2 Juni 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Harga emas dunia diperkirakan masih menghadapi tekanan pada pekan ini. Sentimen negatif tersebut seiring memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta meningkatnya ekspektasi bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve atau The Fed) akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan harga emas dunia pada perdagangan sebelumnya ditutup di level US$4.539 per ons troi. Sementara itu, harga logam mulia domestik berada di kisaran Rp2.799.000 per gram.
Menurut Ibrahim, apabila harga emas dunia terkoreksi hingga level US$4.434 per ons troi, maka harga logam mulia domestik diperkirakan turun ke sekitar Rp2.779.000 per gram.
“Apabila harga emas dunia terkoreksi ke US$4.434 per ons troi, maka harga logam mulia diperkirakan berada di Rp2.779.000 per gram,” ujar Ibrahim, Minggu (31/5/2026).
Ibrahim menilai pergerakan harga emas saat ini masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.
Pembahasan draf kesepakatan antara kedua negara dilaporkan masih menemui jalan buntu akibat isu pengayaan uranium Iran yang belum menemukan titik temu.
“AS mengatakan akan ada kesepakatan, tetapi Iran sendiri belum menyepakati soal pengayaan uranium,” kata Ibrahim.
Situasi kian memanas setelah muncul laporan mengenai serangan di kawasan Selat Hormuz yang melibatkan pangkalan militer AS di Uni Emirat Arab dan Iran. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan distribusi energi global.
Konteks Global: Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Gangguan pada kawasan ini berpotensi memicu lonjakan harga minyak global dan meningkatkan tekanan inflasi di berbagai negara akibat tersendatnya jalur transportasi logistik.
“Transportasi masih akan tersendat sehingga inflasi akan tetap tinggi,” tambah Ibrahim.
Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati arah kebijakan moneter AS yang diperkirakan masih cenderung ketat. Menurut Ibrahim, Inflasi yang tetap tinggi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak di AS berpotensi membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Bahkan, tidak tertutup kemungkinan adanya tambahan kenaikan suku bunga apabila tekanan inflasi global kembali meningkat.
“Inflasi tinggi ini akan berdampak terhadap pernyataan Bank Sentral Amerika yang kemungkinan besar dalam pertemuan Juni masih mempertahankan suku bunga tinggi, dan bank sentral global juga bisa saja menaikkan suku bunga,” ujarnya.
Sebagai informasi, suku bunga yang tinggi umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas. Hal ini terjadi karena investor cenderung beralih ke instrumen investasi lain yang menawarkan imbal hasil riil, seperti obligasi pemerintah.
Secara teknikal, Ibrahim memperkirakan harga emas masih berpotensi bergerak fluktuatif. Berikut adalah sejumlah level penting yang perlu dicermati oleh para investor pekan ini:
Support Pertama: US$4.434 per ons troi (proyeksi logam mulia domestik: Rp2.779.000 per gram).
Support Kedua: US$4.301 per ons troi (potensi logam mulia domestik turun ke: Rp2.679.000 per gram).
Resistance Pertama: US$4.642 per ons troi (proyeksi logam mulia domestik: Rp2.819.000 per gram).
Resistance Kedua: US$4.768 per ons troi (potensi mendorong logam mulia domestik hingga: Rp2.919.000 per gram).
Sebagai kesimpulan, pergerakan harga emas pekan ini diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, kondisi geopolitik di kawasan Selat Hormuz, serta arah kebijakan suku bunga The Fed.
Di tengah tingginya ketidakpastian global dan tekanan inflasi yang belum mereda, volatilitas harga emas diperkirakan tetap tinggi. Investor disarankan untuk terus mencermati perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter global yang berpotensi menjadi penentu arah pergerakan emas dalam jangka pendek.Market.Bisnis: Cek Ramalan Harga Emas Dunia Awal Juni 2026, Berpotensi Turun Lagi?
CNBC Indonesia: Bruk! Harga Emas Tiba-Tiba Ambruk Lagi, Ini Penyebabnya
Investor.id: Ramalan Terbaru UBS Soal Emas dan Komoditas
Berat (Gramasi) | Harga |
1gr | Rp2,714,600 |
5gr | Rp13,573,00 |
10gr | Rp27,146,000 |
25gr | Rp67,865,000 |
50gr | Rp135,730,000 |
100gr | Rp271,460,000 |
Bagikan Berita