31 Januari 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Dunia fashion terus bergerak mengikuti perubahan zaman. Memasuki tahun 2026, industri mode tidak lagi sekadar berbicara soal tampilan visual atau tren musiman, tetapi juga tentang kemampuan beradaptasi terhadap realitas baru yang semakin kompleks.
Perubahan iklim ekstrem, kemajuan teknologi berbasis AI, hingga pergeseran gaya hidup global turut membentuk arah tren fashion 2026 secara signifikan. Menjelang Lebaran 2026, tren ini terasa semakin relevan.
Momen silaturahmi dan perayaan Idulfitri menjadi kesempatan untuk tampil lebih rapi, elegan, dan bermakna, tanpa meninggalkan nilai kesopanan. Yuk, simak rangkuman lengkap tren fashion 2026 yang bisa menjadi inspirasi gaya Lebaran modern!
Berdasarkan laporan WGSN dan Coloro, palet warna tren fashion 2026 bergerak ke arah nuansa gelap, dalam, namun tetap menyimpan harapan. Warna-warna dengan kesan sintetik dan digital juga semakin mendominasi.
Future Dusk menjadi Color of the Year 2026. Warna ungu gelap dengan sentuhan biru tua ini berada di antara midnight blue dan violet. Vibenya misterius, futuristik, sekaligus mewah.
Selain itu, Future Dusk merepresentasikan transisi dari dunia fisik menuju era digital dan eksplorasi masa depan, sehingga banyak diaplikasikan pada gaun malam, outerwear, hingga aksesori bernuansa metalik.
Tak hanya itu, warna lain yang turut menonjol sebagai salah satu tren fashion 2026 antara lain:
Transformative Teal, hijau kebiruan yang menenangkan dan merepresentasikan healing serta kepedulian terhadap alam.
Electric Kumquat, oranye terang yang berani, memberi energi dan optimisme di tengah ketidakpastian global.
Tahun 2026 menandai pergeseran besar dari tren Y2K menuju gaya yang lebih dewasa, fungsional, atau justru ekspresif dan “chaotic”.
Berbagai lembaga forecasting tren global seperti WGSN, Pantone, dan Coloro, serta rangkaian pekan mode dunia untuk musim Spring/Summer dan Fall/Winter 2026, sepakat bahwa tahun ini ditandai oleh satu benang merah besar: “Adaptability & Imagination.”
Pakaian tidak hanya dituntut untuk indah, tetapi juga fungsional, fleksibel, dan relevan dengan dunia fisik maupun digital. Berikut ini penjelasannya:
Evolusi gaya workwear era 90-an kembali mendominasi. Rok pensil, kemeja pas badan, blazer tegas, serta kacamata bingkai kecil menjadi ciri utama. Palet warna abu-abu, hitam, dan cokelat memperkuat kesan profesional.
Filosofinya adalah sosok perempuan karier yang berdaya, tajam, namun tetap modis dan percaya diri.
Cuaca yang makin tak menentu menjadikan pakaian fungsional sebagai standar baru. Jaket windbreaker dengan banyak saku, bahan waterproof, sepatu hiking versi urban, hingga pakaian dengan ventilasi udara dirancang agar tetap stylish untuk aktivitas kota.
Fungsionalitas teknis kini tampil sebagai estetika utama.
Generasi Z dan Alpha mulai menoleh ke arsip fashion 2008–2012. Skinny jeans perlahan kembali, dipadukan dengan kaos band lusuh, jaket kulit biker, dan riasan mata smudged eyeliner.
Vibenya bebas, berantakan, dan menjadi antitesis dari estetika “Clean Girl” yang terlalu rapi.
Pengaruh AI dan dunia virtual menciptakan tren pakaian fisik yang menyerupai visual digital. Kain bertekstur liquid metal, efek hologram, warna ombre tidak alami, serta potongan asimetris seperti glitch komputer menjadi simbol pertemuan fashion dan teknologi.
Di tahun 2026, konsumen semakin sadar akan asal bahan pakaian. Bio-materials seperti kulit jamur (mycelium) dan serat dari limbah nanas mulai menggantikan kulit sintetis berbasis plastik. Regenerative cotton juga populer karena ditanam dengan metode ramah lingkungan.
Selain itu, penggunaan kain sheer dan layering seperti tile dan organza diaplikasikan berlapis untuk menciptakan tampilan ringan, breathable, dan tetap sopan—ideal untuk iklim tropis Indonesia.
Aksesori hadir dalam bentuk ekstrem dan penuh karakter. Misalnya, tas terbagi dua kutub yaitu Slouchy oversized bags, tas besar dan lemas yang muat laptop hingga baju ganti. Lalu, micro charms atau tren bagazzling, di mana tas dihiasi gantungan boneka, pita, dan manik-manik.
Sepatu juga berevolusi. Ballet flats tetap bertahan, namun hadir dengan bahan mesh atau ujung kotak. Di sisi lain, chunky loafers menjadi pelengkap sempurna gaya Corp-Core yang tegas.
Di Indonesia, tren fashion 2026 beradaptasi dengan nilai lokal dan kebutuhan modest fashion. Gaya Office Siren diterjemahkan melalui blazer oversized, rok plisket panjang, serta warna charcoal yang sopan. Batik dan tenun pun tampil lebih modern sebagai bomber jacket atau cargo pants.
Meski Future Dusk mendominasi tren global, warna bumi seperti terracotta, sage green, dan cream tetap menjadi favorit untuk busana Lebaran karena cocok dengan kulit sawo matang dan suasana Idulfitri yang hangat.
Tren fashion 2026 menunjukkan bahwa mode bukan hanya soal gaya, tetapi juga nilai, keberlanjutan, dan adaptasi. Menjelang Lebaran, inilah momen tepat untuk tampil lebih rapi, modern, dan bermakna tanpa meninggalkan prinsip kesederhanaan.
Lengkapi kebutuhan busana Lebaran Anda sesuai tren fashion 2026 di Metro Department Store. Nikmati diskon spesial 10% untuk berbagai produk fashion, sepatu, luggage, dan kebutuhan rumah dari brand ternama dengan menggunakan Syariah Card dan kumpulkan MPC Points nya.
Berbelanja jadi lebih nyaman, praktis, dan sesuai prinsip syariah. Kunjungi Metro Department Store sekarang dan sambut Lebaran 2026 dengan gaya terbaik Anda!
Bagikan Berita