27 Juli 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Harga emas dunia kembali menunjukkan penguatan pada awal pekan. Namun, prospek logam mulia masih dibayangi sejumlah sentimen yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar, mulai dari keputusan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), rilis data ekonomi AS, hingga perkembangan geopolitik global.
Berdasarkan data Refinitiv, harga emas pada penutupan perdagangan Jumat (24/7/2026) berada di level US$4.052,56 per ons troi, menguat 0,13% dibandingkan hari sebelumnya. Penguatan tersebut menjadi kabar positif setelah harga emas sempat terkoreksi sekitar 2% pada Kamis.
Secara mingguan, harga emas masih mencatat kenaikan 0,89%, sekaligus mengakhiri tren pelemahan yang terjadi selama dua pekan berturut-turut. Momentum positif tersebut berlanjut pada perdagangan Senin (27/7/2026) pukul 06.24 WIB. Harga emas naik 0,85% ke level US$4.086,64 per ons troi seiring investor yang kembali mengalihkan perhatian pada prospek kebijakan moneter global.
Pekan ini diperkirakan menjadi periode yang krusial bagi pergerakan harga emas. Pelaku pasar akan mencermati hasil rapat kebijakan moneter The Fed, data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat, serta inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) yang merupakan indikator inflasi pilihan The Fed dalam menentukan arah kebijakan suku bunga.
Pasar saat ini memperkirakan The Fed masih akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan ini. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga pada September kembali meningkat seiring masih tingginya tekanan inflasi. Di sisi lain, kebijakan tarif baru Presiden AS Donald Trump terhadap sekitar 60 negara juga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi kenaikan inflasi global.
Analisis Pasar: Apabila data ekonomi AS menunjukkan perlambatan, peluang pelonggaran kebijakan moneter The Fed akan meningkat sehingga berpotensi menjadi sentimen positif bagi harga emas. Sebaliknya, jika data ekonomi lebih kuat dari perkiraan, ekspektasi suku bunga tinggi akan semakin menguat dan dapat menekan harga logam mulia.
Dari sisi fundamental, permintaan emas dari China masih menjadi salah satu faktor yang mendukung pasar. Data menunjukkan impor emas China meningkat menjadi sekitar 173 ton pada Juni 2026, tertinggi sejak Maret 2024.
Meski demikian, permintaan domestik secara keseluruhan masih relatif lemah sehingga belum mampu menjadi pendorong utama kenaikan harga emas secara berkelanjutan. Pemerintah China juga mulai membatasi perdagangan derivatif emas bagi investor ritel. Kebijakan tersebut diperkirakan dapat mengalihkan sebagian permintaan menuju emas fisik, yang berpotensi memberikan dukungan terhadap harga dalam jangka menengah.
Secara teknikal, level US$4.000 per ons troi masih menjadi area support utama yang terus dipertahankan pasar. Harga emas sempat turun hingga mendekati US$3.940 per ons troi, namun kembali mampu bertahan di atas level psikologis tersebut.
Sementara itu, area US$4.100 per ons troi menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus untuk membuka peluang penguatan lebih lanjut. Apabila harga mampu bertahan di atas resistance tersebut, momentum kenaikan diperkirakan akan semakin kuat. Sebaliknya, jika harga kembali turun dan menembus support utama, tekanan jual berpotensi meningkat.
Selain faktor ekonomi, perkembangan geopolitik masih menjadi salah satu penentu arah harga emas. Konflik antara Amerika Serikat dan Iran memang mulai menunjukkan tanda-tanda mereda setelah kedua belah pihak menghentikan sementara aksi militer.
Namun demikian, risiko meningkatnya kembali ketegangan masih tetap ada dan dapat mendorong investor kembali mencari aset safe haven, termasuk emas. Dengan kondisi tersebut, pasar diperkirakan akan tetap bergerak volatil hingga terdapat kepastian mengenai arah kebijakan The Fed maupun perkembangan geopolitik global.
Pergerakan harga emas pada pekan ini diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh keputusan suku bunga The Fed, rilis data inflasi PCE, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, serta dinamika konflik geopolitik di Timur Tengah.
Meskipun harga emas berhasil mengakhiri tren pelemahan dalam dua pekan terakhir, ruang penguatan masih akan bergantung pada data ekonomi mendatang. Investor disarankan untuk terus mencermati perkembangan fundamental dan teknikal sebelum mengambil keputusan investasi.
Sumber Referensi:
CNBC Indonesia: Harga Emas Hadapi Ujian Berat Pekan Ini, Peluang Naik Sudah Habis?
Investor.id: Harga Emas Sepekan ke Depan: Proyeksi dan Sentimennya
Disclaimer: This information does not give a promise or guarantee of future events, and can’t be used as the basis of a contract, agreement, or commitment of any kind and/or with Bank Mega Syariah to third parties.
Berat (Gramasi) | Harga |
1gr | Rp2,562,600 |
5gr | Rp12,813,000 |
10gr | Rp25,626,000 |
25gr | Rp64,065,000 |
50gr | Rp128,130,000 |
100gr | Rp256,260,000 |
Bagikan Berita