27 April 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Harga emas dunia diprediksi kembali bergerak menguat hingga berpotensi menembus level US$4.800 per ons troi pada pekan ini. Sejumlah faktor utama mulai dari tensi geopolitik di Timur Tengah, dinamika politik dan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS), hingga kondisi supply and demand di pasar global menjadi motor penggerak utama.
Meski menunjukkan tren penguatan, harga emas masih dibayangi volatilitas tinggi. Pada Jumat (24/4), harga emas dunia ditutup pada level US$4.709 per ons troi. Sementara itu, harga emas batangan bersertifikat Antam per Minggu (26/4/2026) terpantau stabil di angka Rp2.825.000 per gram.
Perhatian pasar saat ini tertuju pada buntunya negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Pakistan. Pekan ini menjadi periode krusial karena akan menentukan arah konflik di Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz yang masih berlangsung menjadi faktor krusial yang dapat memicu lonjakan harga lebih lanjut.
Analis emas sekaligus CEO & Executive Producer The Gold Forecast, Gary Wagner, memprediksi harga emas berpeluang terus menanjak imbas gejolak ini. Situasi kian kompleks dengan adanya pernyataan keras terkait aksi militer serta insiden penangkapan kapal tanker Iran yang memperbesar ketidakpastian global.
Jika eskalasi berlanjut, kondisi ini berpotensi mengganggu rantai pasok minyak dunia, mendorong kenaikan harga energi, serta meningkatkan tekanan inflasi global. Di sisi lain, perubahan komposisi pejabat strategis di AS juga dinilai dapat memengaruhi arah kebijakan luar negeri maupun moneter.
Apabila kebijakan moneter AS cenderung lebih ketat di tengah tekanan inflasi, dolar AS berpotensi menguat dan menahan laju kenaikan emas. Namun, tren akumulasi emas oleh negara-negara BRICS sebagai upaya diversifikasi cadangan devisa tetap menjadi penopang utama. Bagi bank sentral anggota BRICS, setiap penurunan harga logam mulia justru dipandang sebagai kesempatan emas untuk memupuk cadangan aset mereka.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memberikan gambaran teknis bagi para investor pekan ini:
Jika harga terkoreksi, level support pertama berada di US$4.651 per ons troi (sekitar Rp2.800.000 per gram). Level support berikutnya diproyeksikan pada US$4.520 per ons troi (sekitar Rp2.790.000 per gram).
Jika harga kembali menguat, level resistance pertama diperkirakan menyentuh US$4.779 per ons troi dengan estimasi harga emas Antam di Rp2.865.000 per gram.
Sumber Referensi:
- Investasi.Kontan: Geopolitik Memanas, Pergerakan Harga Emas dan Dolar AS Makin Tidak Stabil
- Investor.id: Harga Emas Siap Melaju Kencang ke Titik Ini
Disclaimer: This information does not give a promise or guarantee of future events, and can’t be used as the basis of a contract, agreement, or commitment of any kind and/or with Bank Mega Syariah to third parties.
Bagikan Berita