28 Januari 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Doa Nabi Yusuf menjadi salah satu doa yang banyak diamalkan umat Islam ketika menghadapi ujian hidup, godaan maksiat, fitnah, maupun kesulitan yang terasa berat.
Kisah Nabi Yusuf AS yang diabadikan dalam Surah Yusuf menunjukkan bagaimana beliau tetap menjaga keimanan meskipun menghadapi berbagai cobaan, mulai dari dibuang oleh saudara-saudaranya, dijual sebagai budak, difitnah, hingga dipenjara.
Keistimewaan doa-doa Nabi Yusuf tidak hanya terletak pada maknanya yang mendalam, tetapi juga karena bersumber langsung dari Alquran.
Oleh karena itu, doa-doa ini memiliki landasan yang kuat dan sering dijadikan inspirasi untuk memohon pertolongan Allah SWT dalam berbagai kondisi kehidupan. Mari simak bacaan lengkap doa nabi Yusuf beserta keutamaannya pada ulasan satu ini!
Berikut beberapa doa Nabi Yusuf AS yang terdapat dalam Alquran lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, serta hikmah yang dapat dipetik dari setiap doa tersebut:
Doa ini dipanjatkan ketika Nabi Yusuf AS digoda oleh istri Al-Aziz (sering dikenal sebagai Zulaikha). Dalam kondisi yang sangat sulit, beliau memilih berlindung kepada Allah SWT daripada terjerumus dalam perbuatan dosa.
Adapun bacaannya adalah sebagai beirkut:
مَعَاذَ اللّٰهِ ۖ اِنَّهٗ رَبِّيْٓ اَحْسَنَ مَثْوَايَ ۗ اِنَّهٗ لَا يُفْلِحُ الظّٰلِمُوْنَ
Ma'ādzallāhi innahū rabbī aḥsana matswāya, innahū lā yufliḥuẓ-ẓālimūn.
Artinya:
"Aku berlindung kepada Allah. Sungguh, tuanku telah memperlakukan aku dengan baik. Sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan beruntung." (QS. Yusuf: 23)
Doa ini mengajarkan pentingnya menjaga diri dari godaan dan maksiat. Nabi Yusuf AS menunjukkan bahwa pertolongan Allah adalah benteng utama ketika seseorang menghadapi godaan yang dapat merusak kehormatan dan keimanan.
Ketika berbagai wanita di Mesir terus memberikan tekanan dan godaan, Nabi Yusuf AS lebih memilih dipenjara daripada mengikuti ajakan yang bertentangan dengan syariat Allah.
Berikut ini adalah doanya:
رَبِّ السِّجْنُ اَحَبُّ اِلَيَّ مِمَّا يَدْعُوْنَنِيْٓ اِلَيْهِ ۚ وَاِلَّا تَصْرِفْ عَنِّيْ كَيْدَهُنَّ اَصْبُ اِلَيْهِنَّ وَاَكُنْ مِّنَ الْجٰهِلِيْنَ
Rabbis-sijnu aḥabbu ilayya mimmā yad‘ūnanī ilaih, wa illā taṣrif ‘annī kaidahunna aṣbu ilaihinna wa akum minal-jāhilīn.
Artinya:
"Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Jika Engkau tidak menghindarkan tipu daya mereka dariku, tentu aku akan cenderung kepada mereka dan termasuk orang-orang yang bodoh." (QS. Yusuf: 33)
Doa ini sangat relevan bagi umat Islam yang hidup di tengah berbagai tantangan moral. Nabi Yusuf AS mengajarkan bahwa menjaga prinsip dan ketaatan kepada Allah jauh lebih berharga dibandingkan mengikuti tekanan lingkungan.
Saat telah memperoleh kedudukan tinggi di Mesir dan hidup dalam kemuliaan, Nabi Yusuf AS tetap rendah hati. Beliau tidak meminta kekayaan atau kekuasaan yang lebih besar, melainkan memohon agar diwafatkan dalam keadaan beriman.
Untuk bacaan doa ini yaitu:
فَاطِرَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ ۖ اَنْتَ وَلِيّٖ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ ۚ تَوَفَّنِيْ مُسْلِمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِالصّٰلِحِيْنَ
Fāṭiras-samāwāti wal-arḍi anta waliyyī fid-dunyā wal-ākhirah, tawaffanī muslimaw wa alḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn.
Artinya:
"Wahai Pencipta langit dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan Muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang saleh." (QS. Yusuf: 101)
Doa ini mengingatkan bahwa tujuan akhir seorang muslim bukanlah kesuksesan dunia semata, melainkan mendapatkan akhir kehidupan yang baik atau husnul khatimah.
Selain doa Nabi Yusuf AS, Surah Yusuf juga memuat doa Nabi Yaqub AS ketika kehilangan putra tercintanya. Doa ini sering diamalkan saat seseorang menghadapi kesedihan atau musibah berat.
قَالَ اِنَّمَآ اَشْكُوْا بَثِّيْ وَحُزْنِيْٓ اِلَى اللّٰهِ
Qāla innamā asykū batstsī wa ḥuznī ilallāh.
Artinya:
"Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku." (QS. Yusuf: 86)
Kalimat ini menunjukkan bahwa seorang mukmin boleh mengungkapkan kesedihan dan kesusahannya, tetapi tempat terbaik untuk mengadu adalah Allah SWT.
Doa-doa Nabi Yusuf AS mengandung banyak pelajaran berharga yang relevan hingga saat ini. Berikut ini beberapa keutamaan dan hikmah yang akan diperoleh jika kita mengamalkannya:
Pentingnya memohon perlindungan kepada Allah ketika menghadapi godaan dan kemaksiatan.
Menjaga keteguhan iman meskipun harus menghadapi tekanan lingkungan atau kesulitan hidup.
Doa Nabi Yusuf juga mengajarkan kerendahan hati. Meski berhasil meraih kedudukan tinggi, beliau tetap memohon agar diwafatkan dalam keadaan Islam dan dikumpulkan bersama orang-orang saleh.
Keyakinan bahwa setiap ujian pasti memiliki jalan keluar.
Kisah Nabi Yusuf AS menunjukkan bahwa kesabaran, keikhlasan, dan doa yang tulus dapat mengubah kesulitan menjadi kemuliaan atas izin Allah SWT.
Doa Nabi Yusuf merupakan rangkaian doa yang bersumber langsung dari Alquran dan dapat diamalkan dalam berbagai kondisi kehidupan. Mulai dari memohon perlindungan dari maksiat, meminta kekuatan menghadapi fitnah, hingga memohon husnul khatimah.
Selain memperbanyak doa dan ibadah, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.
Salah satu bentuk kebaikan yang dapat dilakukan adalah berbagi kepada sesama melalui fitur Donasi dan Amal di aplikasi M-Syariah dari Bank Mega Syariah. Dengan proses yang mudah, aman, dan praktis, Anda dapat menyalurkan bantuan kepada yang membutuhkan serta memperluas manfaat bagi masyarakat.
Semoga doa-doa Nabi Yusuf AS dapat menjadi inspirasi untuk senantiasa menjaga keimanan, menghadapi ujian dengan sabar, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bagikan Berita