22 Juni 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Ziarah kubur merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Selain menjadi sarana untuk mendoakan keluarga, kerabat, atau orang tua yang telah meninggal dunia, ziarah kubur juga mengingatkan setiap muslim bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara.
Dalam praktiknya, ziarah kubur tidak hanya sekadar datang ke makam lalu berdoa. Islam telah mengajarkan adab, tata cara, serta doa-doa yang dapat dibaca agar tujuan ziarah sesuai dengan tuntunan syariat.
Bagi Anda yang ingin mengetahui bacaan doa ziarah kubur lengkap beserta tata cara dan keutamaannya, yuk simak penjelasan berikut ini.
Secara umum, ziarah kubur adalah kegiatan mengunjungi makam orang yang telah meninggal dunia dengan tujuan mendoakan mereka serta mengambil pelajaran dari kematian.
Kementerian Agama RI, para ulama Nahdlatul Ulama (NU), maupun Muhammadiyah sepakat bahwa hukum asal ziarah kubur adalah sunnah. Rasulullah SAW bahkan menganjurkan umatnya untuk berziarah karena dapat mengingatkan manusia kepada akhirat.
Melalui ziarah kubur, seseorang diharapkan semakin menyadari bahwa kehidupan dunia hanya sementara dan setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT.
Sebelum membaca doa ziarah kubur, ada beberapa adab yang sebaiknya dilakukan agar ibadah ini berjalan sesuai tuntunan Islam, diantaranya:
Peziarah dianjurkan berwudu sebelum memasuki area pemakaman. Kondisi suci menunjukkan penghormatan kepada Allah SWT sekaligus kepada orang yang telah meninggal dunia.
Saat memasuki kompleks pemakaman, umat Islam dianjurkan mengucapkan salam kepada para penghuni kubur sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW.
Ketika berada di area makam, hendaknya menjaga ucapan, tidak bercanda berlebihan, serta menghindari perilaku yang dapat mengurangi kekhusyukan.
Islam melarang seseorang duduk, melangkahi, atau menginjak makam secara sengaja karena termasuk bentuk penghormatan terhadap jenazah.
Tujuan utama ziarah kubur adalah mendoakan ahli kubur dan mengingat kematian. Oleh karena itu, segala bentuk permohonan, harapan, atau hajat tetap harus ditujukan hanya kepada Allah SWT, bukan kepada orang yang telah meninggal.
Dalam praktiknya, terdapat beberapa perbedaan tradisi yang berkembang di masyarakat.
Nahdlatul Ulama (NU) umumnya menganjurkan pembacaan Surah Yasin, tahlil, dzikir, serta doa bersama ketika berziarah. Menabur bunga dan menyiram air di makam juga lazim dilakukan sebagai tradisi penghormatan.
Sementara itu, Muhammadiyah lebih menekankan ziarah kubur sebagai sarana mengingat kematian dan mendoakan ahli kubur berdasarkan tuntunan hadis. Pembacaan doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW menjadi fokus utama dalam praktik ziarah.
Meski terdapat perbedaan dalam tata cara, keduanya sepakat bahwa tujuan utama ziarah kubur adalah mendoakan jenazah dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Lalu, adakah doa yang bisa dibacakan saat ziarah kubur? Berikut ini beberapa diantaranya:
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika memasuki area pemakaman adalah sebagai berikut:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ، أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
Assalamu'alaikum ahlad diyaar minal mu'miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa-allahu bikum laahiquun, as'alullaha lanaa wa lakumul 'aafiyah.
Artinya:
"Keselamatan semoga tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur dari kalangan orang-orang mukmin dan muslim. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. Aku memohon keselamatan kepada Allah untuk kami dan untuk kalian."
Doa ini menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan bahwa setiap manusia pada akhirnya akan mengalami kematian.
Setelah mengucapkan salam dan membaca ayat-ayat Al-Qur'an sesuai kemampuan, peziarah dapat memanjatkan doa untuk jenazah.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ
Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'aafihi wa'fu 'anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi' mudkhalahu, waghsilhu bil-ma'i wats-tsalji wal-baradi, wa naqqihi minal-khataya kama yunaqqats-tsaubul-abyadhu minad-danas.
Artinya:
"Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, muliakanlah tempat tinggalnya, lapangkanlah kuburnya, mandikanlah dia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah dia dari segala dosa sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran."
Jika yang didoakan adalah perempuan, lafaz -hu dapat diganti menjadi -ha.
Agar lebih terarah, berikut urutan ziarah kubur yang umum dilakukan oleh umat Islam di Indonesia:
Berwudu sebelum berangkat ke makam.
Mengucapkan salam ketika memasuki area pemakaman.
Duduk atau berdiri dengan sopan di dekat makam tanpa menginjaknya.
Membaca Surah Al-Fatihah.
Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, atau ayat Al-Qur'an lainnya sesuai kemampuan.
Membaca tahlil dan dzikir.
Mendoakan ahli kubur dengan doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW.
Mendoakan diri sendiri dan keluarga yang masih hidup agar senantiasa diberikan hidayah serta keselamatan.
Ziarah kubur memiliki banyak hikmah dan keutamaan bagi seorang muslim, yaitu:
Salah satu tujuan utama ziarah kubur adalah mengingatkan manusia bahwa kehidupan dunia tidak kekal. Kesadaran ini dapat mendorong seseorang untuk memperbanyak amal saleh.
Mendoakan orang yang telah meninggal karena doa dari anak, keluarga, dan kerabat merupakan salah satu bentuk kebaikan yang sangat bermanfaat bagi orang yang telah wafat.
Melihat makam dan mengingat perjalanan hidup manusia membuat seseorang lebih rendah hati serta tidak berlebihan mencintai dunia.
Ziarah kubur membantu memperkuat hubungan seorang hamba dengan Allah SWT karena mengingatkan tentang kehidupan akhirat dan pertanggungjawaban amal.
Itulah bacaan doa ziarah kubur yang dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang kepada orang-orang yang telah mendahului kita. Selain mendoakan ahli kubur, ziarah juga menjadi pengingat bahwa setiap manusia akan kembali kepada Allah SWT.
Di samping mendoakan mereka yang telah wafat, kita juga dapat melanjutkan kebaikan dengan berbagi kepada sesama melalui sedekah, wakaf, maupun donasi. Kini, aktivitas donasi dan amal dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui layanan digital Bank Mega Syariah.
Melalui layanan Donasi dan Amal di aplikasi M-Syariah, Anda dapat menyalurkan donasi, sedekah, zakat, maupun berbagai program amal secara praktis, aman, dan sesuai prinsip syariah.
Jadikan doa dan amal sebagai bekal terbaik untuk kehidupan dunia dan akhirat bersama layanan Donasi dan Amal M-Syariah dari Bank Mega Syariah.
Semoga informasi ini bermanfaat!
Bagikan Berita