15 April 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Memasuki waktu pagi dengan penuh keberkahan merupakan impian setiap muslim yang ingin meraih ridha Allah SWT sejak awal hari dimulai. Salah satu amalan yang menawarkan keutamaan luar biasa namun sering kali terlewatkan adalah ibadah salat sunah dua rakaat saat matahari terbit.
Janji pahala yang setara dengan ibadah haji dan umrah secara sempurna menjadi daya tarik spiritual yang sangat kuat bagi siapa saja yang mengetahuinya. Meskipun terlihat sederhana, terdapat rangkaian syarat dan adab tertentu yang harus dipenuhi agar kita bisa mendapatkan keutamaan besar tersebut sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Pemahaman yang mendalam mengenai waktu pelaksanaan dan niat yang benar akan membantu Anda menjalankan ibadah ini secara lebih khusyuk dan bermakna. Yuk, simak pembahasan lengkap mengenai definisi, syarat khusus, hingga tata cara pelaksanaan Salat Syuruq berikut ini.
Salat Syuruq atau yang sering disebut juga sebagai Salat Isyraq adalah salat sunnah dua rakaat yang dikerjakan tepat setelah matahari terbit sepenuhnya dan telah melewati waktu yang dilarang (karahah). Istilah Syuruq sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti terbitnya matahari.
Keistimewaan utama dari salat ini bukanlah pada durasi pengerjaannya yang singkat, melainkan pada janji pahala yang menyertainya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang melaksanakan salat subuh secara berjamaah, lalu ia duduk berzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan salat dua rakaat, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah secara sempurna, sempurna, dan sempurna."
Banyak umat muslim bertanya-tanya, apakah Syuruq dan Dhuha adalah dua jenis salat yang berbeda? Sebagian besar ulama, termasuk Syekh Bin Baz, berpendapat bahwa Salat Syuruq sebenarnya adalah Salat Dhuha yang dikerjakan di awal waktu. Jadi, secara teknis, jika Anda mengerjakan salat sunnah saat matahari baru saja naik setinggi satu tombak, Anda telah mengerjakan salat Syuruq sekaligus membuka waktu Dhuha.
Niat adalah pondasi utama dalam setiap ibadah. Dalam Islam, tempat niat adalah di dalam hati. Namun, bagi Anda yang terbiasa melafalkannya untuk memantapkan fokus, berikut adalah bacaan niatnya:
أُصَلِّي سُنَّةَ الإِشْرَاقِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatal Isyraaqi rak’ataini lillaahi ta’aala.
Artinya:
"Aku berniat salat sunnah Isyraq (Syuruq) dua rakaat karena Allah Ta’ala."
Penting untuk dipahami bahwa pahala Haji dan Umrah yang dijanjikan tidak didapatkan hanya dengan melakukan salat dua rakaat saja secara mandiri. Berdasarkan hadis Nabi SAW, ada rangkaian ibadah yang menjadi satu kesatuan syarat:
1. Salat Subuh Berjamaah
Ibadah ini harus diawali dengan melaksanakan salat Subuh secara berjamaah. Bagi laki-laki, sangat dianjurkan untuk melakukannya di masjid. Sedangkan bagi wanita, diperbolehkan melakukannya di rumah, namun tetap dilakukan tepat waktu dan diutamakan berjamaah dengan sesama wanita atau keluarga.
2. Berdiam Diri untuk Berzikir Hingga Matahari Terbit
Setelah salam salat Subuh, janganlah langsung beranjak dari tempat duduk Anda. Syarat kedua adalah mengisi waktu antara Subuh hingga masuk waktu Syuruq dengan kegiatan ibadah. Anda bisa membaca zikir pagi, tilawah Al-Qur'an, menghafal ayat, atau mendengarkan kajian ilmu. Intinya, jangan menyela waktu ini dengan urusan duniawi yang tidak mendesak.
3. Melaksanakan Salat Saat Waktu Isyraq Tiba
Setelah matahari terbit dan naik (sekitar 10-15 menit setelah waktu sunrise), barulah Anda berdiri untuk melaksanakan salat dua rakaat. Jika ketiga rangkaian ini dilakukan tanpa terputus, barulah janji pahala sempurna tersebut bisa diraih.
Pelaksanaan salat ini membutuhkan ketelitian, terutama dalam hal penentuan waktu agar ibadah Anda sah dan sesuai dengan tuntunan syariat. Memahami detail teknis mulai dari jam pelaksanaan hingga urutan gerakannya akan membantu Anda meraih kekhusyukan yang maksimal dalam beribadah.
Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap muslim untuk memperhatikan transisi waktu dari saat matahari terbit hingga posisi yang diperbolehkan untuk mulai bertakbir. Berikut adalah rincian panduan mengenai waktu yang tepat serta langkah-langkah sistematis dalam menjalankan Salat Syuruq agar sesuai dengan sunnah Nabi SAW.
Menentukan waktu yang tepat merupakan kunci utama dalam keabsahan Salat Syuruq agar tidak terjatuh pada waktu yang dilarang oleh agama. Anda perlu memperhatikan jadwal imsakiyah setempat dan memberikan jeda waktu yang cukup setelah keterangan waktu terbit matahari atau sunrise muncul.
Secara teknis, waktu pelaksanaan yang ideal adalah sekitar 10 hingga 15 menit setelah matahari benar-benar muncul di ufuk timur. Hal ini dilakukan untuk memastikan posisi matahari sudah naik setinggi satu tombak sehingga waktu makruh atau waktu haram untuk salat telah terlewati sepenuhnya.
Anda dapat menggunakan indikator cahaya alamiah di mana semburat jingga di langit mulai berubah menjadi cahaya putih yang lebih terang dan menyilaukan. Pastikan Anda tidak terburu-buru melakukan takbiratul ihram tepat saat piringan matahari baru terlihat agar ibadah Anda tetap berada dalam koridor hukum syariat yang aman.
Setelah niat yang mantap dan waktu yang tepat telah dipastikan, Anda dapat segera memulai rangkaian ibadah ini dengan gerakan yang tenang dan tertib. Berikut adalah panduan langkah demi langkah dalam melaksanakan setiap rakaat agar salat Anda menjadi lebih sempurna dan sesuai dengan tuntunan sunnah.
Rakaat Pertama:
Dimulai dengan Takbiratul Ihram.
Membaca doa Iftitah.
Membaca Surat Al-Fatihah.
Membaca surat pendek dari Al-Qur'an. Sangat disarankan membaca surat Asy-Syams atau Al-Kafirun.
Rukuk, iktidal, dan sujud seperti biasa.
Rakaat Kedua:
Membaca Surat Al-Fatihah.
Membaca surat pendek. Disarankan membaca surat Ad-Duha atau Al-Ikhlas.
Tasyahud akhir.
Mengakhiri salat dengan salam.
Melaksanakan Salat Syuruq merupakan salah satu cara terbaik bagi setiap muslim untuk menjaga ritme spiritualitasnya agar tetap terjaga sejak fajar menyingsing. Dengan meluangkan waktu sejenak di pagi hari, Anda secara tidak langsung sedang membangun benteng ketenangan batin guna menghadapi berbagai hiruk-pikuk aktivitas duniawi sepanjang hari.
Selain itu, amalan ini menjadi solusi yang sangat berharga bagi siapa saja yang ingin merasakan energi ibadah haji dan umrah meski belum mendapatkan kesempatan untuk berangkat ke tanah suci. Kehadiran pahala yang sempurna ini menjadi motivasi spiritual yang kuat agar setiap hamba selalu merasa dekat dengan rahmat Allah SWT tanpa harus terhalang oleh keterbatasan fisik maupun finansial.
Terakhir, konsistensi dalam menjalankan salat ini dipercaya dapat membuka pintu-pintu keberkahan serta kelapangan rezeki yang lebih luas dalam kehidupan sehari-hari. Memulai hari dengan mengingat Sang Pencipta melalui zikir dan sujud akan memberikan arah yang lebih positif serta penuh ketenangan dalam setiap keputusan yang Anda ambil.
Meraih pahala sempurna setara haji dan umrah melalui Salat Syuruq kini semakin bermakna dengan semangat berbagi kepada sesama. Untuk mendukung istiqamah ibadah Anda, Bank Mega Syariah menghadirkan layanan digital yang memudahkan Anda dalam menyebarkan kebaikan segera setelah memulai hari.
Melalui fitur Donasi dan Amal di aplikasi M-Syariah, Anda dapat menyalurkan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf) secara praktis tepat setelah menunaikan Salat Syuruq. Kami bekerja sama dengan beragam mitra filantropi terpercaya untuk memastikan setiap rupiah yang Anda sedekahkan tersalurkan kepada mereka yang membutuhkan secara tepat sasaran.
Gunakan aplikasi mobile banking M-Syariah untuk menunaikan donasi kapan saja dan di mana saja dengan aman serta nyaman. Dengan kemudahan ini, rutinitas pagi Anda tidak hanya diisi dengan zikir dan salat, tetapi juga dengan keberkahan berbagi yang efisien dan penuh manfaat.
Semoga informasi mengenai panduan Salat Syuruq ini bermanfaat dalam membantu Anda meningkatkan kualitas ibadah harian. Mari jadikan setiap terbitnya matahari sebagai momentum untuk mendulang pahala dan berbagi kebahagiaan!
Bagikan Berita