13 Januari 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Jakarta - Pergi haji ke Tanah Suci merupakan impian setiap muslim di Indonesia. Antusiasme ini tercermin dari jumlah pendaftar haji yang terus meningkat setiap tahunnya. Data terbaru dari Kementerian Agama menunjukkan bahwa sekitar 5 juta calon jamaah haji menunggu antrian keberangkatan dengan rata-rata waktu tunggu mulai dari 20 hingga 47 tahun, tergantung wilayah domisili. Jarak waktu tunggu yang panjang semakin meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menabung haji sejak dini.
Terdapat perubahan gaya hidup di kalangan generasi muda Indonesia yang kini semakin sadar akan pentingnya merencanakan ibadah haji sejak dini. Hal tersebut juga tercermin di Bank Mega Syariah, di mana nasabah tabungan haji yang berusia di bawah 42 tahun mengalami peningkatan signifikan.
Berdasarkan data profil nasabah tabungan haji bank Mega Syariah, pada tahun 2025 kelompok Gen Z (17-25 tahun) mencatatkan pertumbuhan jumlah jamaah sebesar 29,4% (year on year / yoy) atau lebih dari 1,2 ribu jamaah. Sementara itu, kelompok Milenial (26-41 tahun) tumbuh pesat sebesar 41% menjadi lebih dari 6,4 ribu jamaah. Secara keseluruhan, kontribusi nasabah muda (Anak-anak, Gen Z, dan Milenial) semakin mendominasi porsi kepemilikan tabungan haji.
Roostian Primananda, Marketing, Loyalty & Financial Inclusion Division Head Bank Mega Syariah, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah nasabah milenial sejalan dengan semangat kampanye GenHajj (Generasi Haji): Haji Mudah untuk Semua Generasi. Kampanye ini digalakkan oleh Bank Mega Syariah untuk memberikan kemudahan berhaji bagi seluruh lapisan masyarakat.
Untuk menjangkau khalayak yang lebih luas, Bank Mega Syariah aktif melakukan berbagai inisiatif promosi yang menyasar berbagai kalangan. Strategi ini mencakup kehadiran di berbagai pameran hingga optimalisasi media sosial, guna mengajak masyarakat dari lintas generasi untuk mewujudkan niat beribadah ke Tanah Suci melalui layanan Bank Mega Syariah.
“Gen Z yang sangat akrab dengan teknologi perlu layanan yang serba digital, cepat, dan mudah diakses. Sementara Gen Y atau milenial lebih mempertimbangkan masa depan dalam keputusan finansialnya. Kami terus berinovasi agar hadir sesuai aspirasi masing-masing generasi melalui solusi tabungan haji praktis langsung dari smartphone,” ujar Roostian.
Pertumbuhan minat pendaftaran haji di kalangan generasi muda ini turut mendorong kinerja positif Bank Mega Syariah secara keseluruhan di akhir tahun 2025. Berdasarkan data keuangan perusahaan, volume tabungan mencatatkan kenaikan sebesar 8,05% (yoy), meningkat dari Rp 299 miliar pada Desember 2024 menjadi lebih dari Rp 323 miliar pada posisi 31 Desember 2025. Peningkatan ini juga dibarengi dengan perluasan basis nasabah, di mana jumlah rekening tumbuh sebesar 4,8% menjadi lebih dari 360 ribu rekening pada penghujung tahun 2025.
Untuk memperluas jangkauan, Bank Mega Syariah terus melakukan pendekatan berbasis komunitas (keagamaan, sosial, profesional) serta masuk ke segmen korporasi untuk menawarkan produk tabungan haji bagi karyawan di sektor pendidikan, kesehatan, dan sektor strategis lainnya. (*)
Bagikan Berita