31 Agustus 2026 | Tim Bank Mega Syariah

Harga emas dunia kembali tertekan pada awal pekan setelah pernyataan hawkish Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, meningkatkan ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS).
Emas spot anjlok hampir 3% pada Jumat (28/8/2026) menjadi sekitar US$4.567 per ons troi, setelah sebelumnya sempat menyentuh US$4.696 per ons troi, level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Tekanan berlanjut setelah komentar Warsh di Simposium Jackson Hole memperkuat spekulasi bahwa The Fed masih membuka peluang menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi.
Perubahan ekspektasi tersebut menjadi sentimen negatif bagi emas. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September meningkat menjadi sekitar 56%, dari 36% sebelum pernyataan Warsh. Penguatan dolar AS turut menambah tekanan karena membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Catatan Redaksi: Perubahan ekspektasi suku bunga menjadi faktor penting bagi pergerakan emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Ketika peluang kenaikan suku bunga meningkat, aset berbunga seperti obligasi dan deposito menjadi relatif lebih menarik bagi investor, sehingga minat terhadap emas dapat berkurang.
Dalam jangka pendek, arah emas akan sangat bergantung pada data ekonomi AS dan perkembangan ekspektasi suku bunga. Jika inflasi tetap tinggi dan ekonomi AS menunjukkan ketahanan, peluang kenaikan suku bunga dapat semakin besar dan menekan emas.
Sebaliknya, pelemahan ekonomi, penurunan tekanan inflasi, atau kembali berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga dapat menjadi katalis bagi pemulihan harga. Di tengah tekanan tersebut, China menjadi salah satu harapan bagi emas. Permintaan dari China berpotensi memberikan dukungan ketika investor global masih berhati-hati terhadap arah kebijakan The Fed.
Secara teknikal, koreksi tajam akhir pekan menunjukkan momentum emas masih menghadapi tekanan jual. Area US$4.500 per ons troi menjadi level penting yang perlu dipertahankan untuk menjaga peluang pemulihan.
Jika harga mampu kembali menembus US$4.600, emas berpeluang menguji kembali area US$4.696–US$4.700. Sebaliknya, apabila US$4.500 ditembus ke bawah, risiko koreksi lebih lanjut akan meningkat.
Dengan demikian, prospek emas pekan ini cenderung volatil. The Fed dan dolar AS menjadi faktor penekan utama dalam jangka pendek, sementara permintaan China dan ketidakpastian global masih menjadi penopang bagi prospek emas dalam jangka menengah.
Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa koreksi emas saat ini lebih mencerminkan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed daripada hilangnya daya tarik emas secara fundamental. Investor perlu mencermati level US$ 4.500 serta perkembangan data inflasi dan kebijakan suku bunga AS sebagai penentu arah berikutnya.
Disclaimer: This information does not give a promise or guarantee of future events, and can’t be used as the basis of a contract, agreement, or commitment of any kind and/or with Bank Mega Syariah to third parties.
Sumber Referensi:
CNBC Indonesia: Harga Emas Hancur "Dihajar" Galaknya Fed, China Jadi Harapan Bangkit
Kontan Internasional: Spekulasi Kenaikan Bunga The Fed Meningkat, Harga Emas Spot Anjlok Lebih dari 3%
Kontan Internasional: Harga Emas Turun Lebih dari 1% Usai Komentar Warsh Angkat Ekspektasi Kenaikan Bunga
Investor.id: Prediksi Harga Emas Pekan Ini, Level US$ 4.500 Jadi Penentu
Disclaimer: This information does not give a promise or guarantee of future events, and can’t be used as the basis of a contract, agreement, or commitment of any kind and/or with Bank Mega Syariah to third parties.
Berat (Gramasi) | Harga |
1gr | Rp2.610.600 |
5gr | Rp13.053.000 |
10gr | Rp26.106.000 |
25gr | Rp65.265.000 |
50gr | Rp130.530.000 |
100gr | Rp261.060.000 |
Bagikan Berita