11 Mei 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Harga emas diproyeksikan kembali merangkak naik pada pekan ini. Lonjakan tensi geopolitik global serta agresivitas bank sentral dunia dalam memborong logam mulia menjadi motor utama penggerak harga.
Mengutip data Bloomberg, harga emas spot ditutup pada level US$4.715,25 per ons troi pada perdagangan Jumat (8/5/2026). Angka ini mencerminkan penguatan signifikan sebesar 2,19% dalam kurun waktu sepekan.
Senada dengan pasar spot, harga emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk kontrak pengiriman Juni 2026 juga parkir di zona hijau pada level US$4.730,7 per ons troi, atau naik 1,86% dibandingkan pekan sebelumnya.
Analis sekaligus pengamat pasar, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa penguatan harga emas saat ini masih sangat bergantung pada suhu politik dunia yang terus mendidih, baik di kawasan Eropa Timur maupun Timur Tengah.
Di Timur Tengah, tensi memuncak setelah adanya laporan penyerangan kapal tanker Iran oleh pihak AS, yang kemudian dibalas Iran dengan serangan terhadap kapal perusak milik AS. Meski sempat terjadi baku tembak, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata masih berlaku, walaupun dalam kondisi yang sangat ringkih.
Di sisi lain, konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina di Eropa Timur belum menunjukkan tanda-tanda deeskalasi. Hal ini memperderas aliran dana investor ke aset aman atau safe haven seperti emas.
“Ada kemungkinan besar harga emas kembali mengalami kenaikan,” ujar Ibrahim.
Selain faktor konflik, Ibrahim menilai harga emas didukung oleh hukum permintaan dan penawaran (supply and demand), terutama tingginya volume pembelian oleh bank-bank sentral global.
Langkah People’s Bank of China (PBOC) menjadi sorotan utama karena terus memperkuat cadangan devisa nasional melalui pembelian emas batangan. Pada kuartal pertama tahun ini saja, PBOC tercatat menyerap sekitar 7,15 ton emas. Strategi ini dinilai sebagai langkah taktis untuk memanfaatkan momentum saat harga emas mengalami koreksi.
“Ini mengindikasikan bahwa bank sentral sengaja memanfaatkan momen saat harga emas mengalami penurunan untuk melakukan akumulasi,” jelas Ibrahim. Namun, ia tetap mengingatkan bahwa peluang koreksi teknis tetap terbuka jika terjadi perubahan sentimen pasar secara mendadak.
Dari sisi teknikal, Ibrahim memperkirakan level support pertama harga emas dunia berada di kisaran US$4.520 per ons troi untuk sepekan ke depan. Sementara itu, harga emas Antam Logam Mulia diproyeksikan memiliki support awal di level Rp2.786.000 per gram.
Jika tekanan jual meningkat, level pertahanan berikutnya diperkirakan berada di angka:
US$4.389 per ons troi (Emas Dunia)
Rp2.750.000 per gram (Emas Antam)
Sebaliknya, jika tren bullish berlanjut, level resistance pertama diproyeksikan menyentuh:
US$4.702 per ons troi (Emas Spot)
Rp2.866.000 per gram (Emas Antam)
Apabila penguatan semakin bertenaga, target resistance selanjutnya berada di level:
US$4.851 per ons troi (Emas Dunia)
Rp2.900.000 per gram (Emas Antam Logam Mulia)
Sebagai kesimpulan, pergerakan harga emas pekan ini masih akan didominasi oleh tiga faktor kunci: sentimen geopolitik, arah kebijakan moneter AS, serta konsistensi permintaan bank sentral. Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai (safe haven) yang paling memikat bagi investor global.
Sumber Referensi :
Investor.id: Pakar Bilang Harga Emas Bisa Menanjak ke Titik Ini
Investasi.Kontan: Harga Emas Diproyeksi Kembali Berkilau, Simak Prediksi Lengkapnya untuk Pekan Ini
Disclaimer: This information does not give a promise or guarantee of future events, and can’t be used as the basis of a contract, agreement, or commitment of any kind and/or with Bank Mega Syariah to third parties.
Berat (Gramasi) | Harga |
1gr | Rp2,759,600 |
5gr | Rp13,798,000 |
10gr | Rp27,596,000 |
25gr | Rp68,990,000 |
50gr | Rp137,980,000 |
100gr | Rp275,960,000 |
Bagikan Berita