10 April 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Menyempurnakan ibadah wajib dengan amalan sunah adalah salah satu cara terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di tengah kesibukan sehari-hari, salat sunah (nawafil) sering kali terlewat, padahal ibadah ini berfungsi sebagai penambal kekurangan pada salat fardu kita, sekaligus menjadi pembuka pintu rezeki, ketenangan hati, dan petunjuk dalam hidup.
Bagi Anda yang ingin meraih ketenangan batin dan memaksimalkan ikhtiar jalur langit, mengamalkan salat sunah adalah langkah yang sangat tepat. Mulai dari memahami niat, waktu pelaksanaan, hingga tata cara yang benar harus diperhatikan agar ibadah Anda semakin terarah dan mantap.
Jangan sampai rutinitas duniawi membuat Anda melewatkan ladang pahala yang luar biasa ini. Berikut adalah panduan lengkap dan valid mengenai tata cara umum, jenis-jenis salat sunah utama, beserta waktu dan lafal niatnya. Yuk, simak sampai selesai dan persiapkan diri Anda untuk meningkatkan kualitas ibadah!
Pada dasarnya, tata cara gerakan salat sunah sama persis dengan salat fardu, yakni dimulai dari Takbiratul Ihram hingga diakhiri dengan Salam. Perbedaan utamanya hanya terletak pada tiga hal berikut:
Niat. Harus disesuaikan dengan jenis salat sunah yang sedang dikerjakan.
Jumlah Rakaat. Mayoritas salat sunah dikerjakan dalam 2 rakaat dengan 1 salam. Jika Anda ingin mengerjakan 4 rakaat, maka dipisah menjadi 2 rakaat lalu salam, kemudian lanjut 2 rakaat lagi dan salam.
Waktu Pelaksanaan.Sangat terikat pada waktu atau momen-momen tertentu (tidak bisa dilakukan sembarangan).
Setiap jenis salat sunah memiliki keutamaan dan rahasia keberkahan tersendiri yang bisa Anda rasakan jika dikerjakan dengan ikhlas. Dengan memahami berbagai macam pilihannya, Anda dapat menyesuaikan ibadah tambahan ini dengan rutinitas harian agar hubungan spiritual dengan Sang Pencipta tetap terjaga di tengah padatnya aktivitas duniawi.
Agar Anda tidak bingung dalam memulai, penting untuk mengetahui detail teknis dari setiap salat agar pelaksanaannya sah dan sempurna sesuai tuntunan. Mulai dari waktu mustajab hingga bacaan niat yang benar untuk setiap jenisnya, simak penjelasan lengkap mengenai beberapa salat sunah yang paling dianjurkan untuk rutin diamalkan berikut:
Salat ini dikerjakan sebelum (Qabliyah) atau sesudah (Ba'diyah) salat fardu. Salat Rawatib yang sangat dianjurkan (Sunnah Muakkadah) berjumlah 10 atau 12 rakaat: 2 rakaat sebelum Subuh, 2 atau 4 rakaat sebelum Zuhur, 2 rakaat sesudah Zuhur, 2 rakaat sesudah Magrib, dan 2 rakaat sesudah Isya.
Waktu pelaksanaan salat Rawatib sangat berkaitan erat dengan waktu salat fardu itu sendiri. Anda bisa mengerjakannya tepat sebelum menunaikan salat wajib (Qabliyah) sebagai persiapan batin, atau segera setelahnya (Ba'diyah) sebagai penyempurna ibadah Anda.
Contoh Niat Qabliyah Subuh (2 rakaat):
"Ushalli sunnatash-shubhi rak'ataini qabliyyatan lillaahi ta'aalaa."
(Aku niat salat sunah sebelum Subuh dua rakaat karena Allah Ta'ala).
Contoh Niat Ba'diyah Isya (2 rakaat):
"Ushalli sunnatal 'isyaa-i rak'ataini ba'diyyatan lillaahi ta'aalaa."
(Aku niat salat sunah sesudah Isya dua rakaat karena Allah Ta'ala).
Salat ini dikerjakan sebagai wujud rasa syukur atas nikmat persendian tubuh, sekaligus amalan untuk memohon kelancaran rezeki. Jumlah rakaatnya minimal 2 rakaat dan maksimal 8 atau 12 rakaat.
Waktu yang dianjurkan untuk mengerjakan salat Dhuha dimulai sejak matahari terbit setinggi tombak, atau sekitar 15 hingga 20 menit setelah fajar menyingsing. Anda memiliki waktu yang cukup panjang untuk mengerjakannya, karena rentang waktu ini terus berlangsung hingga sekitar 15 menit sebelum azan Zuhur berkumandang (waktu zawal).
Niat (2 rakaat):
"Ushalli sunnatadh-dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa."
(Aku niat salat sunah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala).
Ini adalah salat sunah yang paling mulia setelah salat fardu. Dikerjakan di sepertiga malam untuk memohon ampunan, rahmat, dan terkabulnya doa. Salat malam ini dapat dikerjakan kapan saja setelah Anda menunaikan salat Isya hingga menjelang azan Subuh berkumandang.
Namun, ada satu syarat mutlak yang harus dipenuhi, yaitu Anda wajib tidur terlebih dahulu meskipun hanya sejenak. Jika ingin mendapatkan keutamaan yang paling mustajab, sangat disarankan untuk melaksanakannya pada sepertiga malam terakhir, yakni sekitar pukul 02.00 dini hari hingga sebelum waktu Subuh tiba.
Niat (2 rakaat):
"Ushalli sunnatat-tahajjudi rak'ataini lillaahi ta'aalaa."
(Aku niat salat sunah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta'ala).
Witir secara bahasa berarti "ganjil". Salat ini berfungsi sebagai penutup ibadah malam Anda. Rakaatnya harus ganjil (bisa 1, 3, 5, 7, 9, atau 11 rakaat). Jika mengerjakan 3 rakaat, bisa dilakukan dengan 2 rakaat salam, lalu ditambah 1 rakaat salam.
Sebagai salat penutup, Witir bisa dilaksanakan kapan saja setelah salat Isya hingga sebelum terbit fajar atau masuknya waktu Subuh. Dalam praktiknya sehari-hari, masyarakat kita biasanya mengerjakan salat ini tepat setelah menunaikan salat Tahajud di sepertiga malam, atau menjadi rangkaian penutup ibadah Tarawih di bulan Ramadan.
Niat Witir 2 Rakaat (jika dipisah):
"Ushalli sunnatal witri rak'ataini lillaahi ta'aalaa."
Niat Witir 1 Rakaat (Penutup):
"Ushalli sunnatal witri rak'atan lillaahi ta'aalaa."
(Aku niat salat sunah Witir satu rakaat karena Allah Ta'ala).
Salat 2 rakaat ini dikerjakan ketika Anda sedang dihadapkan pada dua atau beberapa pilihan yang membingungkan (misal: urusan jodoh, pekerjaan, atau pendidikan), agar Allah memberikan kecondongan hati pada pilihan yang terbaik.
Anda memiliki keleluasaan waktu untuk melaksanakan salat Istikharah kapan saja, baik di siang maupun malam hari, selama tidak dilakukan pada waktu terlarang seperti tepat saat matahari terbit atau tenggelam. Meskipun begitu, pelaksanaannya akan terasa jauh lebih khusyuk dan mustajab apabila dikerjakan di sepertiga malam terakhir.
Untuk tata caranya, gerakan salat ini sama seperti salat sunah dua rakaat pada umumnya. Hal khusus yang perlu Anda perhatikan adalah setelah mengucapkan salam, Anda sangat dianjurkan untuk membaca doa khusus Istikharah.
Pada momen inilah Anda bisa menyebutkan secara spesifik pilihan atau masalah yang sedang mengganjal di hati agar diberi petunjuk terbaik oleh Allah SWT.
Niat (2 rakaat):
"Ushalli sunnatal istikhaarati rak'ataini lillaahi ta'aalaa."
(Aku niat salat sunah Istikharah dua rakaat karena Allah Ta'ala).
Jika Anda memiliki keinginan atau hajat tertentu baik urusan duniawi yang halal maupun ukhrawi dan ingin segera dikabulkan oleh Allah, salat ini sangat dianjurkan. Dikerjakan minimal 2 rakaat.
Salat Hajat bisa Anda kerjakan kapan saja secara fleksibel, baik pada siang maupun malam hari. Namun, sangat dianjurkan untuk melaksanakannya pada malam hari agar suasana lebih tenang, pikiran tidak terdistraksi, dan ibadah Anda bisa jauh lebih khusyuk.
Sama seperti Istikharah, gerakan salat ini tidak memiliki perbedaan mencolok dari salat sunah pada umumnya. Setelah menyelesaikan salat dengan salam, tata cara khususnya terletak pada amalan pasca-salat.
Anda sangat dianjurkan untuk memperbanyak selawat nabi, melafalkan istigfar memohon ampunan, lalu dilanjutkan dengan memanjatkan doa hajat secara spesifik dan penuh harap kepada-Nya.
Niat (2 rakaat):
"Ushalli sunnatal haajati rak'ataini lillaahi ta'aalaa."
(Aku niat salat sunah Hajat dua rakaat karena Allah Ta'ala).
Selain memahami tata cara dan niatnya, Anda juga perlu strategi agar rutinitas ibadah sunah ini bisa terus terjaga (istiqamah). Tantangan rasa malas pasti ada, menuntut tekad yang kuat dari dalam diri.
Mulailah dari yang paling ringan. Anda tidak perlu langsung memborong semua salat sunah dalam satu hari. Cobalah merutinkan dua rakaat Dhuha atau Witir sebelum tidur terlebih dahulu. Konsistensi yang kecil jauh lebih dicintai Allah daripada ibadah besar yang hanya dilakukan sesekali.
Selain itu, pasanglah pengingat atau alarm di ponsel Anda untuk waktu-waktu salat sunah, terutama untuk Tahajud dan Dhuha. Jadikan salat sunah sebagai "kebutuhan" untuk menenangkan pikiran dari penatnya dunia, bukan sekadar kewajiban tambahan.
Terakhir, pahami fadhilah (keutamaan) dari masing-masing salat. Mengetahui bahwa Dhuha melancarkan rezeki dan Tahajud mengabulkan doa akan memberikan motivasi dan dorongan mental yang kuat agar Anda tidak mudah menyerah.
Mendisiplinkan diri dengan rutin menjalankan salat sunah adalah langkah awal yang luar biasa menuju ketakwaan dan ketenangan batin. Mulai dari merutinkan Dhuha hingga bermunajat lewat Tahajud di sepertiga malam, amalan-amalan ini akan sangat memperkuat hubungan vertikal kita kepada Sang Pencipta.
Namun, kesalehan spiritual yang telah terbangun tentu akan semakin sempurna jika diimbangi dengan kesalehan sosial. Membuka pintu rezeki dan meraih keberkahan hidup tidak hanya dilakukan melalui lantunan doa dalam salat, tetapi juga dengan tindakan nyata menyisihkan sebagian harta untuk mereka yang berhak menerimanya.
Kini, niat baik Anda untuk menyalurkan donasi, zakat, infaq, sedekah, hingga wakaf bisa dilakukan dengan lebih mudah dan praktis. Semua amalan mulia tersebut dapat Anda tunaikan dengan aman hanya dalam satu genggaman melalui aplikasi mobile banking M-Syariah.
Tanpa perlu repot keluar rumah, Anda bisa merutinkan kebiasaan berbagi kapan saja dan di mana saja. Yuk, lengkapi pahala ibadah sunah Anda dengan indahnya berbagi bersama M-Syariah sekarang juga!
Bagikan Berita