25 Mei 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Harga emas dunia kembali menguat lebih dari 1% pada perdagangan Senin (25/5/2026). Sentimen positif ini didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) serta turunnya harga minyak dunia. Di sisi lain, pelaku pasar juga tengah mencermati perkembangan negosiasi damai antara AS dan Iran yang masih berlangsung.
Mengutip Reuters, harga emas spot naik 1,4% menjadi US$4.570,88 per ons troi pada pukul 00.45 GMT. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turut menguat 1,1% ke level US$4.572,90 per ons troi.
Pelemahan dolar AS memberikan dorongan tambahan bagi pergerakan komoditas ini. Kondisi tersebut membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Alhasil, daya tarik logam mulia di pasar global pun ikut meningkat.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menilai harga emas dunia dan logam mulia domestik masih berpotensi mengalami fluktuasi tajam. Kendati demikian, ada kecenderungan reli jangka panjang yang kuat dalam sepekan ke depan.
Menurut Ibrahim, pasar saat ini masih dibayangi oleh meningkatnya ketegangan geopolitik global. Terutama konflik Rusia–Ukraina yang semakin intensif dan mulai menyasar objek vital seperti kilang minyak mentah. Situasi tersebut memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas pasokan energi dunia.
Selain itu, kondisi Timur Tengah yang masih memanas juga menjadi faktor utama yang menjaga daya tarik emas sebagai instrumen safe haven.
Meski telah muncul nota kesepahaman perdamaian terkait pembukaan Selat Hormuz yang diinisiasi Presiden AS Donald Trump, pasar tetap waspada. Pelaku pasar cenderung mencermati sikap skeptis dari pihak Iran yang menilai diplomasi AS belum sepenuhnya dapat dipercaya.
Dari sisi kebijakan moneter, pelaku pasar global kini menanti arah kebijakan baru pascapelantikan Kevin Warsh sebagai Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve atau The Fed).
Catatan Redaksi: Pasar saat ini berspekulasi mengenai langkah Warsh dalam memimpin rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Juni mendatang.
Meski mayoritas proyeksi masih memperkirakan suku bunga akan tetap tinggi hingga akhir tahun, kehadiran Warsh dinilai dapat membawa pendekatan kebijakan yang lebih longgar. Langkah ini diprediksi guna mendukung strategi ekonomi Donald Trump.
“Trump sangat tergantung dengan Kevin Warsh untuk menurunkan suku bunga, walaupun jajak pendapat mengatakan bahwa sampai dengan akhir tahun bank sentral AS tidak akan menurunkan suku bunga,” ujar Ibrahim.
Ekspektasi terhadap potensi pelonggaran suku bunga tersebut menjadi salah satu sentimen kuat yang menopang penguatan harga emas saat ini.
Secara teknikal, Ibrahim memperkirakan harga emas dunia masih berpotensi melanjutkan penguatan apabila momentum bullish tetap terjaga.
Di pasar global, level resistance pertama diperkirakan berada di:
US$4.606 per ons troi
Sementara itu, level resistance kedua diproyeksikan berada di:
US$4.943 per ons troi
Sumber Referensi :
Bisnis.com: Emas Dunia Diramal Tembus US$4.943, Harga Logam Mulia Bisa Sentuh Rp2,9 Juta
Kontan.co.id: Harga Emas Melonjak 1%, Cek Faktor Pendorongnya
Disclaimer: This information does not give a promise or guarantee of future events, and can’t be used as the basis of a contract, agreement, or commitment of any kind and/or with Bank Mega Syariah to third parties.
Berat (Gramasi) | Harga |
1gr | Rp2,743,600 |
5gr | Rp13,718,000 |
10gr | Rp27,436,000 |
25gr | Rp68,590,000 |
50gr | Rp137,180,000 |
100gr | Rp274,360,000 |
Bagikan Berita