslim yang ingin memohon ampunan serta rida dari Allah SWT.
Selain memperbanyak tasbih dan zikir, menyisihkan sebagian rezeki untuk bersedekah setelah beribadah menjadi wujud syukur dan ikhtiar untuk melengkapi amalan. Kebaikan yang Anda tabung akan mendatangkan pertolongan Allah SWT serta pahala yang terus mengalir, melengkapi ketenangan hati yang Anda dapatkan usai bermunajat.
Sebagai bentuk dukungan untuk memudahkan ibadah sosial Anda di mana saja, Bank Mega Syariah menyediakan fitur Donasi dan Amal yang dapat diakses melalui aplikasi M-Syariah. Melalui layanan ini, Anda dapat menyalurkan zakat, infak, maupun sedekah secara praktis dan transparan langsung dari genggaman, sehingga ibadah Anda tetap produktif dalam mengumpulkan pahala.
Segera unduh aplikasi M-Syariah dan jadikan setiap momen ibadah Anda lebih bermakna dengan kemudahan dalam beramal yang sesuai dengan prinsip syariah. Dengan M-Syariah, rutinitas berbagi menjadi lebih ringan dan tenang, memastikan langkah ibadah Anda senantiasa dipenuhi keberkahan serta rida dari Allah SWT
Bagikan Berita