12 Desember 2025 | Tim Bank Mega Syariah

Salah satu amalan yang dianjurkan kepada umat Islam ketika mendapatkan kelimpahan rezeki dari Allah SWT adalah mengucapkan doa sujud syukur. Hal ini merupakan bentuk rasa syukur karena Allah SWT menurunkan syafaat-Nya kepada hamba-Nya.
Di saat paling terpuruk dan membutuhkan pertolongan. Misalnya di saat terlilit utang, bertahun-tahun menikah belum memiliki anak, atau bahkan ketika mengikuti ujian masuk kampus atau ujian untuk masuk di tempat kerja impian. Itu beberapa contoh rezeki tak terduga yang diberikan Allah SWT.
Pada saat mendapatkan nikmat yang sudah menjadi target hidup ataupun yang belum, secara refleks umat Islam akan mengucapkan bacaan sujud syukur atas karunia nikmat dan syafaat tersebut. Namun, apakah doa sujud syukur Anda sudah benar?
Sujud syukur termasuk amalan sunah yang dilakukan umat Islam ketika mendapatkan syafaat atau nikmat dari Allah SWT. Rasulullah sering kali melakukan sujud syukur saat datang kabar gembira kepadanya.
Seperti yang tertulis dalam laman resmi NU Online, bahwa Rasulullah SAW pernah berdoa agar umatnya mendapatkan syafaat. Ketika dikabulkan oleh Allah SWT, Rasulullah SAW melakukan sujud syukur sebagai bentuk rasa syukur.
Dalam suatu hadits tertulis yang artinya, “Dari Abu Bakrah ra, dari Nabi Muhammad SAW: yaitu ketika beliau mendapatkan hal yang menggembirakan atau berita gembira. Beliau tersungkur untuk bersujud kepada Allah SWT,” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).
Berangkat dari sanalah, maka para sahabat dan ulama menafsirkan sujud syukur sebagai amalan sunah yang dilakukan pada saat umat Islam mendapatkan syafaat ataupun nikmat dari Allah SWT.
Dengan ungkapan rasa syukur tersebut, Allah SWT akan terus menambahkan nikmat dan rezeki yang tidak bisa diduga bahkan dari akal pikir manusia. Dalam salah satu ayat Al-Quran tertulis yang artinya:
“(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmatKu), sesungguhnya azabKu benar-benar sangat keras,” (QS. Ibrahim : 7).
Ada berbagai macam bacaan doa sujud syukur yang bisa Anda lafalkan. Berikut ini bacaan doa sujud syukur dan artinya.
Mengutip dari laman resmi NU Online, berikut ini doa sujud syukur yang dianjurkan Syekh Sulaiman:
الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَنْعَمَ عَلَيَّ بِكَذَا وَدَفَعَ عَنِّيْ كَذَا وَعَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلَى بِهِ فُلَانًا
Alhamdulillāhil ladzī an‘ama ‘alayya bi kadzā, wa dafa‘a annī kadzā, wa ‘āfānī mimmābtalā bihī fulānan.
Artinya: Segala puji bagi Allah, Zat yang memberikan nikmat kepadaku berupa…(sebutkan dalam hati nikmat yang diterima), dan menolak dariku marabahaya…(sebutkan bahaya yang dimaksud), dan menyelematkanku dari musibah yang Allah berikan kepada fulan…(sebutkan musibah yang dimaksud) (Syekh Sulaiman Al-Kurdi, Al-Hawasyil Madaniyyah, [Al-Haramain: tanpa tahun], juz I, halaman 317).
Masih dari sumber yang sama, sebagian ulama berpendapat bahwa bacaan doa sujud syukur dengan doa sujud tilawah serupa. Berikut ini lafal doanya:
سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَارَكَ اللهُ أَحْسَنُ الخَالِقِيْنَ
Sajada wajhiya lil ladzī khalaqahū wa shawwarahū wa syaqqa sam‘ahū wa basharahū bi haulihī wa quwwatihī fa tabārakallāhu ahsanul khāliqīna.
Artinya: Diriku bersujud kepada Zat yang menciptakan dan membentuknya, membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya. Maha suci Allah, sebaik-baik pencipta (Zainuddin Al-Malibari, Fathul Mu’in pada hamisy I’anatut Thalibin, [Beirut, Darul Fikr: 2005 M/1425-1426 H], juz I, halaman 246).
Lazimnya bacaan doa sujud sahwi dilafalkan apabila Anda kurang yakin dengan rakaat salat yang dijalankan. Namun ternyata, bacaan doa sujud sahwi bisa dilafalkan dalam bentuk sujud lain setelah salat. Berikut ini pelafalannya:
سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْا
Subhana man laa yanaamu walaa yashuu.
Artinya: Maha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.
Pada hakikatnya, tidak ada larangan khusus terkait bacaan doa sujud sahwi dan doa sujud syukur ini. Kendati demikian yang lebih dianjurkan membaca doa sujud syukur ataupun doa sujud tilawah.
Terhindar dari dosa dan kegiatan maksiat termasuk rezeki yang diberikan Allah SWT. Sebab Allah SWT menjaga diri Anda dari perbuatan yang memicu dosa. Adapun doa yang dilafalkan saat terhindar dari maksiat dan dosa antara lain:
اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِي دِيْنِنَا
Allāhumma lā taj‘al mushībatanā fī dīninā.
Artinya: Ya Allah, jangan jadikan musibah kami pada agama kami.
Lafal bacaan zikir khusus untuk mengungkapkan rasa syukur antara lain sebagai berikut:
سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَا رَكَ اللهُ اَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ
Sajada wajhiya lilladzii kholaqohu washowwarohu wasyaqo sam’ahu wa bashorohu bihaulili wa quwwatihi fatabaa ro kallaahu ahsanul khooliqiin.
Artinya: Aku sujudkan wajahku kepada yang menciptakannya, membentuk rupanya, dan membuka pendengaran serta penglihatan. Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta.
Dalam pelaksanaan sujud syukur, umat Islam tetap diharuskan mensucikan terlebih dulu seluruh tubuhnya dari hadas dan najis. Mulai dari tubuhnya sendiri, pakaian yang dikenakan hingga tempat yang dijadikan untuk sujud syukur. Setelah itu memastikan posisi Anda menghadap kiblat dan aurat tertutup.
Seperti salat wajib dan sunah lainnya, dalam pelaksanaan sujud syukur harus diawali niat dan diakhiri salam. Berikut ini tata cara sujud syukur, di antaranya:
Melafalkan niat sujud syukur, “Nawaitu sujudas syukri sunnatan lillahi ta’ala.”
Melakukan takbiratul irham sambil menyebutkan, “Allaahu Akbar.”
Melakukan sujud hanya satu kali dengan gerakan yang sama saat sujud di salat wajib.
Membaca doa sujud syukur dalam posisi sujud tersebut.
Kemudian bangkit dan duduk di antara dua sujud dengan seluruh jari kaki dan tangan menghadap kiblat.
Mengakhiri amalan sunah dengansalam ke kanan dan kiri sambil melafalkan, “Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.”
Bentuk syukur lainnya selain melakukan sujud syukur adalah berinfak dan bersedekah. Berinfak dan bersedekah tidak akan mengurangi harta yang Anda miliki saat ini . Justru Allah SWT menjanjikan berlimpahnya pahala dan harta orang yang bersedekah.
قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ وَيَقْدِرُ لَهٗۗ وَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗۚ وَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ ٣٩
Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya.” Suatu apa pun yang kamu infakkan pasti Dia akan menggantinya. Dialah sebaik-baik pemberi rezeki. (QS.Saba’ : 39).
Bersedekah menjadi lebih mudah dan terarah melalui layanan Donasi dan Amal dari Bank Mega Syariah. Melalui layanan ini, Anda dapat menyalurkan sedekah dan infak dengan aman serta transparan.
Bank Mega Syariah bekerja sama dengan berbagai mitra sedekah yang terpercaya dan berpengalaman. Dengan begitu, setiap donasi yang Anda berikan dapat tersalurkan kepada yang benar-benar membutuhkan.
Sejumlah lembaga mitra yang bekerja sama antara lain LAZ CT ARSA, BAZNAS, dan Yayasan Lazis NU. Selain itu, tersedia pula pilihan penyaluran melalui Lazis Muhammadiyah dan Yayasan Baitul Maal Hidayatullah.
Bank Mega Syariah juga bermitra dengan Yayasan Rumah Zakat Indonesia untuk memperluas manfaat sedekah. Keberagaman mitra ini memberikan kemudahan bagi nasabah untuk memilih tujuan donasi sesuai keinginan.
Kini, sedekah dan infak melalui Bank Mega Syariah semakin praktis karena bisa dilakukan lewat mobile banking M-Syariah. Cukup beberapa langkah di aplikasi, Anda sudah dapat berbagi kebaikan kapan saja dan di mana saja. Prosesnya cepat, aman, dan tetap sesuai prinsip syariah.
Segera download aplikasi M-Syariah dan mulai salurkan sedekah Anda dengan lebih mudah.
Bagikan Berita